Amphibi Jatim Desak Pelaku Karhutla Ditindak, Sita Aset dan Lindungi Hak Adat

DEWAN Pimpinan Wilayah Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup & B3 Indonesia (DPW Amphibi) Jawa Timur mengkritik maraknya praktik pembakaran lahan ilegal yang mengabaikan aturan hukum demi menekan biaya alih fungsi lahan.

Amphibi Jatim juga prihatin atas peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya Provinsi Riau dan pulau Kalimantan. Berbeda dari kawasan Eropa dan Amerika Serikat yang dipicu gelombang panas alami, karhutla di Indonesia disinyalir akibat campur tangan manusia. Amphibi Jatim pun mendesak penindakan para pelaku karhutla itu, menyita aset korporasi dan melindungi hak masyarakat adat

Ketua DPW Amphibi Jatim, Samsul Hadi, mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menindak tegas aktor intelektual di balik bencana lingkungan tersebut.

“Indonesia memiliki wilayah hutan yang tersebar luas, namun Riau dan Kalimantan kerap menjadi titik krusial karena maraknya alih fungsi lahan sawit dengan cara dibakar,” tegas Samsul di Surabaya, Kamis (27/8).

BACA JUGA  BMKG Siapkan Data dan Informasi untuk Mitigasi

Pengawasan dini

Ia meminta penindakan tidak berhenti pada pekerja lapangan, melainkan menjangkau hingga ke tingkat dalang korporasi. Samsul mendorong aparat untuk tidak ragu menyita lahan serta aset perusahaan yang terbukti terlibat.

Selain penegakan hukum, Amphibi Jatim menekankan pentingnya pengawasan dini melalui sinergi Muspida, LSM lingkungan, dan masyarakat adat. Samsul mengingatkan agar hak-hak masyarakat adat atas tanah tradisinya tidak dirampas, karena peran mereka krusial sebagai penjaga alam alami.

“Ketika masyarakat adat tersingkir atau dibungkam, fungsi monitoring alami penjaga alam di lapangan menjadi hilang. Hal ini membuat kawasan hutan rentan dieksploitasi tanpa pengawasan,” ujarnya.

Berdasarkan data pemantauan Kementerian Kehutanan, BNPB, dan BMKG hingga Agustus 2026, luas kebakaran mencapai lebih dari 107.000 hektare di seluruh Indonesia. Kalimantan Barat merupakan provinsi terdampak paling luas secara nasional dengan area terbakar melebihi 28.600 hektare. Disusul Riau mencatat area kebakaran terbesar di Pulau Sumatra dengan luasan mencapai 16.270+ hektare.

BACA JUGA  Tim Gakkum KLHK Segel Lahan Terbakar di Riau

Landasan hukum pelaku Karhutla

Ribuan titik panas atau hotspot terakumulasi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, hingga Kalimantan Selatan sepanjang pertengahan hingga akhir Agustus 2026.

Menurut Samsul, ada landasan hukum penindakan terhadap perorangan maupun korporasi yang membakar atau memerintahkan pembakaran lahan. Yaitu UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang PPLH, pada pasal 69 ayat (1) huruf h & Pasal 108. Yaitu melarang pembukaan lahan dengan cara membakar dengan ancaman pidana penjara 3–10 tahun dan denda Rp3 miliar–Rp10 miliar. Sementara pada pasal 116 & 119 mengatur kejahatan korporasi dengan sanksi perampasan keuntungan, penutupan tempat usaha, hingga penyitaan aset dan lahan.

Selanjutnya ?UU No. 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan. Pada pasal 56 ayat (1) & pasal 108 mengancam pelaku usaha perkebunan yang membakar lahan dengan pidana penjara maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar. Demikian pula pada KUHP pasal 187 jo. pasal 55 mengatur kesengajaan menimbulkan kebakaran serta sanksi bagi pihak penyuruh. (OTW/A-01)

BACA JUGA  160 Personel Manggala Agni Padamkan Karhutla di Riau

Admin

Related Posts

Menkeu Suahasil Berkomitmen Jaga APBN dan Stabilitas Perekonomian

MENTERI Keuangan Suahasil Nazara berkomitmen menjaga Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan mendorong pertumbuhan sekaligus menjaga stabilitas perekonomian Indonesia. Hal tersebut diungkapkan Suahasil dalam konferensi pers di kantor Kementerian…

TNI AL Siap Kawal Kapal Induk Garibaldi saat Masuk ALKI I

KAPAL induk pertama Indonesia, Giuseppe Garibaldi yang dibeli dari Italia saat tengah dalam perjalanan menuju Tanah Air. Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) pun memastikan akan mengawalnya saat memasuki…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Menkeu Suahasil Berkomitmen Jaga APBN dan Stabilitas Perekonomian

  • September 15, 2026
Menkeu Suahasil Berkomitmen Jaga APBN dan Stabilitas Perekonomian

TNI AL Siap Kawal Kapal Induk Garibaldi saat Masuk ALKI I

  • September 15, 2026
TNI AL Siap Kawal Kapal Induk Garibaldi saat Masuk ALKI I

Tangkap Tangan Dirjen ATR/BPN, KPK Sita Uang Ratusan Miliar

  • September 15, 2026
Tangkap Tangan Dirjen ATR/BPN, KPK Sita Uang Ratusan Miliar

Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

  • September 15, 2026
Normalisasi Melanggengkan Kekerasan di Lingkungan Kampus

Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

  • September 14, 2026
Dari Noken Papua hingga Batik Jawa Hiasi Etelase Nusantara di Panggung MTQ Nasional 2026

Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari

  • September 14, 2026
Pameran MTQ Nasional di Jateng Catat Transaksi sekitar Rp500 Juta per Hari