Menggali Potensi Kota Pematangsiantar untuk Kembali Berjaya

KOTA Pematangsiantar pernah menjadi pusat perdagangan di masa kolonial Belanda. Bahkan pada masa orde baru, di Pematangsiantar berdiri kantor perwakilan Bank Indonesia, Taspen, BPJS, dan Imigrasi.

Kemudian pada era 2000 an berdiri pula Kanwil Pajak, BPJS Tenaga Kerja dan beberapa pabrik rokok, nestle dan barang lainnya yang menjadikan Kota Pematangsiantar sebagai pusat distribusi barang. Karena itu untuk membuat Pematangsiantar menjadi kota yang maju dan kembali berjaya sepertinya bukan hal yang sulit.

“Untuk sayur mayur yang ada di sekitaran Terminal Parluasan yang memiliki perputaran uang milyaran setiap malam, pembeli datang dari luar Siantar hadir setiap malam, tentu hal ini merupakan peluang,” kata Akademisi yang juga Ketua Pusat Unggulan Iptek Bina Ruang Universitas Prima Indonesia Robert Tua Siregar, Ph.D.

BACA JUGA  32 Atlet Tarung Derajat Pematangsiantar Ikuti Kejurda Piala Gubsu

Jeli melihat potensi

Hadirnya program nasional di sekitar Kota Pematangsiantar seperti Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei dan pelabuhan hubungan Internasional Kuala Tanjung lanjut dia tentu menjadikan Kota Pematangsiantar menjadi pusat perdagangan dan perputaran uang.

“Hal ini harus segera dibuat kebijakan-kebijakan yang mengacu kepada kegiatan jasa untuk melayani potensi tersebut. Semua pihak harus jeli melihat potensi ini, tentu harus didukung dari pemerintah kota yang jadi leader dalam pembangunan kota ini,” ungkap Robert.

Direktur Eksekutif Centre Rural Urban Development Area (Ceruder) ini juga menegaskan agar Pemkot Pematangsiantar harus memberikan informasi yang pasti soal kenyamanan yang tidak hanya mengejar pendapatan asli daerah (PAD) seperti kebijakan penerimaan yanglg tidak rasional seperti penetapan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

BACA JUGA  Sambut HUT RI, HKBP Setia Negara Gelar Berbagai Lomba dan Pertandingan

Dukung UMKM

“Pemerintah harus memberi fasilitas dan menjembatani pelaku usaha UMKM dengan akses permodalan dalam skema kemudahan dan adanya pengawasan, mendorong inovasi masyarakat dengan memberi peluang agenda kegiatan atau festival yang konsisten setiap tahun dengan skema low cost sehingga menjadi magnet kota Pematangsiantar ini yang didukung potensi kuliner yang ada saat ini dan yg akan berkembang,” jelasnya.

Selain itu, menyelesaikan solusi eks HGU 573 ha di Tanjung Pinggir yang tidak menjadikan bom waktu konflik. Dampak tol juga harus menjadikan Kota Pematangsiantar memiliki magnet jika tidak mau menjadi “kota hantu”.

“Pemkot harus membangun koloborasi dan menyakinkan dengan pihak investor, karena jika hanya mengandalkan APBD pasti tidak mampu, khususnya masalah pengelolaan sampah,” kata Robert. (Ais/N-01)

BACA JUGA  Politik Uang dan Sembako Bayangi Pilkada Pematangsiantar

Dimitry Ramadan

Related Posts

Pencarian Lansia Hilang di Hutan Selorejo belum juga Berhasil

TIM SAR Gabungan belum juga berhasil menemukan lansia yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Selorejo, Kalurahan Sodo, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul hingga Jumat (26/6). Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis,…

Lantik 23 Pejabat, Bupati Taput Ingatkan Soal Tanggung Jawab

BUPATI Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., melantik 23 pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Jumat, 26/6//2026). Pelantikan dilaksanakan saat kunjungan kerja di Lapangan Sepakbola Desa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Jumlah Korban Meninggal akibat Gempa Venezuela 1.430 orang

  • June 28, 2026
Jumlah Korban Meninggal akibat Gempa Venezuela 1.430 orang

UII Lantik 88 Lulusan Perdana Program Profesi Insinyur

  • June 28, 2026
UII Lantik 88 Lulusan Perdana Program Profesi Insinyur

Rektor UGM Dianugerahi Gelar Doktor Honoris Causa dari University of Dundee

  • June 28, 2026
Rektor UGM Dianugerahi Gelar Doktor Honoris Causa dari University of Dundee

Aljazair dan Austria Susul Argentina ke Babak 32 Besar

  • June 28, 2026
Aljazair dan Austria Susul Argentina ke Babak 32 Besar

Kolombia, Portugal, dan Kongo Lolos ke 32 Besar dari Grup K

  • June 28, 2026
Kolombia, Portugal, dan Kongo Lolos ke 32 Besar dari Grup K

Inggris Juara Grup, Kroasia Jadi Runner-up

  • June 28, 2026
Inggris Juara Grup, Kroasia Jadi Runner-up