Uni Eropa Kecam Serangan Mematikan Israel ke Sekolah di Gaza

AGRESI Israel yang kian menjadi-jadi ke wilayah Palestina mengundang keprihatinan banyak pihak. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell teranyar mengecam serangan Israel ke sebuah sekolah yang menampung para pengungsi warga Palestina di Jalur Gaza tengah.

“Mengerikan melihat gambar-gambar dari sekolah penampungan di Gaza yang terkena serangan Israel, yang kabarnya menelan puluhan korban di kalangan warga Palestina,” tulis Borrel di X seperti dikutip Anadolu, Minggu (11/8).

Sedikitnya 100 orang tewas dan sejumlah lainnya luka-luka saat pesawat Israel menyerang para pengungsi yang merupakan warga Palestina sedang menjalankan salat subuh di Sekolah Al-Taba’een di daerah Al-Daraj.

Borrell menekankan tidak ada pembenaran atas aksi pembantaian semacam itu, khususnya yang menargetkan lembaga pendidikan yang difungsikan sebagai tempat perlindungan bagi warga sipil.

Dia menyoroti jumlah korban yang mengkhawatirkan sejak konflik mulai muncul pada awal Oktober 2023. Menurut sejumlah laporan. Sudah lebih dari 40 ribu warga Palestina tewas akibat agresi militer Israel.

“Kami menyesalkan dan mengutuk penolakan Menteri (Bezalel) Smotrich — yang bertentangan dengan kepentingan rakyat Palestina — untuk mencapai sebuah kesepakatan,” katanya.

Smotrich, yang memimpin partai Zionisme Religius sayap kanan di Israel pekan lalu mengecam usulan gencatan senjata di Gaza dengan menyebutnya sebagai perangkap berbahaya.

Borrell menegaskan kembali bahwa gencatan senjata masih merupakan satu-satunya cara untuk menghentikan pembunuhan warga sipil dan mengamankan pembebasan sandera.

Pemerintah Belgia juga mengutuk serangan Israel. “Perang ini harus dihentikan segera. Menargetkan infrastruktur sipil melanggar hukum internasional dan tidak dapat diterima,” kata Menteri Luar Negeri Belgia Hadja Lahbib di media sosial X.

Gelombang serangan Israel di Jalur Gaza telah menewaskan hampir 39.800 korban sejak Oktober 2023, menyusul serangan lintas batas yang dilakukan kelompok pejuang Palestina, Hamas.

Mahkamah Internasional (ICJ) menuding Israel telah melakukan genosida di Gaza. ICJ telah memerintahkan Israel untuk segera menghentikan operasi militer di Rafah. Di kota bagian selatan itu, lebih dari satu juta warga Palestina mencari perlindungan dari perang sebelum mereka diserang Israel pada 6 Mei. (Ant)

  • Anton Kustedja

    Related Posts

    Korban Gempa Jepang Terus Bertambah

    KORBAN jiwa dalam bencana gempa di Jepang terus bertambah. Hal itu karena belum semua gedung atau rumah-rumah yang roboh dibersihkan. Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, Rabu, menyampaikan korban meninggal dunia…

    Puluhan Orang Luka-luka akibat Gempa Jepang

    GEMPA berkekuatan M 7,1 mengguncang Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang. Menurut otoritas di Prefektur Kumamoto, Jepang, satu orang tewas dan lebih dari 50 orang terluka akibat bencana tersebut. Sementara itu, Badan…

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Jangan Lewatkan

    Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

    • July 30, 2026
    Polisi dan TNI Berjibaku Padamkan Karhutla di Perhutani Banyumas

    Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

    • July 30, 2026
    Buka Kongres Alumni Jesuit, Sri Sultan Berharap Jadi Ruang Batin

    Tim KKN UGM Gelar Aksi Bersih Pantai di Pulau Bawean dengan Warga

    • July 30, 2026
    Tim KKN UGM Gelar Aksi Bersih Pantai di Pulau Bawean dengan Warga

    Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

    • July 30, 2026
    Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

    Persib dan Jubelo Kelola 65,4 Ton Sampah Sepanjang Musim 2025/2026

    • July 30, 2026
    Persib dan Jubelo Kelola 65,4 Ton Sampah Sepanjang Musim  2025/2026

    Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor dengan IPK 4.00

    • July 30, 2026
    Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor  dengan IPK 4.00