Sepeda Motor untuk Mudik Jadi Pilihan Terbanyak Tahun Ini

SEPEDA motor untuk mudik menjadi pilihan terbanyak digunakan oleh pemudik untuk pulang kampung.

Pengumpulan pendapat yang dilakukan sebuah media nasional pada 4-7 Maret disebutkan bahwa pilihan kendaraan perjalanan Mudik Lebaran 2025 terbanyak masih sepeda motor sebanyak 42,5 persen.

Hasil survei menyebutkan jumlah orang yang ikut dalam perjalanan mudik dengan sepeda motor sendirian sebanyak 17,1%, dua orang (27,6%), 3 orang (22,4 %), 4 orang (25%), dan 5 orang (7,9%).

Potensi mudik lebaran 2025 menggunakan sepeda motor dimuati lebih dari 3 orang cukup tinggi, yakni mencapai  55,3%.

Pakar transportasi Djoko Setijowarno terus mengingatkan Pemerintah agar melarang sepeda motor dipergunakan untuk arus mudik Lebaran. Lebih disarankan pemerintah terus memperbanyak kapasitas mudik gratis menggunakan bus dan kereta api.

“Sebaiknya sepeda motor tidak dianjurkan untuk mudik karena berisiko tinggi terlibat kecelakaan lalu lintas, dengan jatuh korban tertinggi,” kata Djoko Setijowarno, Selasa (18/3).

BACA JUGA  Pengemudi Mobil Tersangka Kecelakaan Maut di Pekanbaru

“Terutama berboncengan lebih dari satu orang, dengan membawa barang yang berlebihan,” lanjut Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Selasa (18/3).

Menurutnya mudik lebaran menggunakan sepeda motor mulai marak terjadi pada era 2005, seiring munculnya beleid Pemerintah tentang pembelian sepeda motor tidak harus lunas.

Data menunjukkan sebelum 2005 produksi sepeda motor per tahun hanya kisaran 2 juta unit-3 juta unit. Tetapi mulai 2005, produksi melonjak pada kisaran 7 juta-8 juta unit setiap tahun.

Bersamaan itu mulailah pemudik naik sepeda motor untuk mudik Lebaran. Sitiluasi terminal penumpang yang sebelum 2005, terlihat ramai dan penumpang berebut memasuki bus.

Kemudian berangsur surut saat momen mudik Lebaran. Sementara jalanan mulai dipenuhi sepeda motor disamping mobil.

Menurutnya tanpa ada panduan keselamatan berkendara dari Pemerintah, masyarakat berjejal menggunakan sepeda motor untuk berperjalanan jarak jauh.

BACA JUGA  Walikota Semarang Siagakan Layanan Darurat Command Center 112

Sepeda motor untuk mudik jadi pilihan

Sepanjang 20 tahun arus mudik Lebaran menggunakan sepeda motor pun, kecelakaan menjadi warna kuat di jalan raya. Celakanya, ada kesan pembiaran memakai sepeda motor melebihi kapasitas dua orang.

Padahal itu melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang melarang pemanfaatan sepeda motor untuk dimuati lebih dari dua orang tanpa kereta samping.

Menurut akademisi Teknik Sipil Universitas Soegijopranoto Semarang itu, sepeda motor bukan merupakan kendaraan yang menjamin keselamatan dan keamanan.

Sebabnya antara lain fitur perlindungan minim. Perlindungan tidak terjamin dan amat terbatas pada kelengkapan yang dikenakan pengemudi dan penumpang.

Lebih dari itu, sepeda motor tidak dirancang untuk perjalanan jarak jauh. Data Korlantas pada Februari 2024, kurun 3 tahun sejak 2021 cenderung tidak banyak perubahan.

BACA JUGA  Holding BUMN Industri Pertahanan Lepas 900 Pemudik

Populasi sepeda motor mencaapi 84,5 persen dari jumlah kendaraan bermotor. Dan jika mengacu dari jenis kendaraan, angka kecelakaan masih didominasi sepeda motor.

Tercatat pada 2021, kecelakaan di jalan raya, sepeda motor menyumbang 73 persen, tahun 2022 (77 persen) dan tahun 2023 (76 persen).

Berdasarkan usia korban, masih didominasi usia produktif (15-50 tahun), yakni 78 persen (tahun 2021), 87 persen (tahun 2022) dan 77 persen (tahun 2023).

Mayoritas korban kecelakaan lalu lintas sejumlah 82 persen merupakan laki-laki yang menjadi tulang punggung keluarga, sehingga berpotensi terjadi kemiskinan.

“Mestinya dengan data Pemerintah harus bertindak cerdas untuk mengantisipasi ini. Sayangnya, belum nampak kebijakan yang nyata,” pungkasnya. (WID/S-01)

Siswantini Suryandari

Related Posts

Raih Peringkat AA/Stable dan Predikat Sehat, Kalog Perkuat Kepercayaan Pelanggan

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) kembali menegaskan fundamental bisnis yang kuat dengan meraih peringkat AA dengan prospek Stabil (Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) serta mempertahankan tingkat…

Kendalikan Inflasi, BI Tasikmalaya Luncurkan Aplikasi Sindang Priatim

BANK Indonesia Tasikmalaya bersama pemerintah daerah di Priangan Timur meluncurkan aplikasi terbaru Sindang (Sinergi Data Ngahiji) Priangan Timur. Platform ini mengintegrasikan data harga dan pasokan pangan lintas daerah serta dilengkapi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Villa Redam Perlawanan Perlawanan Indonesia All Stars

  • August 1, 2026
Villa Redam Perlawanan Perlawanan Indonesia All Stars

Juarai Grup B, Persebaya Ditunggu Arema di Semifinal

  • August 1, 2026
Juarai Grup B, Persebaya Ditunggu Arema di Semifinal

Shin Tae-yong Senang Persija Bisa Atasi PSMS Medan

  • August 1, 2026
Shin Tae-yong Senang Persija Bisa Atasi PSMS Medan

PSSI Gelar Piala Soeratin KU-13 dan KU-15, KONI Cianjur Beri Apresiasi

  • August 1, 2026
PSSI Gelar Piala Soeratin KU-13 dan KU-15, KONI Cianjur Beri Apresiasi

Malaysia Hormati Hukum di Indonesia Soal Pilot Penyelundup Narkoba

  • July 31, 2026
Malaysia Hormati Hukum di Indonesia Soal Pilot Penyelundup Narkoba

Bekuk Tampines Roves, Persib Sempurna di Grup A

  • July 31, 2026
Bekuk Tampines Roves, Persib Sempurna di Grup A