Satwa di Bandung Zoo Terancam Kelaparan akibat Konflik Panjang

HAMPIR dua pekan Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo ditutup untuk pengujung. Hal itu bisa dilihat dari masih terpasangnya police line di pintu penjualan tiket atau pintu masuk.

Penutupan dilakukan akibat konflik antara pengelola lama Bandung Zoo yakni Yayasan Margasatwa Tamansari (YMT) dengan pengelola baru Taman Safari Indonesia (TSI). Saat ini hanya para keeper yang menjaga dan memberi makan satwa yang diijinkan masuk.

Ketua Serikat Pekerja Mandiri Derenten (SPMD) Yaya Suhaya menyatakan kekhawatirannya dengan kondisi kesehatan 700-an di Bandung Zoo lantaran sampai kini tidak jelas kapan konflik berakhir. Ditambah lagi ada beberapa satwa yang baru lahir dan butuh perhatian khusus mulai dari pakan dan perawatannya.

Uang pribadi

Dok.Ist

Sejak ditutup YMT di bawah Raden Bisma Bratakusuma yang mengeluarkan uang untuk membeli makan satwa-satwa tersebut mulai dari sayuran, buah-buahan dan daging. Tidak ada sama sekali bantuan dari luar untuk keperluan makan satwa.

BACA JUGA  Faunaland Tawarkan Konsep Konservasi Urban untuk  Bandung Zoo 

“Jadi kalau Wali Kota Bandung (Muhammad) Farhan bilang bahwa biaya pakan dibiayai oleh dari Perhimpunan Kebun Binatang Seluruh Indonesia (PKBSI), itu tidak benar sama sekali. Tolong Pak Wali Kota jangan asal ngomong,” tegasnya.

“Turun langsung kelapangan dan cek kebenarannya. Apa benar PKBSI yang membiayainya. Yang jelas selama Bandung Zoo tutup, YMT di bawah Raden Bisma Bratakusuma yang membeli pakan satwa, tidak ada sepeserpun PKBSI atau pihak manapun,” lanjutnya.

Galang donasi

Menurut Yaya, sebagai perawat satwa ia mulai cemas dengan keselamatan para satwa. Sebab, selama ini dana operasional untuk perawatan satwa sepenuhnya bergantung dari pemasukan tiket pengunjung. Dengan penutupan akses pengunjung, sumber dana ini terhenti, sehingga keberlangsungan perawatan satwa terancam.

“Kalau kebun binatang tidak segera dibuka, kami tidak tahu bisa bertahan berapa lama lagi. Dan kini kami akan berupaya mencari solusi, termasuk kemungkinan menggalang donasi publik, demi memastikan satwa tetap mendapat pakan dan perawatan medis yang memadai,” jelasnya.

BACA JUGA  Bandung Zoo Ditutup, Karyawan Tuntut Legalitas Taman Safari

Melihat kondisi yang penuh dengan ketidakpastian, Kurator Bandung Zoo, Rohman Suryaman mengajukan permohonan resmi kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, Kapolri dan pimpinan Komisi III DPR RI untuk memberikan perlindungan. Permohonan ini mencakup perlindungan bagi satwa dari risiko kelaparan serta perlakuan yang tidak semestinya, serta perlindungan bagi karyawan dari intimidasi.

“Kami mohon perlindungan, karena tugas kami ini murni untuk merawat satwa. Jangan sampai konflik kepengelolaan mengorbankan kesejahteraan hewan. Sejak awal kami dikontrak untuk merawat satwa. Itu tugas yang akan kami perjuangkan sampai kapan pun. Dan kami yakin, masyarakat Bandung juga care terhadap satwa di Bandung Zoo,” bebernya.

Beri perlindungan

Sementara itu Zanuar Zain, penasihat hukum juga menegaskan bahwa Bandung Zoo hingga kini tidak menerima bantuan dari pihak manapun, baik dari lembaga konservasi nasional maupun internasional. “Tidak ada satu pun dari negara ini yang membantu kami dalam hal pembiayaan atau operasional,” terangnya.

BACA JUGA  Farhan Minta Bandung Zoo Nyaman untuk Wisatawan

Meski begitu, para keeper tetap menjalankan tugas sesuai pedoman konservasi yang berlaku, termasuk standar yang diatur oleh lembaga-lembaga sesuai aturan yang ada, meskipun situasi di lapangan semakin sulit.

Di tengah konflik yang belum mereda, Zain meminta agar semua bentuk intimidasi dan serangan dari pihak-pihak tertentu segera dihentikan. Mereka juga berharap pemerintah dan aparat penegak hukum hadir untuk memberikan perlindungan nyata.

“Tolong jangan diintimidasi. Tolong jangan ada serangan. Negara ini harus melindungi karyawan dan satwa. Kami bekerja di sini karena panggilan hati untuk merawat satwa. Jangan sampai kami dijadikan korban dari perebutan kekuasaan. Tugas kami adalah memastikan hewan-hewan ini tetap sehat dan terawat,” tandasnya. (Rava/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Dekan FPIK Undip Kembali Terpilih Sebagai Ketua FKPTPK

DEKAN Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Diponegoro Prof. Agus Triyanto kembali terpilih sebagai Ketua Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan (FKPTPK) Indonesia untuk periode kepengurusan 2026–2028. Ini…

Herdman Panggil 23 Pemain untuk FIFA ASEAN Cup 2026

SEBANYAK 23 pemain dipanggil pelatih tim nasional Indonesia John Herdman sebagai persiapan menghadapi FIFA ASEAN Cup 2026 pada 25 September-5 Oktober mendatang. Pelatih asal Inggris itu memanggil pemain dengan komposisi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

OJK Terbitkan Dua POJK untuk Awasi BMKS

  • September 19, 2026
OJK Terbitkan Dua POJK untuk Awasi BMKS

Dekan FPIK Undip Kembali Terpilih Sebagai Ketua FKPTPK

  • September 19, 2026
Dekan FPIK Undip Kembali Terpilih Sebagai Ketua FKPTPK

Kalah dari Jepang, Tim Voli Indonesia Hadapi Thailand di Perempat Final

  • September 18, 2026
Kalah dari Jepang, Tim Voli Indonesia Hadapi Thailand di Perempat Final

Herdman Panggil 23 Pemain untuk FIFA ASEAN Cup 2026

  • September 18, 2026
Herdman Panggil 23 Pemain untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Tiba di Tanah Air, Kapal induk Garibaldi Akan segera Diretrofit

  • September 18, 2026
Tiba di Tanah Air,  Kapal induk Garibaldi Akan segera Diretrofit

Nusron Hormati Proses Hukum Soal Dugaan Korupsi di ATR/BPN

  • September 18, 2026
Nusron Hormati Proses Hukum Soal Dugaan Korupsi di ATR/BPN