
UNIVERSITAS Gadjah Mada berhasil mempertahankan predikat Five Star Plus dalam Healthy University Rating System (HURS) 2025 yang diselenggarakan oleh ASEAN University Network–Health Promotion Network (AUN-HPN).
Penghargaan tersebut diserahkan dalam 2025 HURS Awarding Ceremony pada 14 Oktober 2026 silam di Universitas Airlangga, Surabaya. Capaian ini menjadi pengakuan atas komitmen UGM dalam mengembangkan lingkungan kampus yang mendukung kesehatan dan kesejahteraan sivitas akademika.
Ketua Tim Health Promoting University (HPU) UGM 2026, Prof. dr. Fatwa Sari Tetra Dewi, M.P.H., Ph.D., menyampaikan bahwa predikat tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh unsur universitas.
“Capaian ini tentu merupakan buah komitmen baik dari pimpinan maupun seluruh sivitas UGM, mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, fakultas, sekolah, dan unit kerja yang menyelenggarakan upaya kesehatan dan promosi kesehatan dengan baik di lingkungannya masing-masing,” ujar Fatwa, Senin di Yogyakarta.
Dukungan kebijakan
Dia mengatakan dukungan kebijakan dan komitmen pimpinan universitas maupun fakultas menjadi salah satu kekuatan UGM dalam penilaian HURS. Dukungan tersebut mendorong fakultas dan unit kerja mengembangkan program kesehatan sesuai kebutuhan masing-masing.
Meski demikian, hasil penilaian juga menunjukkan sejumlah aspek yang masih perlu diperbaiki, terutama keselamatan berkendara, pencegahan kekerasan, serta penguatan lingkungan bebas adiksi, termasuk rokok, narkoba, dan alkohol. Evaluasi tersebut menjadi dasar bagi Tim HPU untuk memperkuat program promosi kesehatan di lingkungan kampus.
“Sistem HURS juga menunjukkan perlunya ada ruang perbaikan, terutama dalam hal keselamatan berkendara,” jelasnya.
Pada aspek keselamatan berkendara, UGM berupaya memperkuat edukasi dan koordinasi dengan unit terkait, termasuk Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K5L). Upaya tersebut diarahkan untuk menciptakan lingkungan kampus yang lebih aman bagi pengguna kendaraan.
Didukung lingkungan
Sementara itu, pencegahan kekerasan, perundungan, dan pelecehan terus didorong melalui edukasi serta penguatan lingkungan yang menghormati keberagaman dan ramah disabilitas.
Fatwa menekankan bahwa upaya promosi kesehatan perlu didukung lingkungan yang memungkinkan sivitas akademika menjalankan perilaku sehat dalam keseharian. “Harapannya, lingkungan bisa lebih aman dan keselamatan berkendara bisa lebih ditingkatkan,” tuturnya.
Dalam program HPU 2026, UGM juga memperkuat upaya promotif dan preventif untuk mendukung kesehatan fisik sivitas universitas. Salah satunya melalui edukasi pola makan sehat kepada penyedia makanan di kantin kampus dengan dukungan modul dan ketentuan yang dapat dijadikan acuan.
UGM turut mendorong penyediaan kawasan aktivitas fisik yang nyaman dan aman serta memperkuat deteksi dini penyakit tidak menular melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) dan pemeriksaan kesehatan berkala bagi dosen serta tenaga kependidikan.
Kebiasaan hidup sehat
Berbagai upaya tersebut diharapkan membantu membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus meningkatkan akses terhadap lingkungan yang mendukung kesehatan. “Di sini terutama kami berusaha membangun kesadaran, membiasakan perilaku sehat, serta menciptakan lingkungan yang memudahkan aktivitas untuk bisa hidup sehat,” ungkapnya.
Pada aspek kesehatan mental, UGM mengembangkan dukungan melalui chatbot Lintang yang digunakan untuk skrining kesehatan mental, sosialisasi kesejahteraan mental, serta penguatan dukungan sebaya di fakultas.
Sivitas akademika yang membutuhkan bantuan lebih lanjut dapat memanfaatkan layanan kesehatan mental sebagai bagian dari sistem rujukan. Menurut Fatwa, penguatan layanan tersebut perlu berjalan seiring dengan upaya mengurangi stigma agar warga kampus lebih terbuka dalam mencari bantuan.
Program kesehatan mental juga menjadi bagian dari pendekatan HPU untuk menciptakan lingkungan kampus yang mendukung kesejahteraan sivitas. “Dukungan sebaya di banyak fakultas sudah berjalan cukup baik dan akan kita perkuat lagi,” katanya. (AGT/M-01)








