Rumah Inggit Ganarsih Ditetapkan Jadi Cagar Budaya Nasional

RUMAH Inggit Garnasih dan dua bangunan bersejarah lainnya di Kota Bandung resmi ditetapkan sebagai Cagar Budaya peringkat nasional.

Dua bangunan lainnya adalah Aula Barat dan Aula Timur Institut Teknologi Bandung (ITB) serta Gedung Indonesia Menggugat (GIM).

Anggota Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN), Prof. Dr. Reiza D. Dienaputra, menegaskan penetapan ini tidak lepas dari peran Bandung sebagai pusat lahirnya pergerakan nasional.

“Bandung sangat layak disebut kota pergerakan nasional. Di sini lahir Indische Partij pada 1912, Partai Kesatuan Islam, hingga Partai Nasional Indonesia (PNI) pada 1927. Karena itu, tiga bangunan ini pantas naik status menjadi cagar budaya nasional,” ujarnya dalam sidang TACBN di Bandung, Kamis (25/9).

BACA JUGA  Krisis Sampah Mulai Hantui Kota Bandung

Menurut Reiza, meski fisik Rumah Inggit Garnasih di kawasan Ciateul sudah berbeda dari bentuk aslinya, lokasinya tetap sama. Di rumah itu, Inggit, istri Soekarno, berperan penting menopang perjuangan sang proklamator, mulai dari menyediakan bacaan, mendukung safari politik, hingga menopang kebutuhan finansial perjuangan.

“Inggitlah yang menopang perjuangan Soekarno. Dari rumah itu lahir perjalanan politik yang menyebarkan semangat kemerdekaan,” jelasnya. Ia pun mengusulkan agar rumah tersebut dikembangkan menjadi Museum Pergerakan Nasional.

Sementara itu, Aula Barat dan Aula Timur ITB dibangun pada masa Technische Hogeschool (THS), sekolah teknik pertama di Hindia Belanda. Gedung ini menjadi saksi lahirnya pemikiran modern sekaligus tempat belajar sejumlah tokoh pergerakan nasional, termasuk Soekarno.

BACA JUGA  Ekosistem Gim Lokal di Kota Bandung Terus Meningkat

Adapun Gedung Indonesia Menggugat (GIM) mencatat sejarah penting ketika Soekarno membacakan pledoinya yang berjudul Indonesia Menggugat pada 1930 di ruang sidang Landraad. Pledoi itu menggema hingga internasional dan menjadi salah satu tonggak perlawanan terhadap kolonialisme.

“Pidato Indonesia Menggugat menjadi peristiwa politik besar yang lahir di Bandung. Dari ruang sidang kecil itu lahir suara lantang melawan kolonialisme,” tutur Reiza. (Rava/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Satgas Preemtif Polda Jateng Gencarkan Binluh Kamseltibcarlantas

SELAMA  pelaksanaan Operasi Keselamatan Candi 2026, Satgas Preemtif dari Ditbinmas Polda Jateng terus membangun budaya tertib berlalu lintas melalui pendekatan edukatif yang menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Kegiatan difokuskan pada penanaman…

KAI Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

MENDEKATI volume perjalanan kereta api yang melonjak pada masa Angkutan Lebaran 2026, PT KAI Daop 6 Yogyakarta menyelenggarakan sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang. Menurut Manager Humas PT KAI Daop 6…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Satgas Preemtif Polda Jateng Gencarkan Binluh Kamseltibcarlantas

  • February 11, 2026
Satgas Preemtif Polda Jateng Gencarkan Binluh Kamseltibcarlantas

Pemerintah Diminta Sosialisasikan Penonaktifan Penerima PBI JKN Lebih Awal

  • February 11, 2026
Pemerintah Diminta Sosialisasikan Penonaktifan Penerima PBI JKN Lebih Awal

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Ekspor Limbah Sawit

  • February 10, 2026
Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Kasus Ekspor Limbah Sawit

Banding PSS Ditolak, Tribun Utara dan Selatan Harus Ditutup

  • February 10, 2026
Banding PSS Ditolak, Tribun Utara dan Selatan Harus Ditutup

KAI Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

  • February 10, 2026
KAI Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

Penjualan Tiket Kereta Periode Lebaran Sudah 82.295

  • February 10, 2026
Penjualan Tiket Kereta Periode Lebaran Sudah 82.295