PKK DIY Diminta Bisa Membaca Zaman

GUBERNUR DIY KGPAA Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan istilah ‘kesatuan gerak’ dalam Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) tidak sekadar dimaknai sebagai kesatuan antarpengurus ataupun antarjenjang organisasi.

Lebih dari itu, kesatuan gerak merupakan kesatuan antara niat baik, tindakan nyata, manfaat, dan dampak yang dirasakan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Gubernur DIY dalam amanat tertulis yang dibacakan Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X pada Puncak Peringatan Ke-54 Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK DIY Tahun 2026 di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin (24/08).

Memberi arti

GKR Hemas dan Gusti Putri. (Dok.Ist)

Dikatakan, keberhasilan sebuah gerakan tidak diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari sejauh mana kehadirannya mampu memberikan arti.

“Sehingga, pada kesempatan yang baik ini, saya harap PKK Daerah Istimewa Yogyakarta terus menghidupkan esensi itu, yaitu sebuah gerakan yang dekat dengan realitas sehari-hari, mampu membaca perubahan zaman, namun tetap berpijak pada nilai-nilai kebersamaan yang menjadi kekuatan masyarakat kita,” sebut Sri Sultan.

Gubernur mengungkapkan harapan tersebut menjadi semakin relevan di tengah perubahan zaman yang berlangsung semakin cepat. Kemajuan teknologi memang membawa berbagai kemudahan, tetapi tidak selalu membuat kehidupan menjadi semakin berkualitas dan bermakna.

Kemudahan akses informasi pun tidak serta-merta membuat masyarakat semakin cerdas, dewasa, maupun memiliki kepedulian sosial yang lebih kuat.

Ruang pertama manusia belajar

Demikian pula dengan medium komunikasi yang semakin beragam, tetapi dalam banyak hal justru membuat interaksi dan relasi sosial menjadi semakin renggang dan artificial.

Di tengah situasi tersebut, lanjutnya keluarga tetap menjadi ruang pertama tempat manusia belajar tentang tanggung jawab, kepedulian, kedisiplinan, serta kemampuan hidup bersama orang lain.

Karena itu, perhatian terhadap keluarga dinilai tidak pernah menjadi isu yang usang, justru semakin relevan di tengah dunia yang menghadapi perubahan yang semakin cepat.

BACA JUGA  JFW 2026, Ruang Bertemunya Identitas Lokal dan Jejaring Global

“Karena itu pula, PKK tetap penting. Bukan semata-mata karena program-programnya, tetapi karena kemampuannya menjangkau ruang kehidupan yang sering kali tidak tersentuh oleh kebijakan formal.”

“Melalui kader-kader yang bekerja hingga tingkat dasawisma, PKK menjaga agar semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan pemberdayaan masyarakat tetap hidup di tengah perubahan zaman,” jelas Sri Paduka.

Ketahanan sosial

Lebih lanjut Gubernur memberikan apresiasi kepada seluruh kader PKK yang selama ini mengabdikan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk masyarakat. Menurutnya, banyak pekerjaan para kader yang mungkin minim sorotan, namun justru menjadi bagian penting dari ketahanan sosial di lingkungan masyarakat.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tulus. Teriring pula harapan, bahwa semangat pengabdian itu terus terpelihara, dan Hari Kesatuan Gerak PKK ini menjadi momentum bagi kita semua, tanpa terkecuali, untuk memperkuat kembali makna kebersamaan dalam membangun keluarga, masyarakat, dan daerah yang kita cintai,” kata Gubernur.

Gerakan masyarakat

Sementara itu, Ketua Umum TP PKK DIY GKR Hemas mengatakan HKG PKK menjadi momentum untuk meneguhkan kembali peran PKK sebagai gerakan masyarakat.

Merujuk pada tema HKG PKK Nasional, “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”, GKR Hemas menilai tema tersebut perlu diterjemahkan melalui kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan keluarga.

Menurutnya, keluarga merupakan titik awal pembangunan, sementara kader PKK menjadi penggerak yang memastikan program pemberdayaan dapat terimplementasi dengan baik.Kekuatan PKK, lanjut GKR Hemas, terletak pada kedekatannya dengan keluarga, terutama melalui kader hingga tingkat Dasawisma yang mengetahui kondisi masyarakat secara langsung.

BACA JUGA  Giliran KGPAA Paku Alam X Penuhi Pendataan SE2026

Pembangunan harus jangkau keluarga

Karena itu, GKR Hemas berharap PKK terus bergerak dari sekadar melaksanakan kegiatan menjadi penggerak, pendamping, sekaligus penghubung keluarga dengan berbagai program pemerintah.

Dalam konteks DIY, peran tersebut dinilai penting untuk memastikan pembangunan benar-benar menjangkau keluarga yang membutuhkan. Salah satu hal yang perlu dikawal bersama adalah ketepatan sasaran melalui data keluarga, termasuk data desil kesejahteraan.

GKR Hemas menegaskan bahwa PKK bukan pihak yang menetapkan desil, namun kader memiliki posisi strategis untuk membantu memastikan kondisi keluarga di lapangan dapat teridentifikasi dengan baik.

“Jangan sampai ada keluarga rentan yang luput dari perhatian, dan jangan sampai program yang seharusnya diterima keluarga yang membutuhkan justru tidak tepat sasaran,” tutur GKR Hemas.

