Stunting Tertinggi di 4 Kapanewon Sleman Bukan Daerah Miskin

ANGKA stunting tertinggi di Kabupaten Sleman tersebar di wilayah Kapanewon (Kecamatan) Seyegan, Minggir, Pakem dan Turi. Keempat kapanewon ini bukan daerah miskin.

Berdasarkan Audit Kasus Stunting (AKS) yang dilakukan di Seyegan dan Pakem, kasus stunting disebabkan pola makam balita tidak tepat.

Makanan diberikan belum adekuat karena menitikberatkan pada camilan.

“Jadi masih pada pola asuh belum bagus. Salah satunya menitikberatkan pada camilan ke anak, tidak ada jadwal teratur ketika makan, ini dimulai ketika MPASI,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama.

“Seyegan dan Pakem tertinggi pada tahun 2023, sekarang bergeser ke Minggir dan Turi, meskipun Seyegan dan Pakem masih tinggi juga,” lanjutnya.

BACA JUGA  Wisatawan Lokal KU 35-44 Belanjanya Paling Rendah

Kapanewon Minggir menjadi Kapanewon dengan angka stunting tertinggi, yaitu 8,5 persen.

Disusul Kapanewon Pakem sebesar 7,5 persen, lalu Kapanewon Seyegan sebesar 7,08 persen, dan Kapanewon Turi sebesar 6,61 persen.

Ia menduga para orang tua yang bekerja  kemudian menitipkan anak-anaknya kepada pengasuh atau nenek yang tidak memiliki pengetahuan cukup terkait asupan gizi anak.

“Stunting di Sleman bukan karena kemiskinan. Data kami, (stunting) yang disebabkan kemiskinan hanya 5 persen, sedangkan 90 persen ke atas karena pola asuh,” tutur Cahya.

Selain itu stunting disebabkan masih adanya ibu hamil yang berisiko tinggi melahirkan bayi prematur.

Cahya menyebut di empat Kapanewon tersebut masih banyak bayi lahir dengan berat badan rendah.

BACA JUGA  Hari Keluarga Nasional Momentum Percepat Penurunan Stunting

“Tingginya angka stunting disebabkan oleh tata laksana follow up bayi prematur atau berat badan lahir rendah (BBLR) yang kurang optimal,” jelasnya.

Stunting di Sleman jadi tanggungjawab bersama

Angka stunting di Kabupaten Sleman tahun 2024 melalui pengukuran Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) di angka 4,41 persen.

Selain itu akses ke penjaminan pembiayaan kesehatan masih belum merata. Hal itu disebabkan banyak warga belum memahami bahwa stunting juga ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Pemberian insentif asupa gizi balita berupa makanan tambahan (PMT) tidak sesuai target.

Kemudian kasus perawakan pendek non stunting atau kasus stunting dengan red flag belum semua dirujuk untuk ditangani dokter spesialis anak.

BACA JUGA  Hujan dan Angin Kencang di Sleman Tumbangkan Puluhan Pohon

“Dan perilaku merokok di rumah tangga. Ini menyebabkan infeksi pernapasan berulang pada balita,” pungkasnya.

Penjabat Sementara Bupati Sleman Kusno Wibowo menegaskan sampai saat ini stunting di Sleman masih menjadi pekerjaan harus diselesaikan bersama.

“Penurunan angka stunting bukan hanya tanggungjawab dinas kesehatan, tetapi menjadi tanggungjawab seluruh OPD menyesuaikan dengan ketugasannya,” kata Kusno kepada wartawan, Senin (14/10).(AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

SEORANG ibu bersama anaknya terkubur bencana tanah longsor yang menimpa sebuah rumah di Desa Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu (13/5). Namun berkat kerja keras Tim SAR…

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

PAGUYUBAN Pencinta Seni Nusantara dan Estetika Budaya (PSNB) menggalang sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebagai upaya pelestarian seni tradisional di wilayah tersebut. Untuk itu mereka beraudiensi dengan Wakil Bupati Sidoarjo…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC

  • May 13, 2026
Bekuk Al-Rayyan 3-1, Hyundai Capital Lolos ke Semifinal AVC

Program Terpujilah GURU dari Sumedang Dirilis Telkomsel

  • May 13, 2026
Program Terpujilah GURU dari  Sumedang Dirilis Telkomsel

Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

  • May 13, 2026
Awal Gemilang Bhayangkara di AVC Men’s Volleyball Champions League

Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

  • May 13, 2026
Ibu dan Dua Anak Terkubur Longsor di Tanah Sepenggal, Seorang Meninggal

Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

  • May 13, 2026
Bandara Juanda Sabet Penghargaan WISCA 2026

Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara

  • May 13, 2026
Perkuat Identitas Budaya, PSNB Ajak Pemkab Sidoarjo Lestarikan Seni Nusantara