Plakat Penghormatan Martabat Kemanusiaan untuk Paus

KETUA Umum GP Ansor Addin Jauharuddin menyerahkan Plakat Penghormatan Martabat Kemanusiaan untuk Paus Fransiskus kepada Romo Fadjar Tedjo Soekarno PR dari Keuskupan Malang.

Penyerahan plakat di sela-sela inaugirasi Ansor Istimewa, di Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta di Gamping, Sleman, Sabtu (26/4).

Usai menyerahan, Addin Jauharuddin menjelaskan plakat tersebut bentuk penghormatan dan kecintaan GP Ansor kepada pemimpin agama Roma Katolik tersebut.

“Meski ini kecil namun merupakan bentuk kecintaan kami kepada Paus Fransiskus. Beliau bukan hanya seorang pemimpin agama tapi beliau adalah jembatan perdamaian dunia,” kata Addin.

Pesan terakhir sebelum meninggal, Sri Paus Fraksiskus juga masih memikirkan perdamaian dengan menekankan bagaimana hubungan Israel dengan Palestina. “Ini adalah usulan yang bagus dari seorang pemimpin agama,” katanya.

BACA JUGA  Terowongan Silaturahim Jadi Tempat Dialog dan Perjumpaan

Paus Fraksiskus pernah mengunjungi Indonesia dan melihat secara langsung terowongan cinta yang menghubungkan Gereja Katedral dengan Masjid Istiqlal di Jakarta.

Sri Paus juga memberikan pesan-pesan perdamaian yang patut diperjuangkan ketercapaiannya.

Addin mengaku pernah berkunjung ke Vatikan bersama tokoh-tokoh pemuda lintas agama dan bertemu langsung dengan Sri Paus.

Plakat Penghormatan Martabat Kemanusiaan untuk sosok perdamaian

Dalam pertemuan di Vatikan, Paus memberikan kejutan kepada GP Ansor dengan penandatanganan dokumen yang secara khusus untuk GP Ansor.

“Pesan Sri Paus agar Ansor terus menjadi lokomotif penggerak perdamaian tidak hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia,” katanya.

Ia mengaku sangat terkesan dan mengajak semua kalangan untuk meneguhkan agar pemikiran-pemikiran Paus Fransiskus ini tidak berhenti setelah Sri Paus wafat.

BACA JUGA  Paus Fransiskus Wafat di Usia 88 Tahun

Jika semua bisa turun menjadi agregator perdamaian, ujarnya, maka tidak ada yang tidak bisa diselesaikan. Ia berharap agar pelanjut Tahta Suci atau Paus yang baru, bisa seperti Paus Fransiskus.

“Menjadi pengayom banyak orang, banyak umat. Termasuk kesederhanaannya, kepedulian dan toleransinya,” katanya.

Sementara Romo Fadjar Tedjo Soekarno PR dari Keuskupan Malang mengaku terkejut dengan adanya penyerahan tanda penghormatan ini,” katanya.

Romo Fadjar pernah bersama Gus Addin berada di Vatikan dalam acara yang sama. Salah satu agendanya adalah menandatangani Deklarasi Vatikan dan Jakarta meneruskan Deklarasi Abu Dhabi.

“Sungguh Penghormatan Martabat Kemanusiaan ini luar biasa dan harus saya sampaikan, saya antarkan ke Vatikan. Karena ini bukan untuk saya tetapi untuk Sri Paus,”katanya.

BACA JUGA  Kunjungan Paus Fransiskus Mempererat Hubungan Antarumat

Romo Fadjar juga menegaskan, dokumen Abu Dhabi selama ini tidak bertutur tentang akidah, tetapi cerita kemanusiaan.

Dokumen Abu Dhabi itu dikuatkan lagi dengan Dokumen Fratelli Tutti yang menghendaki semua orang itu bersaudara.

Hal itu, jelasnya sejalan dengan Sri Paus Fransiskus yang menurut Romo Fadjar adalah iklan kemanusiaan yang berjalan.

nDak perlu ngomong semua sudah tahu. Ini menjadi tantangan berat bagi kami, lha Paus-e koyo ngono kok kowe koyo ngono,” katanya. (AGT/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

DIREKTORAT Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Jawa Tengah mengungkap sejumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Salah satunya dugaan kekerasan fisik dan…

TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak

TIM Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Jawa Barat (Jabar) memasuki babak baru kepemimpinan setelah Samantha Dewi Erwan Setiawan resmi dilantik sebagai Ketua TP PKK Provinsi Jabar periode tahun…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

  • June 30, 2026
Lurah Condongcatur Resmi Jadi Tersangka Kasus Tanah Kas Desa

Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

  • June 30, 2026
Kasus Kekerasan pada Perempuan dan Anak masih Marak di Jateng

Polda Jateng Berhasil Ungkap 75 Kasus 3C Selama Juni 2026

  • June 30, 2026
Polda Jateng Berhasil Ungkap 75 Kasus 3C Selama Juni 2026

Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

  • June 30, 2026
Dinyatakan Bersalah, Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun

TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak

  • June 30, 2026
TP PKK Jabar Bertekad Entaskan Stunting dan Lindungi Perempuan-Anak

Pemprov Jabar Depositkan Rp1 M untuk Korban Penyekapan

  • June 30, 2026
Pemprov Jabar Depositkan Rp1 M untuk Korban Penyekapan