Penggunaan Sound Horeg pada Puncak Peringatan HUT ke-81 RI di Kebonsari Dibatasi 

PEMERINTAH Desa Kebonsari Kecamatan Candi Kabupaten Sidoarjo, memberlakukan regulasi ketat terkait penggunaan sound horeg pada puncak peringatan HUT ke-81 RI yang akan digelar 5–6 September 2026. Langkah ini diambil untuk menjaga kenyamanan warga tanpa mematikan kreativitas generasi muda.

​Kepala Desa Kebonsari Moch Chusaini menyatakan, pembatasan volume suara di lintasan pawai Karnaval Perjuangan merupakan hasil kesepakatan Rapat Musyawarah Desa (Musdes). Selama melintasi rute pawai, intensitas suara sound system wajib dibatasi.

​”Volume suara wajib disesuaikan pada tingkat wajar, layaknya musik pada acara hajatan. Kami tidak membatasi kreativitas Gen Z dan milenial, namun kenyamanan masyarakat tetap prioritas utama,” tegas Chusaini, Jumat (21/8).

​Untuk mengkomodasi peserta yang ingin menguji kualitas audio, panitia menyediakan arena khusus di lapangan desa. Di lokasi tersebut, peserta bebas menampilkan performa penuh di hadapan dewan juri untuk memperebutkan hadiah.

BACA JUGA  Forkopimda Sidoarjo Tanam Jagung di Ponpes Bumi Sholawat

Siapkan sanksi

Rapat Musyawarah Desa puncak peringatan HUT ke-81 RI yang akan digelar 5–6 September 2026. (Dok/ist)

Panitia juga menyiapkan sanksi tegas berupa diskualifikasi dari iring-iringan bagi peserta yang melanggar batas volume suara selama pawai.

​Selain pawai budaya dan kompetisi audio, perayaan peringatan kemerdekaan ini juga dirangkaikan dengan bazaar UMKM.

Pemdes Kebonsari melibatkan pelaku usaha kecil dan pedagang lokal guna menggerakkan perekonomian warga di sekitar lokasi kegiatan. (OTW/M-01)

Related Posts

Seorang Warga Jombang Ditemukan Tewas Mengambang dengan Wajah Lebam

SEORANG warga asal Jombang ditemukan tewas mengambang dengan luka lebam di bagian wajah di Sungai Kedung Bocok, Desa Kedung Bocok Kecamatan Tarik, Sidoarjo, Jumat (21/8). ​Korban teridentifikasi bernama Mochammad Faridzahan…

BPBD Tasikmalaya Distribusikan Air Bersih untuk 8.801 KK

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya, memasok air bersih untuk 8.801 Kepala Keluarga (KK) atau 29.156 jiwa terdampak krisis air bersih. Krisis air di Tasikmalaya saat ini meluas akibat…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Tim Trauma Healing Polda Jateng Dampingi Warga Terdampak Gempa di NTT

  • August 21, 2026
Tim Trauma Healing Polda Jateng Dampingi Warga Terdampak Gempa di NTT

Seorang Warga Jombang Ditemukan Tewas Mengambang dengan Wajah Lebam

  • August 21, 2026
Seorang Warga Jombang Ditemukan Tewas Mengambang dengan Wajah Lebam

KPK Tangkap Tangan Jajaran Rektorat Unsoed, Kemendikti Menyesal

  • August 21, 2026
KPK Tangkap Tangan Jajaran Rektorat Unsoed, Kemendikti  Menyesal

Penggunaan Sound Horeg pada Puncak Peringatan HUT ke-81 RI di Kebonsari Dibatasi 

  • August 21, 2026
Penggunaan Sound Horeg pada Puncak Peringatan HUT ke-81 RI di Kebonsari Dibatasi 

BPBD Tasikmalaya Distribusikan Air Bersih untuk 8.801 KK

  • August 20, 2026
BPBD Tasikmalaya Distribusikan Air Bersih untuk 8.801 KK

BI Tasikmalaya Perkuat Perpustakaan sebagai Pusat Edukasi

  • August 20, 2026
BI Tasikmalaya Perkuat Perpustakaan sebagai Pusat Edukasi