Eksepsi Ditolak, Pengacara Sebut Prosedur tidak Dilakukan

JAKSA penuntut umum (JPU) menolak eksepsi dari penasihat hukum Supriyani, guru honorer SDN 4 Baito, Kabupaten Konawe Selatan, di Pengadilan Negeri Andoolo, Senin (29/10).

JPU yang juga Kepala Kejaksaan Negeri Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, Ujang Sutisna menyatakan pihaknya menolak ekspesi yang dibacakan oleh penasihat hukum Supriyani dalam sidang lanjutan kasus dugaan penganiayaan.

“Pada dasarnya eksepsi kita tolak apa yang dimintakan penasihat hukum terkait beberapa yang sudah tidak menyangkut pokok materi perkara,” kata Ujang Sutisna.

Beberapa poin dari eksepsi yang ditolak karena dianggap tidak memenuhi dalam Pasal 156 KUHP. Dan poin-poin tersebut telah dibacakan dalam persidangan.

JPU dan penasehat hukum terdakwa hanya sepakat melanjutkan sidang tersebut ke pokok materi perkara.

BACA JUGA  Dua Pejabat Polsek Baito Dicopot, Kapolri Turunkan Tim

JPU Kejaksaan Negeri Konawe Selatan mendakwa  Supriyani  dengan pasal berlapis kekerasan terhadap anak di bawah umur.

Penasihat hukum guru Supriyani, Andre Darmawan tetap melanjutkan eksepsi. Ia menyampaikan bahwa secara formil perkara sudah jelas.

Yakni melanggar undang-undang sistem peradilan anak karena terdapat banyak prosedur yang tidak dilakukan.

“Misalnya, laporan meminta kepada pekerja sosial untuk melakukan pendampingan, kemudian kepada pembimbing kemasyarakatan itu juga tidak dilakukan,” ucap Andre.

Dia juga mengungkapkan bahwa dalam perkara tersebut juga terdapat pelanggaran kode etik.

Salah satunya benturan kepentingan karena penyidik dan pelapor dalam kasus tersebut merupakan rekan satu kantor yang sama, yaitu di Polsek Baito.

Termasuk juga pemaksaan kepada terdakwa untuk mengakui perbuatannya. Padahal Supriyani tidak pernah melakukan.

BACA JUGA  Jaksa Penuntut Umum Menuntut Bebas Supriyani

“Ada permintaan uang juga Rp50 juta. Jadi, itu semua pelanggaran prosedur,” jelasnya.

Baca Yasin dan mobil dinas dilempari

Di luar persidangan, masih diwarnai aksi para guru berkumpul di PN Andoolo sambil membacakan surat Yasin sebagai bentuk dukungan terhadap Supriyani.

Sementara itu mobil dinas Camat Baito Konawe Selatan dilempari oleh orang tidak dikenal.

Kaca mobil bagian Samping kiri pecah seperti terkena lemparan benda. Mobil itu dikendarai oleh Penjabat Kepala Desa Ahuangguluri, Herwan Malengga.

Ia menggunakan mobil itu ia untuk pulang ke rumah untuk izin makan. Namun diperjalanan ada yang melempari sehingga kaca pecah.

Camat Baito Sudarsono maupun Pj Kades Ahuangguluri, Herwan Malengga sudah melaporkan ke polisi.

BACA JUGA  PB PGRI Minta Supriyani Dibebaskan Dari Tuntutan Hukum

Selama ini mobil itu digunakan untuk antar jemput Supriyani ke pengadilan dan didampingi Camat Baito, Sudarsono.

Untuk sementara waktu Supriyani tinggal di rumah jabatan camat selama masa penangguhan penahanan dari Kejari Kendari. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Lantik 80 Kepala Desa, Bupati Sidoarjo Tegaskan tidak Ada Lagi Sekat Politik

BUPATI Sidoarjo Subandi meminta semua kepala desa segera membaur dan menghilangkan sekat-sekat politik pasca-Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Hal tersebut dikatakan Subandi seusai melantik 80 kepala desa (kades) terpilih di Pendopo…

Pencarian Lansia Hilang di Hutan Selorejo belum juga Berhasil

TIM SAR Gabungan belum juga berhasil menemukan lansia yang dilaporkan hilang di kawasan Hutan Selorejo, Kalurahan Sodo, Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul hingga Jumat (26/6). Kepala Kantor SAR Yogyakarta, Rio Banupanitis,…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Lantik 80 Kepala Desa, Bupati Sidoarjo Tegaskan tidak Ada Lagi Sekat Politik

  • June 29, 2026
Lantik 80 Kepala Desa, Bupati Sidoarjo Tegaskan tidak Ada Lagi Sekat Politik

Sukses Singkirkan Afrika Selatan, Kanada Makin Pede Hadapi Lawan di 16 Besar

  • June 29, 2026
Sukses Singkirkan Afrika Selatan, Kanada Makin Pede Hadapi Lawan di 16 Besar

Sambut Tahun Baru Islam, LMI Ajak Anak Yatim Belajar Kelola Sampah

  • June 29, 2026
Sambut Tahun Baru Islam, LMI Ajak Anak Yatim Belajar Kelola Sampah

Buat Sejarah, Timnas Voli Indonesia Jadi Juara AVC Cup 2026

  • June 28, 2026
Buat Sejarah, Timnas Voli Indonesia Jadi Juara AVC Cup 2026

Jumlah Korban Meninggal akibat Gempa Venezuela 1.430 orang

  • June 28, 2026
Jumlah Korban Meninggal akibat Gempa Venezuela 1.430 orang

UII Lantik 88 Lulusan Perdana Program Profesi Insinyur

  • June 28, 2026
UII Lantik 88 Lulusan Perdana Program Profesi Insinyur