
PERKEMBANGAN teknologi medis terus mengubah pendekatan penanganan penyakit tulang belakang. Salah satunya melalui pemanfaatan robotic navigation yang membantu dokter meningkatkan akurasi dan presisi dalam tindakan bedah tulang belakang.
Teknologi tersebut menjadi salah satu layanan yang dikembangkan Rumah Sakit (RS) Premier Bintaro melalui penggunaan Globus Excelsius GPS, sistem navigasi robotik yang mendukung berbagai prosedur operasi tulang belakang.
Perkembangan layanan tersebut dipaparkan dalam diskusi bertajuk Penanganan Terkini Problem Tulang Belakang dengan Navigasi Robotic di Bandung. Kegiatan menghadirkan Orthopaedic Spine Surgeon RS Premier Bintaro, dr. Asrafi Rizki Gatam, Sp.OT (K-Spine).
Menurut Asrafi, tulang belakang merupakan struktur kompleks yang terdiri atas tulang, sendi, diskus, ligamen, serta struktur saraf. Gangguan pada bagian tersebut dapat disebabkan berbagai kondisi, mulai penyakit degeneratif, deformitas, hingga trauma.
Bergeser ke Bedah Minim Invasif
Seiring bertambahnya usia, gangguan tulang belakang dapat berkembang dari nyeri punggung yang muncul sesekali menjadi nyeri kronis, termasuk nyeri yang menjalar. Pada kondisi tertentu, pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut hingga tindakan pembedahan.
“Perkembangan teknologi turut mengubah pendekatan dalam bedah tulang belakang. Jika sebelumnya operasi konvensional cenderung membutuhkan waktu pemulihan dan rawat inap lebih panjang, kini teknik minimal invasive spine surgery memungkinkan tindakan dilakukan dengan kerusakan jaringan yang lebih minimal,” paparnya.
Asrafi menyebut, pendekatan tersebut ditujukan untuk mengurangi cedera jaringan, mendukung proses pemulihan pasien, sekaligus membantu meningkatkan akurasi pemasangan implan. Namun, semakin kompleks kondisi tulang belakang yang ditangani, semakin besar pula kebutuhan terhadap perencanaan dan ketepatan selama operasi.
“Teknologi menjadi salah satu elemen penting untuk membantu dokter menghadapi kompleksitas tindakan bedah tulang belakang,” terangnya.
Pre-operative planning
Asrafi menjabarkan, teknologi robotik dapat digunakan sejak tahap pre-operative planning, termasuk melalui perangkat lunak, hingga memberikan panduan selama prosedur atau intraoperative guidance. Sistem Globus Excelsius GPS yang digunakan RS Premier Bintaro dapat mendukung berbagai prosedur bedah tulang belakang, termasuk pada kasus dengan anatomi yang kompleks seperti skoliosis dan kondisi dengan bentuk pedikel yang tidak normal.
“Salah satu bagian penting dalam prosedur tersebut ialah pemasangan pedicle screw. Pada tulang belakang yang mengalami deformitas, penempatan implan membutuhkan perencanaan dan panduan yang akurat. Kesalahan posisi dapat menyebabkan implan masuk ke kanal tulang belakang atau keluar dari struktur tulang,” tandasnya.
Meski demikian, Asrafi menambahkan , bahwa teknologi robotik bukan pengganti dokter. Teknologi tersebut berfungsi sebagai alat bantu untuk mendukung dokter dalam melakukan tindakan dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi.
“Robotik bukan menggantikan dokter. Teknologi ini merupakan alat bantu dokter untuk menghadapi kompleksitas tindakan, meningkatkan akurasi, sekaligus mendukung keselamatan pasien,” ucapnya.
Berorientasi pada Pasien
Pemanfaatan teknologi robotik dalam bedah tulang belakang tidak semata ditujukan untuk meningkatkan kemampuan teknis dokter. Teknologi tersebut juga diarahkan untuk memberikan pengalaman penanganan yang lebih baik bagi pasien.
Materi yang dipaparkan menunjukkan penggunaan teknologi dalam operasi tulang belakang berpotensi mendukung pengurangan rasa nyeri, mempercepat pemulihan, serta memperpendek masa rawat inap.
Bagi dokter, teknologi membantu meningkatkan akurasi dan mempermudah pelaksanaan tindakan. Sementara bagi pasien, pendekatan tersebut diharapkan dapat mendukung proses pemulihan dan meningkatkan kenyamanan setelah operasi.
Manager Marketing RS Premier Bintaro Chintami Handayani Passat mengatakan kehadiran RS Premier Bintaro dalam kegiatan di Bandung, menjadi bagian dari upaya memperluas akses informasi masyarakat terhadap perkembangan layanan kesehatan yang tersedia.
Bangun komunikasi
“Kami berharap kehadiran di Bandung dapat semakin mendekatkan akses informasi mengenai layanan kesehatan di RS Premier Bintaro, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan masalah tulang belakang,” pungkasnya.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya RS Premier Bintaro membangun komunikasi dengan masyarakat dan media di berbagai daerah serta memberikan edukasi mengenai perkembangan teknologi medis.
Melalui pengembangan layanan spine dan pemanfaatan teknologi terkini, RS Premier Bintaro berupaya menghadirkan penanganan masalah tulang belakang yang semakin modern dan presisi dengan tetap menempatkan kebutuhan serta keselamatan pasien sebagai bagian penting dalam pelayanan. (zahra/M-01)







