Sunflower Angel Pikat Ribuan Pengunjung Candi Prambanan

CANDI Prambanan menjadi semakin menarik dengan hadirnya instalasi seni Sunflower Angel. Berlangsung pada 21 Mei hingga 14 Juni 2026, pameran ini menghadirkan karya seni bunga matahari yang berdiri megah berlatar Candi Prambanan yang menciptakan pengalaman visual, unik dan berkesan bagi wisatawan.

Area exhibition ini menjadi ramai dipadati pengunjung yang datang bersama keluarga, pasangan, maupun rekan. Antusiasme pengunjung terlihat dari antrian yang terbentuk untuk berfoto dengan latar belakang Sunflower Angel dan kemegahan Candi Prambanan yang ikonik di belakangnya.

Instalasi ini dirancang oleh Arrofi Ramadhan sebagai simbol perjalanan cinta, harapan, serta mimpi yang dia bangun bersama pasangannya.

Tiga mahkluk

Dia menjelaskan bahwa Sunflower Angel lahir terinspirasi dari tiga sosok yang memiliki makna mendalam untuknya, yaitu bunga matahari, burung makau dan Annisa Sekar P sebagai pasangannya.

“Sunflower Angel di Candi Prambanan adalah sebuah karya personal yang menginterpretasikan perubahan hidup melalui tiga makhluk yang berarti bagi pribadi, yaitu, bunga matahari, burung makau dan Sekar (pasangannya).”

“Karya ini menggambarkan kebahagiaan, keceriaan, kesabaran dan takdir, penemuan jati diri serta perubahan hidup yang signifikan ketika berdamai dengan diri sendiri dan semesta,” jelas Arrofi Ramadhan di Prambanan.

Kesamaan motif

Arrofi menjelaskan, karya sunflower banyak mendapat masukan untuk menghadirkannya di berbagai lokasi, salah satunya Prambanan. Candi Prambanan, ujarnya menjadi lokasi yang menarik, mengingat adanya kesamaan motif yang menjadi landasan ceritanya.

BACA JUGA  Libur Imlek 2026, Prambanan Dikunjungi 26.904 Wisatawan

Meski ceritanya berbeda, keduanya sama-sama berangkat dari spirit seseorang yang rela menciptakan sesuatu dalam skala besar untuk menunjukkan cinta dan keseriusannya kepada orang yang dicintai.

“Pembuatan sunflower ini memiliki kesamaan background cerita seperti legenda di Candi Prambanan. Mungkin ada kesamaan energi dan spirit karyanya yang berawal dari kerelaan membuat, membangun, sebesar, sebanyak apapun untuk menunjukkan keseriusan kepada cintanya,” lanjut Arrofi.

Ruang berbagi

Ia mengapresiasi pengelola Candi Prambanan yang mengizinkan karyanya berdiri berdampingan dengan Candi Prambanan. Hal ini diharapkan bisa menjadi ruang berbagi cerita dan menginspirasi lebih banyak orang.

“Saya merasa karya ini akan memiliki makna yang lebih luas ketika bisa dinikmati oleh publik. Prambanan memberikan konteks yang sangat istimewa karena merupakan simbol karya besar yang telah bertahan melintasi waktu.”

“Saya berharap setiap orang yang datang dapat menemukan interpretasi dan cerita mereka sendiri ketika melihat Sunflower Angel berdiri berdampingan dengan kemegahan Prambanan,” tambahnya.

Pengalaman wisata

Direktur Komersil IDM Gistang Panutur mengatakan bahwa kolaborasi antara warisan budaya dan karya seni kontemporer ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pengalaman wisata yang semakin beragam di kawasan Candi Prambanan.

“Candi Prambanan merupakan ruang budaya yang terus hidup dan relevan dengan perkembangan zaman. Melalui kolaborasi seperti Sunflower Angel dan Candi Prambanan, kami ingin menghadirkan pengalaman berbeda, yang membuka ruang bagi ekspresi kreatif generasi muda.”

“Antusiasme ribuan pengunjung menunjukkan bahwa perpaduan antara heritage, seni, dan kreativitas mampu menghadirkan daya tarik baru sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap kawasan cagar budaya,” ujarnya.

BACA JUGA  Wisatawan Pertama di Borobudur & Prambanan Disambut Hangat

Gistang Panutur kemudian mengajak kolaborasi berbagai pihak, terutama para seniman lukis, perupa, untuk berkarya dan berpameran di destinasi Taman Wisata Candi. Kehadiran karya-karya seni yang selaras dengan nilai-nilai budaya, menambah daya tarik Candi Prambanan menjadi destinasi yang lebih artistik dan menawan.

