
PARA pendeta di Distrik II Silindung menyerukan pemerintah agar segera menutup operasional PT Toba Pulp Lestari (TPL). Pasalnya, perusahaan yang bergerak di bidang industri bubur kertas itu dinilai kerap menimbulkan konflik dengan masyarakat yang tinggal di sekitar areal tanaman eukaliptus.
“Sudah banyak terjadi bentrokan fisik antara masyarakat dan pihak perusahaan, sehingga warga merasa tidak nyaman dengan keberadaan TPL di kampung mereka. Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) sebagai gereja terbesar di Tanah Batak pun mengambil sikap tegas dalam persoalan ini,” ujar salah seorang pendeta yang tidak mau disebutkan namanya, Rabu ( 3/9).
“Kasihan masyarakat Batak, khususnya para petani yang terus dirugikan akibat sengketa lahan dengan perusahaan ini,” lanjutnya.
Selain itu, aktivitas penebangan kayu yang dilakukan selama ini telah merusak hutan dan berdampak pada terganggunya saluran air bersih yang menjadi kebutuhan hidup masyarakat.
Melalui seruan ini, para pendeta dan masyarakat berharap agar pemerintah segera turun tangan menyelesaikan masalah tersebut, sekaligus mengambil langkah tegas menutup PT. Toba Pulp Lestari demi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan warga. (HP/N-01)









