BPK Temukan Belanja BBM DLH Purwakarta tidak Bisa Dipertanggung Jawabkan

BADAN Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan pengelolaan keuangan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Purwakarta dalam belanja bahan bakar Minyak dan pelumas tidak didukung bukti pertanggungjawaban yang jelas sebesar Rp303.786.000,00 dari jumlah pagu anggaran sebesar Rp1.205.725.884,00.

Hal itu diketahui dari Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) 2024. Dari temuan LHP BPK tersebut, bukan sekadar administrasi, tetapi juga problem klasik soal tata kelola, lemahnya pengawasan internal, serta dugaan adanya praktik yang tidak transparan.

Menurut Pengamat Kebijakan Publik, Agus M. Yasin, sesuai UU No. 17 Tahun 2003 tentang keuangan negara ditegaskan bahwa Kepala Dinas (PA) bertanggung jawab penuh atas penggunaan anggaran, wewenang teknis bisa dilimpahkan ke kesekretariatan dinas.

BACA JUGA  Humbahas Raih Opini WTP Kesembilan dari BPK Sumut

Selain itu UU No 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara menegaskan, pejabat pengelola keuanganlah yang wajib mempertanggungjawabkan dan menindaklanjuti rekomendasi BPK.

“Permendagri No. 77 Tahun 2020 memperjelas, bahwa Kepala Dinas selaku PA bertanggung jawab secara hierarkis. Sekretaris Dinas selaku KPA bertanggung jawab secara operasional, PPK dan Bendahara Pengeluaran bertanggung jawab administratif dan teknis penatausahaan,” Kata Agus M. Yasin.

Agus M. Yasin Menegaskan Terkait temuan BPK tersebut, bola panas ada di tangan Inspektorat, Bupati, dan APH. Apakah berani menindaklanjuti sesuai ketentuan, atau sekadar membiarkan catatan BPK ini mengendap dalam laporan tahunan (KR/N-01)

BACA JUGA  DLH Imbau Warga Tak Konsumsi Ikan dari Sungai Cisadane

Dimitry Ramadan

Related Posts

169 Warga di Tasikmalaya Positif HIV/AIDS Didominasi LSL dan Usia Produktif

KASUS HIV/AIDS di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat mengalami peningkatan cukup signifikan. Sejak Januari sampai Juni tercatat 169 kasus HIV dan didominasi lelaki seks dengan laki-laki (LSL) dan usia produktif. Peningkatan…

2.500 Hektare Lahan Pertanian di Priangan Timur Terancam Gagal Tanam

MUSIM kemarau sudah mulai berdampak di beberapa wilayah di Priangan Timur, Jawa Barat. Salah satunya berkurangnya pasokan air bersih. Kekeringan tersebut, menyebabkan 2.500 hektare lahan pertanian di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kemendikdasmen Kirim 5,5 Juta Buku ke 24.609 SD dan SMP

  • July 31, 2026
Kemendikdasmen Kirim 5,5 Juta Buku ke 24.609 SD dan SMP

169 Warga di Tasikmalaya Positif HIV/AIDS Didominasi LSL dan Usia Produktif

  • July 31, 2026
169 Warga di Tasikmalaya Positif HIV/AIDS Didominasi LSL dan Usia Produktif

2.500 Hektare Lahan Pertanian di Priangan Timur Terancam Gagal Tanam

  • July 31, 2026
2.500 Hektare Lahan Pertanian di Priangan Timur Terancam Gagal Tanam

Awasi Kinerja ASN, Pemkot Tasikmalaya Kembangkan Aplikasi Si Kece Badai

  • July 31, 2026
Awasi Kinerja ASN, Pemkot Tasikmalaya Kembangkan Aplikasi Si Kece Badai

Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

  • July 30, 2026
Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

  • July 30, 2026
Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin