Polda DIY dan DPKP DIY Dorong Petani Milenial Tingkatkan Produktivitas

POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta bersama DPKP (Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan) DIY mendorong kalangan petani milenial untuk lebih berperan guna mendukung terwujudnya ketahanan pangan lewat berbagai inovasi di era digital. Langkah itu dinilai penting untuk untuk menjaga keberlangsungan sumber daya manusia bidang pertanian dan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta sendiri tercatat sebanyak 1.400 petani dengan rincian di Sleman (528 petani), Kulon Progo (331), Gunungkidul (265), Bantul (236) dan Kota Yogyakarta (40).

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima www.mimbarnusantara.com pada Sabtu (1/3/2025) Ketua Forum Komunikasi Petani Milenial Korwil DIY, Muhammad Lukman Nur Hakim, ketiga komponen, Polda DIY, DPKP DIY dan kalangan petani milenial DIY ini, Kamis lalu melakukan pertemuan bertajuk Kumpul Konco Tani di Jogja Agro Park, Wijimulyo, Kulon Progo dan menghadirkan narasumber seorang youtuber bidang agribisnis, Pukka Simbolon atau yang dikenal sebagai Capcapung.

“Dalam pertemuan itu para petani menerima bantuan alat pertanian dan bibit buah gratis sebagai bentuk dukungan konkret untuk meningkatkan produktivitas mereka,” kata Lukman.

BACA JUGA  27 Pejabat Polda DIY Asistensi ke 27 Polsek Yogya dan Sleman

Lebih lanjut Lukman mengemukakan sinergi antara Polda DIY, DPKP DIY dan para petani milenial ini merupakan langkah penting untuk mewujudkan suasana dan produktivitas petani yang aman dan nyaman.

“Kolaborasi ini menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif sehingga petani dapat bekerja dengan tenang dan sejahtera,” jelasnya.

Tantangan petani milenial

Pada kesempatan itu Lukman menjelaskan kalangan petani milenial di DIY ini masih harus menghadapi banyak tantangan dan kendala termasuk masalah yang selama ini dihadapi petani tradisional, yakni persoalan hama dan penyakit tanaman.

Tantangan lainnya, katanya adalah teknik budidaya yang masih kurang tepat dan ketergantungan pada metode konvensional sehingga sebenarnya diperlukan penyuluh pertanian yang mampu menyampaikan bimbingan dan arahan serta pendampingan agar mereka mampu meningkatkan kualitas diri sebagai petani milenial.

“Penyuluhan pertanian menjadi sarana penting untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap petani. Dengan dukungan ini, petani milenial diharapkan mampu menjadi regenerasi petani yang membawa citra pertanian lebih maju, mandiri dan modern,” imbuh Lukman.

BACA JUGA  Direktorat Lalu Lintas Polda DIY Lakukan 3.314 Pengawalan 2024

Swasembada pangan

Sementara Kasubdit 2 Ditintelkam Polda DIY AKBP Sandhy W.G. Suawa, mengatakan kegiatan sinergis ini membuka peluang kolaborasi antara petani milenial dengan berbagai stakeholder.

“Kami berharap sinergi ini dapat memperkuat kerjasama dalam mewujudkan swasembada pangan dan keberlanjutan petani milenial,” kata Sandhy.

Menurut dia, Polda DIY siap memfasilitasi para petani milenial ini untuk mendapatkan pelatihan digital marketing.

Petani milenial diharapkan mampu memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk pertanian mereka. “Di era digitalisasi ekonomi, petani milenial harus bisa berinovasi, baik dalam teknologi pertanian maupun manajemen keuangan dan pemasaran,” imbuh Sandhy.

Menurut Sandhy, sinergi antara Polda DIY, DPKP dan petani milenial menjadi langkah strategis untuk mewujudkan ketahanan pangan dan keberlanjutan SDM pertanian. Dengan dukungan teknologi, pendampingan intensif dan kolaborasi antar-stakeholder, petani milenial diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah dan nasional.

Kemandirian bangsa

Kepala DPKP DIY Syam Arjayanti menyambut baik langkah Polda DIY dalam menggandeng petani milenial. “Petani milenial harus terus berinovasi dan konsisten di dunia pertanian. Peluang kesuksesan di bidang ini terbuka lebar,” tegasnya.

BACA JUGA  Polda DIY Catat 18 Aksi Unjuk Rasa Sepanjang Oktober 2025

Program ini jelasnya sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada pangan. “DPKP DIY berkomitmen mendukung petani milenial dengan pendampingan intensif dan pengenalan permodalan melalui perbankan,” jelasnya.

Sedangkan Pukka Simbolon atau Capcapung menyatakan, kegiatan Kumpul Konco Tani memiliki dampak positif bagi petani milenial. “Ini adalah wadah untuk berdiskusi dan bertukar informasi terkait masalah dan solusi di sektor pertanian,” ucapnya.

Dia juga menekankan pentingnya konten kreatif berbasis storytelling untuk menarik minat generasi muda. “Video pertanian yang menarik dan tidak kaku akan lebih disukai anak muda. Ini adalah cara efektif untuk mengatasi krisis regenerasi petani,” kata dia. (AGT/N-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Diduga Cabuli Santrinya, Pengasuh Ponpes di Tengah Ilir Tebo Ditangkap Polisi

SEORANG pengasuh sebuah pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, AF, 37, diperiksa polisi. Pasalnya, ia begitu tega melakukan tindakan asusila kepada beberapa santriwatinya sendiri. Satu dari korbannya bahkan…

Para Perajin Tahu-Tempe di Tasikmalaya Terpaksa Turunkan Produksi dan Naikkan Harga

PARA perajin tahu-tempe mulai merasakan dampak melemahnya mata uang Rupiah. Mereka pun terpaksa mengurangi produksi dan menaikan harga lantaran kebutuhan bahan baku kedelai impor naik jadi Rp11.100 ribu per kg.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kalah dari Kazakstan, Tim Voli Putri Indonesia segera Evaluasi

  • June 8, 2026
Kalah dari Kazakstan, Tim Voli Putri Indonesia segera Evaluasi

Bungkam Vietnam, Indonesia Segel Tiket ke Semifinal

  • June 7, 2026
Bungkam Vietnam, Indonesia Segel Tiket ke Semifinal

Diduga Cabuli Santrinya, Pengasuh Ponpes di Tengah Ilir Tebo Ditangkap Polisi

  • June 7, 2026
Diduga Cabuli Santrinya, Pengasuh Ponpes di Tengah Ilir Tebo Ditangkap Polisi

Wamen Ekraf Dorong Inovasi Jamu Agar Masuk Pasar Global

  • June 7, 2026
Wamen Ekraf Dorong Inovasi Jamu Agar Masuk Pasar Global

Para Perajin Tahu-Tempe di Tasikmalaya Terpaksa Turunkan Produksi dan Naikkan Harga

  • June 7, 2026
Para Perajin Tahu-Tempe di Tasikmalaya Terpaksa Turunkan Produksi dan Naikkan Harga

Polda Jateng Musnahkan Narkotika dari 449 Kasus Periode April-Juni

  • June 6, 2026
Polda Jateng Musnahkan Narkotika dari 449 Kasus Periode April-Juni