Dialog waktu

IDM berharap destinasi warisan budaya tidak hanya menjadi ruang untuk menikmati jejak sejarah, tetapi juga ruang hidup yang terus melahirkan dialog kreatif antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.

Karena itu, kami membuka peluang kolaborasi seluas-luasnya bagi para seniman, perupa, dan pegiat seni untuk menghadirkan karya-karya terbaiknya.

“Kehadiran karya seni ini menghadirkan ruang reflektif, apresiasi, dan interaksi yang mendalam terhadap nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur.”

“Melalui sinergi antara pelestarian warisan budaya dan ekspresi seni kontemporer, kami berharap destinasi candi dapat terus berkembang sebagai pusat kebudayaan yang relevan, inklusif, serta mampu menginspirasi masyarakat lintas generasi,” jelas Gistang Panutur.

Aktivitas kreatif

Selain menjadi destinasi foto favorit, Sunflower Angel x Prambanan Temple juga menghadirkan berbagai aktivitas kreatif yang dapat diikuti pengunjung secara gratis.

Beragam kegiatan seperti Jamming Urban Sketch, yoga class, workshop melukis, workshop membuat pin, hingga Sunflower Arrangement Workshop diselenggarakan sepanjang periode pameran.

Aktivitas tersebut menjadikan event ini tidak hanya sebagai ruang apresiasi seni, tetapi juga wadah interaksi dan kreativitas bagi masyarakat.

BACA JUGA  Menikmati Liburan Penuh Makna di Candi Prambanan dan Ratu Boko

InJourney Destination Management (IDM) juga menambah jam operasional kawasan Candi Prambanan pada 6–7 Juni dan 13–14 Juni 2026.

Arsitektur candi dan seni kontemporer

Di tanggal tersebut, Taman WIsata Candi (TWC) Prambanan dibuka hingga pukul 20.00 WIB.Pengunjung di jam tambahan ini bisa membeli secara on the spot di Loket tiket Taman Wisata Candi Prambanan yang dibuka hingga pukul 19.00 WIB.

Adapun pengunjung yang datang setelah pukul 17.30 WIB, dapat masuk melalui Pos H (utara pintu masuk utama wisatawan) TWC Prambanan.

Kebijakan ini sekaligus memberikan ruang lebih bagi pengunjung untuk menikmati instalasi seni Sunflower Angel. Perpaduan antara megahnya arsitektur candi dengan karya seni kontemporer menghadirkan pengalaman berkunjung yang lebih kaya, artistik, dan berkesan.

Melalui Sunflower Angel x Prambanan Temple, InJourney Destination Management terus mendorong lahirnya ruang-ruang kolaborasi kreatif yang mempertemukan seni, budaya, dan pariwisata.

Kehadiran instalasi ini menjadi bukti bahwa kawasan warisan budaya tidak hanya menjadi tempat untuk mengenang masa lalu, tetapi juga ruang inspirasi yang mampu melahirkan karya-karya baru dan pengalaman yang relevan bagi generasi muda masa kini. (AGT/M-01)

Related Posts

Selandia Baru Siap Pasok Sperma Sapi ke DIY

SELANDIA Baru siap memasok semen (sperma) sapi pejantan untuk mendukung pengembangan bibit sapi unggul di DI Yogyakarta Gagasan tersebut menjadi salah satu peluang kerja sama yang dibahas dalam pertemuan Duta…

Pemprov Jabar Kirim 100 Orang Kafilah ke MTQ Nasional XXXI 2026

PEMERINTAH Provinsi Jawa Barat  mengirimkan 100 orang kafilah terbaik untuk mengikuti perlombaan pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI 2026 di Semarang, Jawa Tengah pada 11-20 September. 100 kafilah tersebut…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Macan Putih Terkam Garudayaksa di Kandangnya sendiri

  • September 11, 2026
Macan Putih Terkam Garudayaksa di Kandangnya sendiri

Selandia Baru Siap Pasok Sperma Sapi ke DIY

  • September 11, 2026
Selandia Baru Siap Pasok Sperma Sapi ke DIY

Pemprov Jabar Kirim 100 Orang Kafilah ke MTQ Nasional XXXI 2026

  • September 11, 2026
Pemprov Jabar Kirim 100 Orang Kafilah ke MTQ Nasional XXXI 2026

Efisiensi Anggaran, KDM Bakal Gabung Sejumlah OPD

  • September 11, 2026
Efisiensi Anggaran, KDM Bakal Gabung Sejumlah OPD

150 Personel Polri Ikuti Pembaretan Jelang Penugasan ke Afrika Tengah

  • September 11, 2026
150 Personel Polri Ikuti Pembaretan Jelang Penugasan ke Afrika Tengah

Farhan Ajak Warga Doakan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

  • September 11, 2026
Farhan Ajak Warga Doakan Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda