BPK Puji Pengelolaan Keuangan di Provinsi Jawa Tengah

PENJABAT Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Semester II Tahun 2024 dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jateng, Kamis, (19/12)

Penerimaan laporan tersebut bebarengan dengan penyerahan LHP 16 pemerintah daerah dan LHP Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jateng.

Acara digelar  di Auditorium Kantor BPK Jateng  tersebut dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Jateng, Sekda Jateng, bupati/walikota, Ketua KPU Jateng, pimpinan DPRD kabupaten/kota, dan Direktur RSUD Provinsi.

Kepala BPK RI perwakilan Jateng, Karyadi menyatakan berdasarkan pemeriksaan laporan keuangan  pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Jateng dilakukan dengan baik.

“Jawa Tengah luar biasa, temuan-temuan itu memang ada tapi kecil,” ucapnya.

Pj Gubernur Jateng, Nana Sudjana mengapresiasi BPK RI terus mengawasi, mendampingi, dan membimbing pemerintah provinsi, kabupaten/kota untuk pengelolaan keuangan.

BACA JUGA  Pemprov Jateng Fokus Pemulihan Psikologis Penyintas Banjir

“Ini hal yang positif untuk menciptakan pemerintahan yang bersih,” ujarnya.

Nana mengatakan BPK, DPRD Ombudsman maupun lembaga pengawasan lain mendukung visi pemerintah.

Khususnya dalam mewujudkan  pelayanan maksimal serta tercapainya kesejahteraan masyarakat.

“Dengan adanya masukan-masukan kepada pemprov,  kita bisa terus mengevaluasi dan memperbaiki diri,” kata Nana Sudjana.

“Kita terus meningkatkan pelayanan yang  tujuannya menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah,” lanjutnya.

BPK serahkan 18 LPH

Dari total 18 LHP Semester II tahun 2024 yang diserahkan BPK Perwakilan Jawa Tengah dalam acara tersebut.

Terbagi dalam tema Pemeriksaan Kinerja dan Pemeriksaan dengan Tujuan Tertentu (PDTT).

Rinciannya, yakni Pemeriksaan kinerja terkait pengelolaan APBD pada Pemprov Jateng, Pemkab Rembang dan Boyolali.

BACA JUGA  Jateng Catat 70 Persen Badan Publik Masuk Kategori Informatif

Kemudian pemeriksaan kinerja penanggulangan kemiskinan pada Pemkab Sragen, Kebumen dan Brebes.

Berikutnya, pemeriksaan kinerja atas efektivitas penanggulangan bencana pada Pemkab Kendal.

Tema PDTT terkait kepatuhan dan pengelolaan pendapatan dan belanja aset Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada Pemprov Jateng.

PDTT terkait kepatuhan atas pengelolaan pajak dan retribusi daerah pada Pemkot Semarang.

Kemudian PDTT terkait belanja infrastruktur pada Pemkab Kudus, Karanganyar, Blora, Banjarnegara, Magelang, Tegal dan Banyumas.

Terakhir, PDTT terkait kepatuhan dan pengelolaan keuangan Pemilu 2024 pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah. (Htm/S-01).

BACA JUGA  BPK Temukan Ketidaksesuaian, Pemkab Humbahas Diminta Tindak Lanjuti

Siswantini Suryandari

Related Posts

Tertular Campak, Dokter Asal Kabupaten Cianjur Wafat 

SEORANG dokter internship di salah satu RS di Cianjur, Jabar, berinisial AMW (26) dikabarkan meninggal dunia dengan status suspek campak pada Kamis (26/3). Saat mendengar kabar tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi…

Tingkatkan Pelayanan, Manajemen Gembira Loka Zoo Naikkan Harga Tiket

MANAJEMEN Gembira Loka Zoo Yogyakarta memutuskan untuk menaikkan harga tiket masuk. Pada ketentuan baru, hari Jumat ditetapkan masuk dalam kelompok weekday sehingga tiket seharga Rp70.000 itu berlaku pada hari Senin…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

UIN Sunan Kalijaga Masuk Ranking V Bidang Hukum Versi Scimago

  • March 30, 2026
UIN Sunan Kalijaga Masuk Ranking V  Bidang Hukum Versi Scimago

Tertular Campak, Dokter Asal Kabupaten Cianjur Wafat 

  • March 30, 2026
Tertular Campak, Dokter Asal Kabupaten Cianjur Wafat 

Para Siswa Sambut Hari Pertama Sekolah dengan Gembira

  • March 30, 2026
Para Siswa Sambut Hari Pertama Sekolah dengan Gembira

Tingkatkan Pelayanan, Manajemen Gembira Loka Zoo Naikkan Harga Tiket

  • March 30, 2026
Tingkatkan Pelayanan, Manajemen Gembira Loka Zoo Naikkan Harga Tiket

Pemprov Jabar Sudah Terapkan WFH

  • March 30, 2026
Pemprov Jabar Sudah Terapkan WFH

Pakar UGM Desak Pemda Buka Ruang Dialog Soal Nasib PPPK

  • March 30, 2026
Pakar UGM Desak Pemda Buka Ruang Dialog Soal Nasib PPPK