
WAKAPOLDA Jawa Tengah Brigjen Pol Usman Latif menjenguk lima anggota polisi korban kerusuhan di Kota Semarang. Mereka saat ini dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Semarang, Selasa (2/9).
Para polisi korban kerusuhan mengalami luka cukup serius. Dari penjelasan Kabid Dokkes Polda Jateng Kombes Pol drg. Agustinus MHT, luka yang diderita antara lain di tangan dan lengan akibat lemparan batu, hantaman benda tumpul, hingga tertabrak kendaraan pelaku. Kondisi mereka kini stabil, namun sebagian masih harus menjalani tindakan operasi.
Dalam kunjungan tersebut, Wakapolda didampingi Kabid Dokkes dan sejumlah pejabat utama Polda Jateng. Selain meninjau langsung kondisi anggota yang dirawat, ia juga memberikan dukungan moril kepada mereka beserta keluarga.
“Ini sudah menjadi bagian dari risiko tugas di lapangan. Saya minta agar para personel tetap semangat dan jangan kapok melayani masyarakat. Keluarga juga saya harap terus memberi dukungan dan doa,” ujar Brigjen Usman.
Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol Artanto turut menyampaikan apresiasi atas pengabdian anggota yang terluka. Ia menegaskan, kejadian ini harus menjadi pelajaran bersama agar masyarakat lebih bijak dalam menyampaikan aspirasi.
“Luka yang dialami anggota adalah bukti nyata bahwa tugas kepolisian penuh risiko. Untuk itu, kami mengajak masyarakat menyampaikan pendapat dengan damai dan beradab, bukan dengan cara anarkis,” tegasnya.
Artanto menambahkan, menjaga keamanan dan ketertiban tidak bisa dilakukan polisi sendiri. “Butuh dukungan masyarakat agar Jawa Tengah tetap menjadi rumah yang aman dan nyaman bagi semua,” pungkasnya. (Htm/S-01)








