Potensi Risiko Tsunami Saat Mudik di Sekitar Bandara YIA

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan potensi risiko tsunami di sekitar Bandara Yogyakarta International Airport (YIA),  Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Potensi risiko tsunami  saat mudik Lebaran 2025. Pernyataan itu disampaikan oleh Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam Raker dengan Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (11/3).

Pernyataan itu menjadi ramai dan viral apalagi untuk warga di Kabupaten Kulon Progo, DIY. Dwikorita menjelaskan bahwa peringatan potensi risiko tsunami untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

“Titik resiko yang perlu diwaspadai salah satunya Jalan Underpass Lintas Selatan Bandara Yogyakarta di Kulon Progo. Underpass di situ adalah zona rawan tsunami,” ujar Dwikorita.

Underpass tersebut ramai dilalui kendaraan dari dan keluar Bandara YIA. Lokas Bandara YIA dekat dengan Samudra Hindia. Bila para penumpang pesawat sedang berada di ruang tunggu akan melihat pemandangan indah laut dalam jarak dekat.

BACA JUGA  Operasi Modifikasi Cuaca untuk Karhutla Riau Selama 8 Hari

Di dalam area bandara telah diberi tanda evakuasi bila terjadi tsunami. Bandara dibangun dengan struktur tahan gempa. YIA juga didukung dengan sejumlah peralatan untuk pemantauan tsunami.

Risiko tsunami dan kesiagaan Bandara YIA

BMKG telah memasang INA TEWS (tsunami early warning system) dan Intensity meter yang ditempatkan di lokasi check in.

Selain itu ada dua radar tsunami yang dipasang di Pantai Parangtritis Bantul dan Pantai Keburuhan Purworejo. Meskipun peralatan pemantau tsunami sudah tersedia, Dwikorita tetap mengeluarkan sejumlah rekomendasi.

Ia menyarankan agar pemerintah menerapkan skema buka tutup lalu lintas di ruas masuk ke underpass. Langkah ini dapat mengurangi kepadatan kendaraan dalam terowongan jika sewaktu-waktu terjadi situasi darurat.

BACA JUGA  Delapan Kecamatan di NTB Siaga Kekeringan

“Skema buka tutup itu pada ruas masuk ke jalan underpass yang berupa terowongan, sekaligus menyosialisasikannya sejak dini ke masyarakat,” terangnya.

Selain itu, Dwikorita juga menekankan, pentingnya memastikan bahwa sistem buka tutup tersebut berjalan lancar tanpa hambatan.

“Mohon dipastikan dari Kementerian PUPR karena gate buka tutupnya itu jangan sampai macet,” ujarnya.

“Karena kalau macet tidak bisa buka atau tidak bisa nutup, nanti mobil-mobil akan terjebak di dalam terowongan itu saat evakuasi tsunami,” lanjut Dwikorita.

Peringatan dari BMKG jauh hari sebelum dimulai arus mudik untuk antisipasi sejak dini. Sebab jumlah pemudik menuju DIY akan meningkat drastis. (*/S-01)

BACA JUGA  Gempa Landa Jabodetabek pada Rabu Malam

Siswantini Suryandari

Related Posts

Sunflower Angel Pikat Ribuan Pengunjung Candi Prambanan

CANDI Prambanan menjadi semakin menarik dengan hadirnya instalasi seni Sunflower Angel. Berlangsung pada 21 Mei hingga 14 Juni 2026, pameran ini menghadirkan karya seni bunga matahari yang berdiri megah berlatar…

Sukses Atasi Mozambik, John Herdman Puji Semangat Pemain

TIM Nasional Indonesia berhasil mengalahkan Mozambik 1-0 dalam laga FIFA Matchday di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (9/6/2026) malam WIB. Satu-satunya gol kemenangan skuat Garuda itu dicetak Ole…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Sunflower Angel Pikat Ribuan Pengunjung Candi Prambanan

  • June 10, 2026
Sunflower Angel Pikat Ribuan Pengunjung Candi Prambanan

Sukses Atasi Mozambik, John Herdman Puji Semangat Pemain

  • June 9, 2026
Sukses Atasi Mozambik, John Herdman Puji Semangat Pemain

Pemprov Jabar Raih Penghargaan dalam Penurunan Stunting

  • June 9, 2026
Pemprov Jabar Raih Penghargaan dalam Penurunan Stunting

KDM Siap Sempurnakan Pelaksanaan SPMB

  • June 9, 2026
KDM Siap Sempurnakan Pelaksanaan SPMB

Jabar Promosikan Teh, Kopi dan Kakao di WIITEX 2026

  • June 9, 2026
Jabar Promosikan Teh, Kopi dan Kakao di WIITEX 2026

UIN Sunan Kalijaga Buka Jurusan Magister Matematika

  • June 9, 2026
UIN Sunan Kalijaga Buka Jurusan Magister Matematika