Sampah di Kawasan Wisata Samosir Dibebankan ke Pelaku Usaha

TINGGINYA biaya pengelolaan sampah di kawasan wisata Pasir Putih Parbaba, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, terus menjadi sorotan masyarakat, terutama para pelaku usaha. Kebijakan pengelolaan sampah dinilai belum efektif dan malah membebani mereka yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata.

Berdasarkan pantauan Mimbar Nusantara pada Kamis (23/1), setiap pengunjung yang memasuki kawasan wisata dikenakan tiket masuk sebesar Rp5.000 per orang, yang disetor sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Namun, sampah yang dihasilkan pengunjung, seperti plastik dan botol kemasan, menjadi masalah tersendiri. Hal itu lantaran pengelola usaha kesulitan menangani limbah tersebut.

“Sebagai pelaku usaha, tidak mungkin kami meminta pengunjung membawa pulang sampah. Mereka sudah membayar tiket masuk, tapi sampah yang mereka tinggalkan menjadi tanggung jawab kami,” ujarseorang pelaku usaha.

BACA JUGA  Wabup Humbahas Beri Dukungan Psikologis pada Anak Korban Penculikan Gagal

Ia menilai pemerintah daerah harus lebih bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah ini, mengingat pengunjung sudah memberikan kontribusi melalui tiket masuk. Namun, pengangkutan sampah oleh Dinas Lingkungan Hidup disebut tidak rutin, sehingga seringkali sampah menumpuk dan mengganggu kenyamanan.

Tak terawat

Di sisi lain, kondisi fasilitas pengangkutan sampah di Samosir juga menjadi sorotan. Di sekitar kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Samosir, terlihat puluhan bak sampah dan kendaraan viar untuk pengangkutan limbah yang dibiarkan menjadi barang rongsokan.

Warga dan pelaku usaha mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan pengecekan terkait biaya perawatan dan status fasilitas tersebut. Mereka juga berharap pemerintah daerah lebih serius menangani permasalahan kebersihan, mengingat kebersihan adalah faktor penting dalam mendukung sektor pariwisata.
(Satu/N-01)

BACA JUGA  Wabup Samosir Buka Sosialisasi dan Bimtek SIPD-RI se-Sumut

Dimitry Ramadan

Related Posts

Bandoeng 10K Bagian dari Strategi Pembangunan Kota Lewat Sport Tourism

LOMBA lari Bank BJB Bandoeng 10K disebut bukan sekadar agenda olahraga, tetapi juga mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, ekonomi, hingga memperkuat kolaborasi antarkota melalui konsep The Ultimate 10K Series. “Rangkaian Bandoeng…

DPD Al-Hidayah Jabar Gelar Tasyakur Bin Ni’mah Usai Musda Partai Golkar

MUSYAWARAH Daerah (Musda) Partai Golkar Jawa Barat selesai dilaksanakan belum lama ini. Daniel Muttaqien Syafiuddin terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat periode 2026-2030. Sebagai bentuk rasa syukur atas…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bhayangkara Presisi Juara AVC Men’s Volleyball Champions League

  • May 18, 2026
Bhayangkara Presisi Juara AVC Men’s Volleyball Champions League

Menang Dramatis Atas PSM, Persib di Ambang Hat-trick Juara

  • May 17, 2026
Menang Dramatis Atas PSM, Persib di Ambang Hat-trick Juara

Pemerintah Tetapkan Iduladha Jatuh pada Rabu 27 Mei

  • May 17, 2026
Pemerintah Tetapkan Iduladha Jatuh pada Rabu 27 Mei

Aksi Flare Sedikit Nodai Pesta Gol Bali United

  • May 17, 2026
Aksi Flare Sedikit Nodai Pesta Gol Bali United

Xabi Alonso Resmi Jadi Arsitek Anyar Chelsea

  • May 17, 2026
Xabi Alonso Resmi Jadi Arsitek Anyar Chelsea

Bandoeng 10K Bagian dari Strategi Pembangunan Kota Lewat Sport Tourism

  • May 17, 2026
Bandoeng 10K Bagian dari Strategi Pembangunan Kota Lewat Sport Tourism