
PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Kementerian Sosial menggelar simulasi penanganan korban gempa bumi, menyusul meningkatnya aktivitas seismik di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Teranyar, gempa bermagnitudo 3,6 mengguncang wilayah Kabupaten Kotabaru. Hal ini menjadi pengingat bahwa Kalimantan, khususnya Kalsel, juga memiliki potensi risiko gempa selain bencana banjir, angin kencang, tanah longsor, dan kebakaran hutan.
“Meski skalanya masih kecil, kita tetap perlu mengantisipasi. Yang paling penting adalah kesiapsiagaan di lapangan,” ujar Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinas Sosial Kalsel, Ahmadi, Rabu (30/7), saat meninjau langsung simulasi di Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarmasin, Banjarbaru.
Simulasi melibatkan berbagai unsur Satgas Bencana seperti Tagana, BPBD, Dinas Kesehatan, PMI, Basarnas, serta TNI-Polri.
Dalam skenario simulasi, digambarkan terjadi gempa berkekuatan 6,0 magnitudo di Kota Banjarbaru, dengan pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer. Guncangan hebat menyebabkan kerusakan parah pada permukiman, fasilitas umum, dan gedung BBPPKS Banjarmasin, termasuk bangunan Sekolah Rakyat berlantai tiga.
Kepanikan sempat terjadi, namun para siswa dan guru yang telah dibekali pelatihan kebencanaan berhasil melakukan evakuasi mandiri. Beberapa warga sekolah mengalami luka ringan hingga berat dan langsung ditangani oleh tim gabungan.
Satgas Bencana dengan sigap melakukan evakuasi, pertolongan korban, pendirian posko darurat, layanan kesehatan, dan dapur umum. Bahkan dilakukan evakuasi vertikal untuk korban yang terjebak di lantai atas gedung.
“Simulasi ini berjalan lancar dan menjadi bahan evaluasi penting jika bencana gempa benar-benar terjadi,” kata Kepala BBPPKS Banjarmasin, Yadi Muhtar. (DS/S-01)







