Kenali Duck Syndrome dan Cara Mengatasinya

BELAKANGAN ini ramai istilah duck syndrome ditujukan kepada orang tua kelas menengah di Indonesia.

Tetapi juga ditujukan kepada mahasiswa atau profesional muda yang ketakutan menghadapi kegagalan. Apa itu duck syndrome?

Duck Syndrome adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seseorang tampak tenang, bahagia, dan sukses di permukaan, tetapi sebenarnya sedang berjuang keras secara mental dan emosional di balik layar.

Asal-usul istilah:

Istilah ini diibaratkan seperti seekor bebek yang mengapung tenang di atas air, tetapi sebenarnya mengayuh kakinya dengan panik di bawah permukaan agar tetap bergerak.

Ciri-ciri Duck Syndrome:

  • Tampak “baik-baik saja” di depan orang lain, tetapi mengalami stres, kecemasan, atau kelelahan secara diam-diam.
  • Perfeksionisme atau tekanan untuk selalu terlihat berhasil.
  • Sering terjadi pada pelajar, mahasiswa, atau profesional muda yang merasa harus memenuhi standar tinggi (terutama di lingkungan kompetitif).
  • Tidak mau atau takut menunjukkan kelemahan karena khawatir dianggap gagal.
BACA JUGA  4 Mahasiswa UII Ikut Joint Degree Program Dicle University Turkiye

Dampak negatif:

  • Gangguan kesehatan mental (seperti burnout, anxiety, depresi).
  • Merasa sendirian karena tidak ada orang yang tahu kondisi sebenarnya.
  • Sulit untuk meminta bantuan karena merasa harus tetap terlihat kuat.

Cara mengatasi:

  • Mengakui bahwa tidak apa-apa untuk merasa kesulitan.
  • Mencari dukungan dari teman, keluarga, atau profesional (seperti konselor).
  • Mengurangi tekanan untuk selalu sempurna.
  • Menjaga keseimbangan antara kerja dan istirahat. (*/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Kolaborasi Desainer Deden dan Brand Scraf Kisera Pukau Pengunjung

KOLABORASI desainer Deden Siswanto dengan brand scarf Kisera pada peragaan busana di Central Park Jakarta pada Sabtu (7/3) mendapat sambutan dari pengunjung. Apalagi saat mereka mengetahui bahwa busana yang ditampilkan…

Penting! Tetap Berolahraga Meski Puasa

HOSPITAL Director Siloam International Hospitals, S.A. Erich Richardo, mengatakan bulan Ramadan juga menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan. Pada media gathering yang digelar Senin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

BMKG Prediksi Bandung Raya  Lebih Kering pada Musim Kemarau 2026

  • March 16, 2026
BMKG Prediksi Bandung Raya  Lebih Kering pada Musim Kemarau 2026

Wagub DIY Lepas Keberangkatan Mudik 1.800 Pedagang Warmindo

  • March 16, 2026
Wagub DIY Lepas Keberangkatan Mudik 1.800 Pedagang Warmindo

PBVSI Siap Menaturalisasi 4 Pebola Voli Asal Brasil

  • March 16, 2026
PBVSI Siap Menaturalisasi 4 Pebola Voli Asal Brasil

Jelang Lebaran, Ratusan Driver Ojol Janda di Sidoarjo Terima Paket Sembako

  • March 16, 2026
Jelang Lebaran, Ratusan Driver Ojol Janda di Sidoarjo Terima Paket Sembako

Fapet UGM UGM dan Pemda DIY Kerjasama Tingkatkan Kualitas Ternak

  • March 16, 2026
Fapet UGM UGM dan Pemda DIY Kerjasama Tingkatkan Kualitas Ternak

Standar Pengerjaan Buruk, Farhan Bekukan Izin Pembangunan BRT

  • March 16, 2026
Standar Pengerjaan Buruk, Farhan Bekukan Izin Pembangunan BRT