Polisi Buru Pelaku Perusakan Makam Lewat Rekaman CCTV

POLRES Bantul melakukan pemeriksaan analisa rekaman CCTV  di sekitar makam Ngentak, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta guna mengidentifikasi pelaku perusakan 10 nisan di pemakaman tersebut.

Sebelumnya dilaporkan bahwa setidaknya ada tiga lokasi makam di Bantul yang dirusak orang tak dikenal. Dua makam berlokasi di Desa Baturetno Kapanewon Banguntapan dan satu lokasi makam di Desa Panggungharjo Kapanewon Sewon Bantul. Namun yang terbanyak di Makan Ngentak, Banguntapan, 10 nisan di kompleks pemakaman tersebut rusak.

“Untuk perusakan di Ngentak, kami telah memeriksa dan memintai keterangan tiga orang saksi. Mereka yang diperiksa adalah penjaga makam, ahli waris dan warga sekitar makam,” kata Kasi Humas Polres Bantul AKP I Nengah Jeffrey Prana Widnyana, Senin.

Mudah dijangkau

Ia menjelaskan pula, polisi juga sedang menyisir sejumlah CCTV yang terpasang di sepanjang jalan menuju arah kompleks pemakaman umum itu. Lokasi pemakaman Ngentak cukup mudah dijangkau karena berada di tepi jalan aspal kampung. Pekuburan itu juga berdekatan dengan pemukiman, sekolah serta kafe.

BACA JUGA  Polisi Tangkap Dua Remaja saat Patroli Samapta

“Kami akan mendalami rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku perusakan nisan makam,” imbuhnya.

Aksi perusakan di Makam Ngentak diduga terjadi antara rentang Sabtu malam,- Minggu dini hari,(17-18/5) Mei 2025.

Makam nonmuslim

Perusakan nisan di Makam Ngentak menyasar seluruhnya ke makam nonmuslim. Ada tiga nisan permanen atau sudah dikeramik yang dirusak dengan cara dihancurkan dengan batu cor-coran yang masih tertinggal di area itu. Kemudian ada tujuh nisan kayu salib yang dipatahkan dan dibuang di sekitar lokasi.

Pada Minggu 18 Mei, Polres Bantul juga menerima laporan perusakan nisan di lokasi Makam Jaranan, Desa Panggungharjo Sewon Bantul. Total ada dua nisan dirusak yang juga milik umat Nasrani.

BACA JUGA  UPN Veteran Yogyakarta Raih 4 Penghargaan Diktisaintek 2024

“Perusakan nisan di Sewon diduga terjadi lebih dulu pada Rabu 14 Mei 2025, atau tiga hari sebelum kejadian di Banguntapan,” kata Jeffry.

Tidak paham agama

Sementara Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengungkapkan pelaku perusakan tidak memahami ajaran agama. Hal itu karena yang dirusak adalah makam yang pada nisannya terdapat tanda salib, sehingga memunculkan isu agama.

“Tidak mungkin dilakukan oleh orang dengan pemahaman agama yang baik. Saya pastikan orang yang melakukan perusakan pasti gak ngerti ajaran agama, saya berani memastikan itu,” kata Bupati.

Bupati menegaskan sejauh ini belum diketahui motif perbuatan perusakan makam. Ia kemudian meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menyerahkan kepada polisi untuk bergerak.

BACA JUGA  Yogyakarta Catat 18 Kasus Leptospirosis di Semester I

Enggan berspekulasi

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan perusakan tersebut menyasar makam-makam milik warga yang menganut suatu aliran kepercayaan tertentu. Terkait motif aksi perusakan, Sri Sultan mengatakan tidak mengetahu dan tidak ingin berspekulasi.

“Serahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum. Saya tak tahu apa motifnya sehingga saya tidak berani berkomentar, karena takut keliru menyampaikan kepada publik,” ujar Sultan.

Menurut Sri Sultan HB X mengungkapkan bahwa insiden serupa pernah terjadi di masa lalu, meskipun belum bisa dipastikan apakah kejadian kali ini memiliki hubungan langsung dengan peristiwa sebelumnya. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Himpitan Ekonomi dan Sengketa Hak Asuh Anak, WN India Bundir di Kantor Imigrasi Surabaya

SATUAN Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Sidoarjo membeberkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan medis terhadap jenazah SN, 38, warga negara India yang ditemukan tewas di ruang detensi Kantor…

Personel Satsamapta Polres Cianjur Bantu Perempuan yang Hendak Melahirkan

PERSONEL Patroli Jago Presisi Satuan Samapta Polres Cianjur, Jawa Barat, membantu seorang perempuan yang mengalami kontraksi karena hendak melahirkan. Ibu rumah tangga itu kemudian segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Digunduli Persebaya 0-7, Semen Padang Semakin Terbenam

  • May 15, 2026
Digunduli Persebaya 0-7, Semen Padang Semakin Terbenam

Himpitan Ekonomi dan Sengketa Hak Asuh Anak, WN India Bundir di Kantor Imigrasi Surabaya

  • May 15, 2026
Himpitan Ekonomi dan Sengketa Hak Asuh Anak, WN India Bundir di Kantor Imigrasi Surabaya

Tim UNY Olah Buah Maja Berenuk Jadi Produk Herbal

  • May 15, 2026
Tim UNY Olah Buah Maja Berenuk Jadi Produk Herbal

Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 3 Calon Haji Nonprosedural

  • May 15, 2026
Imigrasi Yogyakarta Gagalkan Keberangkatan 3 Calon Haji Nonprosedural

Wamen Haji: Jemaah Dibebaskan Pilih Lokasi Potong Dam

  • May 15, 2026
Wamen Haji: Jemaah Dibebaskan Pilih Lokasi Potong Dam

Personel Satsamapta Polres Cianjur Bantu Perempuan yang Hendak Melahirkan

  • May 15, 2026
Personel Satsamapta Polres Cianjur Bantu Perempuan yang Hendak Melahirkan