Pertanian di Cianjur Terdampak Erupsi, DTPHP Imbau Petani Waspada

SEKTOR pertanian di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tak luput ikut terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Paparan abu vulkanik terpantau menyelimuti areal persawahan dan hortikultura di sejumlah sentra di wilayah tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur, Wahyu Ginanjar, mengatakan Kabupaten Cianjur merupakan salah satu daerah di Jawa Barat yang terdeteksi terpapar abu vulkanik klaster rendah. Kondisi itu berdasarkan pemantauan lapangan dan Citra Satelit RGB Himawari-9.

“Paparan abu vulkanik terpantau menyelimuti areal persawahan dan sentra hortikultura, terutama di wilayah Cianjur bagian utara meliputi Kecamatan Cipanas, Pacet, Cugenang, dan Sukaresmi, wilayah perkotaan, hingga Cianjur bagian timur seperti Kecamatan Ciranjang dan sekitarnya,” kata Wahyu didampingi Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dandan Hendayana, Selasa (8/9/2026).

BACA JUGA  Imbas Abu Vulkanik, Jabar Terapkan PJJ dan Siapkan Posko Pengungsian

DTPHP Kabupaten Cianjur pun mengimbau seluruh petani dan kelompok tani meningkatkan kewaspadaan dan melakukan langkah mitigasi cepat terkait dampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau sejak dua hari terakhir.

Dehidrasi daun

Pasalnya, abu vulkanik mengandung senyawa asam (sulfur) tingkat tinggi dan partikel silika tajam (abrasif) yang diperparah dengan kondisi musim kemarau saat ini.

Wahyu menyebut, abu vulkanik berpotensi bisa menimbulkan kerusakan. Pada komoditas padi sawah berisiko mengalami dehidrasi daun, penutupan stomata secara permanen jika terpapar embun, penurunan pH air sawah menjadi asam, dan potensi bulir hampa pada padi fase generatif.

Sedangkan pada komoditas sayuran atau hortikultura, abu vulkanik berpotensi mengalami pembusukan dan robeknya jaringan daun luar, kegagalan penyerbukan atau kerontokan bunga, serta penurunan kualitas fisik buah (bopeng).

BACA JUGA  Program Swasembada Pangan Terkendala Ketersediaan Lahan

“Kami sudah menginstruksikan jajaran UPTD Pertanian di tingkat kecamatan segera melakukan langkah-langkah darurat sebagai bentuk antisipasi dan strategis,” ucapnya.

Sosialisasi panduan mitigasi

Setiap UPTD diinstruksikan menggerakkan seluruh petugas penyuluh lapangan (PPL) untuk menyosialisasikan panduan mitigasi fisik kepada para petani,  kelompok tani atau gabungan kelompok tani, serta P3A Mitra Cai di wilayah kerja masing-masing untuk melakukan gerakan bilas atau semprot daun dengan air bersih, pengurasan air sawah asam, dan larangan penggunaan pupuk nitrogen (Urea) instan pascahujan abu.

Setiap UPTD juga harus menginventarisasi dan memobilisasi bantuan pinjaman pompa air operasional, di tingkat UPJA dan poktan/gapoktan untuk membantu kelompok tani yang kesulitan akses air bersih untuk pembilasan lahan kritis.

“Kami juga instruksikan agar melakukan verifikasi dan validasi luasan lahan yang terdampak, tingkat kerusakan meliputi ringan, sedang, berat, dan puso, umur tanaman, serta status kepesertaan AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi) menggunakan format lampiran yang disediakan,” tegasnya.

BACA JUGA  Bawa Suara Petani, Film Dokumenter Karya Mahasiswa UGM Tembus Semifinal Inspiring Asia

Selama melakukan aktivitas pemulihan di lahan luar ruangan, para petani binaan diimbau wajib menggunakan masker dan kacamata pelindung. Hal ini untuk menghindari paparan abu vulkanik yang cukup berbahaya bagi kesehatan tubuh.

“Laporan berkala mengenai perkembangan situasi lahan terdampak di tingkat kecamatan wajib dikirimkan UPTD Pertanian secara tertulis kepada Bidang Tanaman Pangan yang selanjutnya dilakukan rekapitulasi tingkat kabupaten,” pungkasnya. (Shanum/M-01)

Related Posts

Dukung Keamanan, PLN UP3 Perkuat Sinergi dengan Polres Pematangsiantar

GUNA mendukung keamanan dan kenyamanan masyarakat, PT PLN  UP3 Pematangsiantar terus memperkuat sinergitas dengan berbagai pemangku kepentingan. Sinergitas tersebut untuk membangun komunikasi dan koordinasi terkait pelayanan serta keandalan kelistrikan di…

Polda Jambi Ungkap Kasus Penimbunan 2.550 Liter BBM Subsidi Pertalite

KEPOLISIAN Daerah Jambi melalui Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polres Batanghari, menyita dua ribuan liter bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite, yang diduga hasil kejahatan penyalahgunaan pengangkutan dan niaga…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Taklukkan Bali United 3-0, Persib U-15 Juara Piala Soeratin 2026

  • October 23, 2026
Taklukkan Bali United 3-0, Persib U-15 Juara Piala Soeratin 2026

KAI Logistik Distribusikan 122 Ribu Unit Sepeda Motor hingga Triwulan III 2026

  • October 23, 2026
KAI Logistik Distribusikan 122 Ribu Unit Sepeda Motor hingga Triwulan III 2026

Dukung Keamanan, PLN UP3 Perkuat Sinergi dengan Polres Pematangsiantar

  • October 23, 2026
Dukung Keamanan, PLN UP3 Perkuat Sinergi dengan Polres Pematangsiantar

Polda Jambi Ungkap Kasus Penimbunan 2.550 Liter BBM Subsidi Pertalite

  • October 23, 2026
Polda Jambi Ungkap Kasus Penimbunan 2.550 Liter BBM Subsidi Pertalite

Pangkas Risiko Demensia dengan Melakukan Pola Hidup Sehat Sejak Dini

  • October 23, 2026
Pangkas Risiko Demensia dengan Melakukan Pola Hidup Sehat Sejak Dini

Pemkab Blora Gandeng Fakultas Peternakan UGM Kembangkan Ayam Kampung

  • October 23, 2026
Pemkab Blora Gandeng Fakultas Peternakan UGM Kembangkan Ayam Kampung