Pemkab Taput Diminta Transparan Soal 2.000 Tenaga Honorer

PERNYATAAN Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Tapanuli Utara, Nokman Simanungkalit, tentang jumlah 2.000 tenaga honorer di wilayahnya memicu polemik.

Banyak pihak mempertanyakan keakuratan angka tersebut dan meminta transparansi dari pemerintah daerah.

Ketua DPD LSM TOPAN RI Tapanuli Utara, Ranto Manullang, menilai angka yang disebutkan butuh klarifikasi.

“Sebanyak 2.000 tenaga honorer, di mana saja mereka bertugas? Jika tenaga pengajar honorer di SD dan SMP digaji melalui BOS, serta tenaga kesehatan dari BOK, lalu bagaimana dengan ribuan tenaga honorer lainnya?” kata Ranto.

Menurutnya, jumlah kecamatan di Tapanuli Utara hanya 15 kecamatan. Jika setiap kantor kecamatan memiliki 10 tenaga honorer, maka totalnya hanya 150 orang.

BACA JUGA  Tim Gabungan Kembali Temukan 8 Jenazah dan 28 Warga masih Hilang

Ditambah dengan 30 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) jika  masing-masing memiliki 20 honorer, jumlahnya hanya 600 orang.

“Masih ada 1.250 tenaga honorer yang belum jelas di mana mereka ditempatkan. Apakah mungkin Satpol PP dan Pemadam Kebakaran berjumlah 1.750 orang? Ini harus ditelusuri lebih dalam,” tegas Ranto.

Buka data

LSM TOPAN RI pun mendesak Pemkab Tapanuli Utara membuka data rinci mengenai tenaga honorer tersebut agar tidak menimbulkan spekulasi negatif di tengah masyarakat.

“Kami meminta pemerintah bersikap transparan. Jangan sampai tenaga honorer dijadikan alasan untuk kepentingan tertentu. Jika ada 2.000 tenaga honorer, harus dipublikasikan secara jelas agar publik tidak berasumsi negatif,” pungkasnya. (Satu/N-01)

BACA JUGA  Kantor DPC PDIP Tapanuli Utara Dibangun Oleh Kader Partai

Dimitry Ramadan

Related Posts

Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

LURAH Condongcatur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta berinisial RCS, ditetapkan menjadi tersangka kasus penyalahgunaan tanah kas desa (TKD) Kalurahan Condongcatur di dua tempat kejadian perkara. Dalam kasus penyalahgunaan tanah kas…

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

DIREKTORAT Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Jawa Tengah mengungkap sejumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Salah satunya dugaan kekerasan fisik dan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Menikmati Liburan Penuh Makna di Candi Prambanan dan Ratu Boko

  • June 30, 2026
Menikmati Liburan Penuh Makna di Candi Prambanan dan Ratu Boko

Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

  • June 30, 2026
Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

  • June 30, 2026
Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

Polda Jateng Berhasil Ungkap 75 Kasus 3C Selama Juni 2026

  • June 30, 2026
Polda Jateng Berhasil Ungkap 75 Kasus 3C Selama Juni 2026

Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

  • June 30, 2026
Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak

  • June 30, 2026
TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak