
DIREKTORAT Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan akan meninggikan jalur rel kereta api lintasan Stasiun Tanggulangin–Stasiun Porong, Sidoarjo hingga satu meter.
Langkah mitigasi itu diambil untuk mengantisipasi penurunan tanah yang terus berlangsung di sekitar kawasan semburan lumpur Lapindo, sekaligus meminimalkan risiko banjir jelang musim hujan.
Humas DJKA Ditjen Perkeretaapian, Alfaviega Septian Pravangasta mengungkapkan, penurunan permukaan tanah di area tersebut mencapai sekitar 0,5 meter setiap tahunnya akibat kondisi geologis setempat.
”Secara umum jalur dan rel masih aman serta layak digunakan untuk operasional kereta api. Namun, karena kondisi tanah terus mengalami penurunan, peninggian rel perlu dilakukan secara berkala,” ujar Alfaviega saat memberikan keterangan di Siring, Porong, Kamis (27/8).
Bersifat temporer

Selain peninggian jalan rel, DJKA bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) tengah menyusun standar operasional prosedur (SOP) penanganan kondisi darurat guna mengantisipasi luapan air saat intensitas hujan tinggi. Meski demikian, peninggian rel secara berkala ini diakui hanya bersifat temporer.
Sebagai solusi jangka panjang, DJKA mendorong kembali rencana relokasi jalur kereta api melalui trase Tulangan menuju Gunung Gangsir. Rencana relokasi yang sempat tertunda akibat efisiensi anggaran pascapandemi Covid-19 tersebut kini mulai dikaji ulang pada 2026. Termasuk peluang dukungan pendanaan dari lembaga donor Kreditanstalt für Wiederaufbau (KfW). (OTW/A-01)








