
KETENANGAN keluarga Wiwik Winarti,69, warga Desa Jogosatru Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, kembali terusik. Masriah, 67, oknum tetangga yang sebelumnya sempat dipenjara akibat kasus pembuangan kotoran manusia, kembali melakukan aksi teror serupa dengan modus yang berbeda.
Kini, akses jalan menuju rumah Wiwik tidak lagi dilempari kotoran manusia, melainkan dikepung tumpukan sampah rumah tangga. Beberapa di antaranya berupa ceceran oli bekas, hingga bungkusan plastik berisi air kencing.
Menurut keterangan Wiwik, aksi gangguan ini sebenarnya sudah kembali terjadi sejak Ramadan lalu. Puncaknya, sang cucu menemukan dua plastik berwarna kuning yang diletakkan tepat di depan gerbang rumah.
Saat diperiksa, plastik tersebut mengeluarkan aroma pesing yang sangat menyengat dan mengganggu kenyamanan penghuni rumah. Wiwik pun terpaksa harus membersihkan sampah tersebut dan membakarnya, untuk mengurangi bau yang menyengat.
Tidak mau melayani

Meskipun kembali menjadi sasaran provokasi, Wiwik memilih untuk tetap bersabar dan tidak melayani aksi tersebut. Wiwik mengaku lebih memilih mengalah untuk menghindari konflik fisik atau keributan yang lebih besar, meski ia menyadari tindakan tersebut sengaja dilakukan untuk memancing emosinya.
“Saya malas berkonflik, harus lebih sabar lagi,” kata Wiwik, Selasa (13/5).
Pihak lingkungan sebenarnya tidak tinggal diam. Wiwik sempat mengadukan masalah ini kepada pengurus RT setempat, namun pihak RT mengaku kesulitan mengambil tindakan tegas karena pelaku seolah tidak jera meski sudah pernah menjalani proses hukum.
Saat ini, kondisi di sekitar lokasi terus dalam pantauan warga sekitar. Warga berharap ada tindakan nyata dari pihak berwenang agar gangguan tersebut tidak merusak kenyamanan publik serta menjaga keharmonisan antarwarga di Desa Jogosatru yang mulai kembali memanas. (OTW/M-01)







