
SATUAN Siber TNI menggelar kegiatan Cyber Awareness bagi jajaran Oditur Militer, Pengadilan Militer, dan Satuan Polisi Militer TNI AD, AL, serta AU di Kalimantan Selatan. Kegiatan bertema “Menguatkan Ketahanan Nasional Melalui Kesadaran Keamanan Cyber Prajurit TNI” ini berlangsung selama tiga hari.
Tujuannya adalah meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks, baik berupa serangan fisik terhadap infrastruktur digital maupun ancaman non-fisik seperti disinformasi, propaganda, dan hoaks.
Komandan Detasemen Aset Infrastruktur Digital Satsiber TNI, Letkol Cke Angga Nugraha, menegaskan bahwa keamanan siber merupakan bagian vital dari ketahanan nasional.
“Kesadaran akan keamanan siber bukan hanya tanggung jawab Satuan Siber TNI, tetapi seluruh prajurit harus memiliki wawasan kuat agar mampu melindungi negara dari serangan informasi,” ujarnya, Jumat (19/9).
Kegiatan ini menghadirkan materi seputar teknik perlindungan data, strategi menghadapi serangan digital, hingga simulasi serangan siber. Diskusi interaktif juga digelar untuk membekali prajurit dengan kemampuan analisis dan respons cepat terhadap potensi ancaman.
Kepala Oditur Militer Banjarmasin, Letkol Chk Sunandi, menambahkan bahwa satuan penegak hukum dan penyidik militer memegang peran penting dalam menjaga keamanan nasional, termasuk di ranah siber.
“Kesadaran keamanan siber sangat penting untuk memperkuat ketahanan nasional. Prajurit TNI tidak hanya menjaga kedaulatan teritorial, tetapi juga harus siap menghadapi ancaman non-fisik seperti disinformasi dan propaganda,” ujarnya.
Dengan peningkatan pemahaman ini, TNI diharapkan semakin siap menghadapi perang informasi global sekaligus menjaga stabilitas dan kedaulatan negara di era digital. (DS/S-01)







