Jateng Perluas Pelatihan Tanggap Bencana untuk Difabel

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah terus mendorong peningkatan akses pelatihan tanggap bencana bagi penyandang disabilitas. Upaya ini dilakukan untuk memastikan kesiapsiagaan kelompok rentan ketika terjadi bencana.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan, pelatihan diberikan melalui kerja sama antara Palang Merah Indonesia (PMI) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Kawan-kawan difabel kini tidak hanya berkontribusi sebagai pendonor darah, tapi juga terlibat dalam pelatihan kebencanaan oleh PMI dan BPBD,” ujar Taj Yasin saat menghadiri Penyerahan Penghargaan dan Temu Donor Darah Sukarela ke-50 dan ke-75 se-Jawa Tengah di Auditorium UIN Salatiga, Kamis (7/8).

Menurutnya, dari 35 kabupaten/kota di Jateng, pelatihan bagi difabel sudah menjangkau sebagian besar wilayah. Hanya delapan daerah yang belum terfasilitasi, dan ditargetkan akan disusul tahun ini.

BACA JUGA  Ahmad Luthfi: TPST Regional Jadi Solusi Atasi Sampah Jateng

“Kebencanaan ini tidak memandang difabel atau tidak, semua harus tanggap,” tambah pria yang akrab disapa Gus Yasin itu.

Sekretaris Layanan Inklusi Disabilitas Penanggulangan Bencana (LIDi PB) Kabupaten Semarang, Ratna W, menilai pelatihan berbasis kebutuhan khusus sangat krusial agar penanganan saat bencana lebih inklusif dan responsif.

“Selama ini standar layanan kebencanaan masih umum, padahal setiap difabel memiliki kebutuhan yang berbeda. Keterlibatan mereka dalam pelatihan menjadi sangat penting,” jelasnya.

Dalam acara tersebut, sebanyak 2.140 pendonor darah sukarela menerima penghargaan, terdiri dari 1.614 orang yang telah mendonor 50 kali, dan 526 orang sebanyak 75 kali.

Baznas Provinsi Jateng juga menyerahkan bantuan sosial, di antaranya 10 kursi roda, 10 pasang alat bantu jalan (kruk), 10 paket Al-Qur’an braille untuk Yayasan Komunitas Sahabat Mata, serta dana pembangunan Rumah Sahabat Disabilitas sebesar Rp20 juta.

BACA JUGA  Nana Sudjana Kunjungi Sejumlah TPS di Jawa Tengah

Selain itu, PMI se-Jawa Tengah turut menyalurkan bantuan dana kebencanaan sebesar Rp190,5 juta untuk wilayah terdampak di Sirampok, Kabupaten Brebes. (Htm/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Penyakit Tuberkulosis masih Jadi Momok Kabupaten Tasikmalaya

KEPALA Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan dan Pengendalian Penduduk, Kabupaten Tasikmalaya, Otong Kusmana mengatakan sebanyak 2.660 warga di wilayahnya terindikasi mengidap penyakit tuberkulosis (TB). Dari jumlah tersebut,…

Dinkes Garut Temukan 17.339 Warga Terkena Diare selama Kemarau

PENYAKIT diare di Kabupaten Garut, Jawa Barat mengalami peningkatan sejak Januari hingga Juni 2026. Tercatat ada 17.339 warga yang terkena diare saat musim kemarau. Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Penyakit Tuberkulosis masih Jadi Momok Kabupaten Tasikmalaya

  • July 2, 2026
Penyakit Tuberkulosis masih Jadi Momok  Kabupaten Tasikmalaya

Dinkes Garut Temukan 17.339 Warga Terkena Diare selama Kemarau

  • July 2, 2026
Dinkes Garut Temukan 17.339 Warga Terkena Diare selama Kemarau

Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Temukan 10.523 Kasus Diare

  • July 2, 2026
Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Temukan 10.523 Kasus Diare

OJK Tasikmalaya Ajak Mahasiswa Perkuat Literasi Keuangan

  • July 2, 2026
OJK Tasikmalaya Ajak Mahasiswa Perkuat Literasi Keuangan

Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga Mulai Gelar CBT

  • July 2, 2026
Fakultas Kedokteran UIN Sunan Kalijaga Mulai Gelar CBT

Perluas Jangkauan, Dirjen Imigrasi Resmikan Prestige Immigration Services di Mall BG Junction Surabaya

  • July 2, 2026
Perluas Jangkauan, Dirjen Imigrasi Resmikan Prestige Immigration Services di Mall BG Junction Surabaya