Ketahanan keluarga

Selain ketepatan sasaran program, GKR Hemas juga mengajak seluruh kader untuk memperkuat ketahanan keluarga.

Baginya, keluarga yang kuat tidak hanya ditandai dengan kemampuan ekonomi, tetapi juga kesehatan, pengasuhan yang baik, perlindungan terhadap perempuan dan anak, dukungan terhadap pendidikan, serta kemampuan menghadapi berbagai perubahan sosial.

Dalam Puncak Peringatan Ke-54 HKG PKK DIY tersebut, sejumlah kegiatan juga digelar sebagai bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan keluarga.

Di antaranya penandatanganan kerja sama TP PKK DIY dengan PDPI Cabang DIY dalam bidang kesehatan, pemberian penghargaan kepada pemenang Story Telling dan Read Aloud untuk menumbuhkan budaya literasi serta membangun karakter anak sejak dini, dan webinar bertema “Mewujudkan Lansia Sehat, Mandiri, Produktif dan Sejahtera”.

Kelompok rentan

Lebih lanjut, GKR Hemas turut memberikan perhatian terhadap lansia sebagai bagian penting dari keluarga yang membutuhkan perhatian dan perlindungan.

BACA JUGA  Keajaiban Zakat dalam Ekosistem Kesejahteraan Umat

Lansia merupakan salah satu kelompok rentan, terutama ketika menghadapi persoalan kesehatan, keterbatasan aktivitas, ketergantungan, maupun perubahan kondisi sosial dan ekonomi.

“Namun demikian, lansia tidak boleh hanya dilihat sebagai kelompok yang harus dilayani. Lansia juga memiliki pengalaman, pengetahuan, dan peran sosial yang sangat berharga bagi keluarga dan masyarakat. Karena itu, kita perlu membangun lingkungan yang memungkinkan lansia tetap sehat, mandiri, produktif, aktif, dan dihargai,” papar GKR Hemas.

Deteksi dini

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia HKG PKK DIY Tahun 2026, GKBRAA Paku Alam dalam laporannya menyampaikan, rangkaian kegiatan HKG PKK DIY telah dilaksanakan dengan menyasar sejumlah aspek penting dalam pemberdayaan keluarga dan masyarakat.

Rangkaian tersebut antara lain berupa bakti sosial melalui pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil guna mendukung pemenuhan gizi dan pencegahan stunting.

Di bidang kesehatan, juga dilaksanakan skrining dan deteksi dini penyakit jantung serta pembuluh darah yang bekerja sama dengan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang DIY.

Sementara dalam upaya mendorong kemandirian ekonomi kader, panitia menggelar pelatihan tata boga berupa pembuatan sambal sekaligus perintisan merek “Pawon PKK DIY”.

Beri dampak positif

Penguatan literasi dilakukan melalui lomba Storytelling dan Read Aloud yang diikuti 50 peserta perwakilan kabupaten/kota se-DIY.

“Harapan kami, program-program yang telah dirintis dapat berlanjut secara berkesinambungan dan memberikan dampak positif yang nyata bagi seluruh masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Gusti Putri. (AGT/A-01)

Admin

Related Posts

Tim Mahasiswa Peternakan UGM Juara I Brawijaya Animal Science Ideas Competition

TIM mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) yang terdiri dari terdiri atas Syahid Ma’ashum, Bangkit Setiyoko dan Naysilla Njenar Mahesa Prihriyanto,  berhasil meraih gelar Juara I Brawijaya Animal…

Bandung Great Sale 2026 Dikunjungi Lebih dari 8.000 Orang

GELARAN Bandung Great Sale (BGS) 2026 mencatat antusiasme tinggi masyarakat selama tiga hari pelaksanaan, 21-23 Agustus 2026. Berdasarkan data sementara dari jumlah pengunjung yang masuk melalui sistem barcode, hampir 8.000…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Bantu Penanganan Pascabencana NTT, UGM Luncurkan Portal Teknologi AI Tech4Disaster

  • August 24, 2026
Bantu Penanganan Pascabencana NTT, UGM Luncurkan Portal Teknologi AI Tech4Disaster

Tim Mahasiswa Peternakan UGM Juara I Brawijaya Animal Science Ideas Competition

  • August 24, 2026
Tim Mahasiswa Peternakan UGM Juara I Brawijaya Animal Science Ideas Competition

PKK DIY Diminta Bisa Membaca Zaman

  • August 24, 2026
PKK DIY Diminta Bisa Membaca Zaman

Ijazah yang tak Sempat Digenggam itu Menjadi Penanda Perjuangan sang Sarjana Tata Boga

  • August 24, 2026
Ijazah yang tak Sempat Digenggam itu Menjadi Penanda Perjuangan sang Sarjana Tata Boga

Sejumlah Kyai Desak NU Kembali ke Khittah

  • August 24, 2026
Sejumlah Kyai Desak NU Kembali ke Khittah

KAI Logistik Ikut Garap Pengeceran Balas untuk Jaga Keandalan Jalur Rel 

  • August 24, 2026
KAI Logistik Ikut Garap Pengeceran Balas  untuk Jaga Keandalan Jalur Rel