Polda Jateng Ajak Masyarakat Jaga Persatuan meski Berbeda Pandangan

MENJELANG peringatan Hari Sumpah Pemuda pada Rabu (28/10/2026), Polda Jawa Tengah mengajak masyarakat untuk menjaga semangat persatuan dan kesatuan di tengah perbedaan pandangan dan aspirasi.

Ajakan itu disampaikan menyikapi rencana sejumlah kelompok masyarakat yang akan menggelar aksi unjuk rasa di berbagai daerah di Jawa Tengah.  Kepolisian berharap penyampaian aspirasi itu berlangsung damai, tertib, dan tidak mengurangi kerukunan antarsesama.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah agenda penyampaian aspirasi direncanakan berlangsung di Kota Surakarta dan Kabupaten Banyumas.

Di Surakarta, aksi penyampaian pendapat terkait dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran direncanakan berlangsung pukul 15.00–18.00 WIB di kawasan Bundaran Gladag atau Patung Slamet Riyadi.

Konvoi simpatik

Sementara itu, Aksi Rakyat Banyumas dijadwalkan mulai pukul 13.00 WIB di Alun-alun Purwokerto, dengan estimasi peserta sekitar 1.000 orang.

Selain itu, terdapat agenda konvoi simpatik kendaraan di Surakarta pada pukul 08.30–11.30 WIB, dari SMP Negeri 1 Surakarta menuju halaman depan DPRD Kota Surakarta.

BACA JUGA  Warga Desak Pemda segera Tutup Galian C di Siatas Barita

Sejumlah audiensi juga direncanakan berlangsung di beberapa daerah, antara lain di Pengadilan Negeri Klaten, Ruang Rapat Sekda Kabupaten Tegal, dan Gedung DPRD Kabupaten Blora.

Perjuangan para pendahulu

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto, dalam keterangannya di Mapolda Jateng pada Selasa (27/10/2026), mengatakan bahwa peringatan Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk kembali mengingat nilai persatuan yang telah diperjuangkan para pendahulu bangsa.

Menurutnya, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi, tetapi harus disikapi dengan kedewasaan dan rasa tanggung jawab.

“Semangat Sumpah Pemuda mengajarkan kita bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan. Masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi, dan hak tersebut harus kita hormati.”

BACA JUGA  Polda Jateng Musnahkan Narkotika dari 449 Kasus Periode April-Juni

“Namun pendapat dan aspirasi tersebut harus disampaikan dengan damai, santun, dan bertanggung jawab, tanpa mengabaikan kerukunan serta persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” ujarnya.

Hormati hak masyarakat

Ia menegaskan, Polri menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum dan berkomitmen mengawal setiap kegiatan secara profesional dan humanis sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam pelaksanaannya, kepolisian mengedepankan komunikasi, dialog, dan pendekatan persuasif guna memastikan aspirasi dapat tersampaikan dengan baik sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kabid Humas juga mengajak para koordinator dan peserta aksi untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif, menghindari provokasi maupun tindakan anarkis, serta menghormati hak masyarakat lainnya yang tetap menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Kami ingin aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan baik tanpa harus mengorbankan persatuan dan kedamaian. Berbeda pendapat tidak berarti harus bermusuhan.”

BACA JUGA  Waktu Berakhir, Polisi Bubarkan Pendemo di Depan Gedung DPRD Jabar

“Mari kita jadikan momentum Sumpah Pemuda ini untuk memperkuat rasa persaudaraan, saling menghormati, dan menjaga Indonesia tetap bersatu,” lanjutnya.

Ikuti informasi

Kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi kegiatan, Polda Jateng mengimbau agar tetap tenang, mengikuti informasi resmi, serta mematuhi arahan petugas apabila terdapat pengaturan lalu lintas atau penyesuaian di lapangan.

Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda, Polda Jateng mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat persatuan dalam keberagaman, menyampaikan aspirasi secara bertanggung jawab, serta bersama-sama menjaga Jawa Tengah tetap aman dan kondusif. (Htm/M-01)

Related Posts

Kepala BKN: Manajemen Talenta, Solusi Tepat Pemkab Cianjur Kelola Kabupaten Berskala Besar

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof Zudan, mengapresiasi Pemkab Cianjur yang telah menyusul ratusan instansi lain menerapkan manajemen talenta. Manajemen talenta, lanjut Prof Zudah, tidak boleh berhenti sebagai instrumen administrasi…

Sri Sultan Minta Pembangunan Makodam Ikuti Aturan

GUBERNUR DIY Sri Sultan mengingatkan pembangunan Markas Kodam XXVI/Mataram di Godean, Kabupaten Sleman, harus mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk dalam proses pemanfaatan lahan. Rencana pemanfaatan lahan untuk markas tersebut, jelas…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

The Longest Wait, Film Kisah di Balik Perjalanan Timnas Indonesia Resmi Tayang

  • October 27, 2026
The Longest Wait, Film Kisah di Balik Perjalanan Timnas Indonesia Resmi Tayang

OJK Perketat Pengawasan Pasar Modal

  • October 27, 2026
OJK Perketat Pengawasan Pasar Modal

Polda Jateng Ajak Masyarakat Jaga Persatuan meski Berbeda Pandangan

  • October 27, 2026
Polda Jateng Ajak Masyarakat Jaga Persatuan meski Berbeda Pandangan

PTN Diminta Perkuat Sinergi dengan Pemerintah dan Industri

  • October 27, 2026
PTN Diminta Perkuat Sinergi dengan Pemerintah dan Industri

Kepala BKN: Manajemen Talenta, Solusi Tepat Pemkab Cianjur Kelola Kabupaten Berskala Besar

  • October 27, 2026
Kepala BKN: Manajemen Talenta, Solusi Tepat Pemkab Cianjur Kelola Kabupaten Berskala Besar

Sri Sultan Minta Pembangunan Makodam Ikuti Aturan

  • October 27, 2026
Sri Sultan Minta Pembangunan Makodam Ikuti Aturan