
PENGELOLAAN dana perawatan fasilitas kebersihan di Kabupaten Samosir kembali menjadi sorotan. Hal itu mencuat akibat tingginya biaya angkutan sampah yang tidak diimbangi dengan ketersediaan fasilitas yang memadai.
Pelaku usaha dan warga mengeluhkan sistem pengelolaan sampah yang dianggap tidak efektif. Salah satu keluhan utama adalah pengangkutan sampah yang dilakukan secara tidak rutin. Situasi ini dinilai memberatkan pelaku usaha, terutama di kawasan wisata.
Dari pantauan di sekitar kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir, ada sekitar 30 unit bak sampah dan kendaraan pengangkut sampah yang terbengkalai. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan bahwa dana perawatan fasilitas tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya.
Ketika dikonfirmasi kondisi fasilitas tersebut, Edison Pasaribu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir, memilih bungkam dan enggan memberikan penjelasan.
Warga dan pelaku usaha pun mendesak aparat penegak hukum serta pihak terkait untuk mengusut tuntas penggunaan dana perawatan fasilitas kebersihan. (Satu/N-01)








