Buka Lapangan Kerja, BLK Pemprov Jateng Buka Pelatihan Pemandu Wisata Gunung

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah melihat adanya potensi pekerjaan yang bagi masyarakat. Melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Semarang 1, mereka melakukan pelatihan pemandu wisata gunung tahun ini.

“Di kami ada program pelatihan baru yang berdasarkan hasil identifikasi. Hasil TNA (Training Need Analysis) itu ternyata dibutuhkan masyarakat. Tahun ini kami membuka program pelatihan untuk guide atau pemandu pendaki gunung,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Aziz di Semarang, Sabtu (2/8).

Dijelaskan, berdasarkan data Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) Jawa Tengah, pendaki gunung itu banyak sekali kebutuhannya. APGI mendata, setiap tahun ada sekitar 15 gunung yang biasa didaki di Jawa Tengah. Jumlah pendakinya banyak, dari dalam maupun luar negeri.

BACA JUGA  Pemprov Jateng Gelar Lomba Lari Lintasi Merapi dan Merbabu

Pendaki asing

Dok.Ist

“Setiap tahun ada 15 gunung di Jawa Tengah yang didaki. Jumlah pendakinya itu kurang lebih sekitar 800.000, termasuk pendaki dari luar negeri. Nah, pendaki dari luar negeri itu setidak-tidaknya membutuhkan pemandu lebih dari dua orang,” ungkap Aziz.

Ia merincikan, pemandu itu ada yang membawakan barang, memandu pendakian sendiri, dan juga ada yang menjadi tenaga translatornya. Setidaknya minimal dua tenaga pemandu pendaki dibutuhkan.

Tahun ini, Pemprov Jateng membuka satu kelas dengan jumlah peserta 16 orang. “Kita uji coba untuk 16 peserta, pendaftarnya ada 300 orang. Nah, nanti kita kembangkan ke depannya,” ujarnya.

Demi keselamatan

Diungkapkan, kalau Pemprov Jateng bisa memfasilitasi itu dengan maksimal, ada beberapa multiplier efeknya. Aziz mencontohkan, ketika ada pendaki dari sisi keselamatan (safety), maka pendaki akan lebih bisa terjaga keselamatannya.

BACA JUGA  Pemprov Jateng Perkuat Pengembangan Wisata Ramah Muslim

Apalagi, katanya, beberapa waktu lalu ada kecelakaan pendaki luar negeri di Gunung Rinjani. Keberadaan pemandu pendaki gunung sangatlah dibutuhkan.

“Dan juga kita bekali (peserta pemandu pendaki) dengan adat-istiadat di daerah (gunung) tersebut. Budaya di daerah tersebut, kadang-kadang ada pantangan-pantangannya. Terus kita bekali juga tradisi-tradisi di situ itu apa saja. Sehingga kalau kita bicara gaib, itu bisa menginformasikan nanti,” imbuhnya. (Htm/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Wagub Jateng Sambut Rencana Insentif Guru Agama

PEMERINTAH Provinsi Jawa Tengah menyambut baik rencana pemerintah pusat memberikan insentif Rp1 juta per bulan bagi guru agama mulai 2027. Pemprov Jateng siap melakukan sinkronisasi data bersama Kementerian Agama agar…

Negara Dinilai belum Akui dan Lindungi Hak Masyarakat Adat

DPR RI secara resmi memasukkan RUU Masyarakat Adat ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas tahun 2026. Namun para akademisi mendesak agar pembahasan RUU Masyarakat Adat ini melibatkan pimpinan masyarakat,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Wagub Jateng Sambut Rencana Insentif Guru Agama

  • June 24, 2026

Kelahiran Anak Gajah di Taman Satwa Bukti Kesuksesan Pelestarian Ex Situ

  • June 24, 2026
Kelahiran Anak Gajah di Taman Satwa Bukti Kesuksesan Pelestarian Ex Situ

Negara Dinilai belum Akui dan Lindungi Hak Masyarakat Adat

  • June 24, 2026
Negara Dinilai belum Akui dan Lindungi Hak Masyarakat Adat

Giliran KGPAA Paku Alam X Penuhi Pendataan SE2026

  • June 24, 2026
Giliran KGPAA Paku Alam X Penuhi Pendataan SE2026

MSCI Pertahankan Status Indonesia sebagai Emerging Market

  • June 24, 2026
MSCI Pertahankan Status Indonesia sebagai Emerging Market

Komponen Langka, Harga Laptop Naik Hingga 50 Persen

  • June 24, 2026
Komponen Langka, Harga Laptop Naik Hingga 50 Persen