Dinamika Sosbud Ikut Tentukan Keberhasilan Vaksinasi dan Biosekuriti Peternakan

PENGENDALIAN penyakit hewan menular strategis, keberhasilannya tidak hanya bergantung pada penanganan teknis veteriner.

Keberhasilan intervensi seperti vaksinasi massal dan biosekuriti sangat ditentukan oleh dinamika sosial-budaya, persepsi peternak serta efektivitas strategi komunikasi risiko di tingkat lokal.

Hal itu merupakan bagian dari hasil penelitian yang kemudian dituangkan dalam disertasi yang berjudul “Analisis Pemangku Kepentingan dan Strategi Komunikasi Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku: Pada Program Australia Indonesia Health Security Partnership” yang diajukan oleh mahasiswa Program Doktor Ilmu Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Robi Agustiar.

Dalam ujian promosi doktor yang digelar di Fakultas Peternakan UGM,  Robi menuturkan penelitian itu dilakukan dalam rentanf Agustus – Februari 2024 di Sulawesi Selatan, Jawa Tengah dan DIY.

BACA JUGA  Sempat Galau, Made Sarmita Selesaikan Program Doktor dengan IPK 4.00

Ada penolakan

Ia menyebutkan dalam penelitian itu ditemukan adanya penolakan vaksinasi di tingkat peternak skala kecil tidak sekadar masalah teknis.

“Bukan hanya persoalan teknis tetapi juga dipicu oleh penyebaran misinformasi/hoaks, kekhawatiran akan efek samping atau Kejadian Ikutan Pascavaksinasi (KIPI), kekhawatiran penurunan nilai ekonomi ternak, serta ketiadaan skema kompensasi jika ternak mati pascavaksinasi,” tutur Robi saat mempertahankan disertasinya pada sidang terbuka ujian doktor, di auditorium Fapet UGM.

Ia mengungkapkan kendala geografis dan sistem pemeliharaan turut memengaruhi. Peternak di Sulawesi Selatan yang banyak menerapkan sistem penggembalaan lepas menghadapi tantangan akses fisik dan sosial yang berbeda dibanding peternak di Jawa Tengah dan DIY yang umumnya menerapkan sistem kandang intensif.

BACA JUGA  Cegah PMK, DKPP Bandung Perketat Masuknya Hewan Ternak

Terkait media komunikasi, meskipun akses ke platform digital seperti WhatsApp dan Google cukup tinggi, saluran interpersonal secara tatap muka dengan petugas kesehatan hewan dan penyuluh tetap menjadi sumber informasi yang paling dipercaya oleh peternak.

Strategi komunikasi

Sebagai solusi atas temuan tersebut, disertasi ini merumuskan kerangka strategi komunikasi pengendalian PMK yang terbagi ke dalam tiga tahapan siklus yang berkesinambungan, yakni pra vaksinasi, pelaksanaan vaksinasi dan pascavaksinasi.

Seluruh tahapan tersebut dilengkapi dengan kerangka Monitoring dan Evaluasi (M&E) berbasis aktivitas, keluaran (output), hasil (outcome), hingga dampak (impact) guna menjamin keberlanjutan program.

Melalui penelitian studi kasus program Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP) ini, promovendus berharap dapat memberikan kontribusi empiris dan akademis bagi perumusan kebijakan kesehatan hewan nasional yang lebih partisipatif, adaptif, dan berbasis pendekatan One Health. (Agt/M-01)

BACA JUGA  DKPP Kota Bandung Dorong Masyarakat Jaga Kesehatan Hewan

Related Posts

Mahasiswa UNY Kembangkan E-Modul IPA Responsif Gender

SELAMA ini pandangan sosial dan budaya yang membatasi peran perempuan masih menjadi tantangan dalam dunia pendidikan. Berangkat dari persoalan tersebut, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) mengembangkan riset untuk menghasilkan modul…

UGM Pertahankan Predikat Five Star Plus HURS 2025

UNIVERSITAS Gadjah Mada berhasil mempertahankan predikat Five Star Plus dalam Healthy University Rating System (HURS) 2025 yang diselenggarakan oleh ASEAN University Network–Health Promotion Network (AUN-HPN). Penghargaan tersebut diserahkan dalam 2025…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polresta Batang Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penyerangan Rombongan Persib U-18

  • October 21, 2026
Polresta Batang Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Penyerangan Rombongan Persib U-18

Polda DIY Pastikan 32 Peserta Aksi yang Diamankan sudah Dipulangkan

  • October 21, 2026
Polda DIY Pastikan 32 Peserta Aksi yang Diamankan sudah Dipulangkan

Program Bagi HP Gratis Berisiko Jadi Beban Fiskal dan Boros Anggaran

  • October 21, 2026
Program Bagi HP Gratis Berisiko Jadi Beban Fiskal dan Boros Anggaran

Mahasiswa UNY Kembangkan E-Modul IPA Responsif Gender

  • October 20, 2026
Mahasiswa UNY Kembangkan E-Modul IPA Responsif Gender

Pulihkan Mental Pemain U-18, Persib Terus Lakukan Pendampingan

  • October 20, 2026
Pulihkan Mental Pemain U-18, Persib Terus Lakukan Pendampingan

Polda Jateng Bongkar Jaringan Judi Togel Lintas Wilayah

  • October 20, 2026
Polda Jateng Bongkar Jaringan Judi Togel Lintas Wilayah