
MASYARAKAT Transportasi Indonesia (MTI) mendorong pemerintah meniadakan program mudik motor gratis (Motis) di Pulau Jawa dalam kegiatan angkutan lebaran yang diselenggarakan Kementerian Perhubungan. Sebab kapasitasnya kurang dari 1 persen dari total pemudik sepeda motor.
“Saya cermati program Motis, tidak berpengaruh terhadap upaya mengurangi pemudik sepeda motor. Lebih bijak, menambah kapasitas angkutan bus dan KA gratis,” tegas Wakil Ketua Umum Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah MTI Pusat, Djoko Setijowarno dalam penjelasannya yang diterima Mimbar Nusantara, Minggu (22/2/2025).
Dia paparkan, setiap tahun dilakukan perhitungan proyeksi tahunan pemudik berlebaran berdasar survei yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan. Hasilnya pilihan menggunakan sepeda motor ada diperingkat kedua setelah mobil pribadi.
Kuota mudik gratis
Setidaknya tiga tahun data tiga tahun terakhir menunjukkan hal itu. Pada 2022, jumlah pemudik berdasarkan jenis moda, sepeda motor 14,9 juta orang (18,7%). Lalu di 2023, sebanyak 25,13 juta orang (20,30%) dan di 2024 yakni 31,12 juta orang (16,07%).
Merujuk data kuota mudik gratis dari Kementerian Perhubungan 2024, kapasitas total 2023 sebanyak 16.340 unit sepeda motor. Rinciannya Ditjenhubdat 800 unit, Ditjen Perkeretaapian 10.440 unit dan Ditjenhubla 5.000 unit).
Sementara tahun 2024, kapasitas total 17.880 unit sepeda motor, melalui Ditjenhubdat 900 unit, Ditjen. Perkeretaapian 12.180 unit dan Ditjenhubla 4.800 unit).
Bukan jarak jauh
“Masyarakat sudah cenderung transportasi umum, yaitu kereta antar kota dan bus antar kota. Sepeda motor tidak dirancang untuk perjalanan jarak jauh, meski dalam perkembangannya kerap digunakan untuk perjalanan jarak jauh, terutama saat mudik lebaran,” sergah Djoko.
Maraknya mudik menggunakan sepeda motor sejak tahun 2005, setelah ada kebijakan pembelian sepeda motor dapat dilakukan dengan angsuran.
Sebelumnya, upaya memperoleh sepeda motor harus membeli dengan lunas.
“Mudahnya mendapatkan sepeda motor menjadikan produksi sepeda motor meningkat pesat. Sebelum 2005, produksi sepeda motor masih di bawah 3 juta unit per tahun,” lugas Djoko.
Namun sekarang sudah sudah mencapai 8 juta unit per tahun, meningkat dua kali lipat lebih. Dan bersamaan dengan itu angka kecelakaan tertinggi dari pengguna sepeda motor.
Dia masih menoleransi, jika program Motis untuk mudik lebaran ini menggunakan kapal laut, dari Jakarta menuju Semarang dan Surabaya. “Begitu labuh, perjalanan darat tidak lebih 3 jam menuju lokasi tujuan. Ini masih ditoleransi,” ujarnya
Tidak perlu
Lain halnya di Provinsi Lampung, setelah tiba di ibukota kabupaten, masih melanjutkan lagi dengan sepeda motor yang jaraknya masih cukup jauh. Dan di sana masih minim angkutan umum.
Karena itu, MTI berpendapat, bahwa mudik sepeda motor gratis di Pulau Jawa tidak diperlukan lagi. Data BPS 2024, prosentase sepeda motor 84,5% dari jumlah kendaraan bermotor di Indonesia.
Artinya, bahwa rata-rata setiap rumah tangga sudah memiliki sepeda motor dan jarak dari stasiun atau terminal bus ke tujuan tidak begitu jauh masih tersedia moda lanjutan cukup banyak di Pulau Jawa. Minimal pemudik bisa dijemput keluarganya menggunakan sepeda motor.
Berdasar data Korlantas Polri per 29 Agustus 2024, jumlah sepeda motor di Indonesia mencapai 137.350.299 unit. Sementara, Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) mencatat penjualan sepeda motor di Indonesia pada tahun 2024 mencapai 6.333.310 unit atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu 6.236.992 unit. (WID/N-01)







