Siswa SD Muhammadiyah 3 Ikrom Belajar Kelola Sampah dan Energi Terbarukan

SEBANYAK 107 siswa kelas IV SD Muhammadiyah 3 Ikrom Sidoarjo mengikuti edukasi pengelolaan sampah dan pengenalan energi terbarukan di Kampung Edukasi Sampah (KES) Sekardangan, Sidoarjo.

​Kegiatan bertajuk Explorer Day tersebut mengusung konsep pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Hal itu mengintegrasikan lima mata pelajaran sekaligus, yakni IPAS, Matematika, Bahasa Indonesia, Pancasila, dan Seni Rupa.

​Dalam prapraktik lapangan, para siswa diajarkan memilah sampah langsung dari sumbernya, mengolah limbah organik menjadi kompos lewat metode Takakura dan komposter aerob, serta membuat pupuk organik cair. Selain itu, pemanfaatan sampah anorganik menjadi barang kerajinan bernilai ekonomis turut dipraktikkan.

Pengenalan manfaat energi ramah lingkungan

Para siswa kelas IV SD Muhammadiyah 3 Ikrom Sidoarjo mengikuti edukasi pengelolaan sampah dan pengenalan energi terbarukan. (Dok.Ist)

​Pegiat Lingkungan KES Sekardangan, Edi Priyanto, mengonfirmasi bahwa edukasi tidak hanya berfokus pada limbah padat, tetapi juga pengenalan pemanfaatan energi ramah lingkungan.

BACA JUGA  Kuasa Hukum Desak Eksekusi Perwira TNI AL Pelaku KDRT

​”Siswa melihat langsung konversi energi matahari menjadi listrik melalui panel surya dan pemrosesan air limbah rumah tangga lewat IPAL agar dapat digunakan kembali untuk menyiram tanaman,” kata Edi di Sekardangan, Sidoarjo, Kamis (6/8).

​Edi menegaskan, pengenalan sistem pengolahan berbasis sains ini bertujuan membangun kesadaran generasi muda bahwa limbah dan sumber daya sekitar dapat difungsikan secara berkelanjutan jika dikelola dengan benar.

Bentuk pemahaman siswa

​Pada kesempatan yang sama, guru pendamping SD Muhammadiyah 3 Ikrom, Dian Tri Anista, menyatakan bahwa metode edukasi luar ruang ini lebih efektif membentuk pemahaman siswa ketimbang materi teori di dalam kelas.

​”Anak-anak terlibat langsung dalam setiap proses. Pembelajaran praktik seperti ini membuat konsep sains lebih konkrit dan mudah dipahami,” kata Dian.

BACA JUGA  Kortas Tipikor Polri Geledah Empat Lokasi Terkait Kasus Impor Ponsel

​Pihak sekolah berharap bekal keterampilan memilah sampah dan menghemat energi yang diperoleh para siswa dari lokasi laboratorium lingkungan tersebut dapat diterapkan secara konsisten di lingkungan rumah dan sekolah.(OTW/M-01)

Para siswa kelas IV SD Muhammadiyah 3 Ikrom Sidoarjo mengikuti edukasi pengelolaan sampah dan pengenalan energi terbarukan. (Dok.Ist)

Related Posts

49,65% Mahasiswa Baru FEB UGM 2026 Dapat Subsidi UKT

SEBANYAK 49,65% mahasiswa baru dari total  432 Program Sarjana Reguler Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM) mendapat subsidi UKT. Besaran subsidi yang diterima para mahasiswa baru tersebut…

Sanksi Mengintai Mahasiswi PPDS UGM yang Hina Pasien BPJS

VIRAL seorang mahasiswi program pendidikan dokter spesialis (PPDS) Universitas Gadjah Mada (UGM), Elda Putri Rahardini, menuai kritik lantaran komentar nyinyirnya di media sosial terkait unggahan almarhum Yurizal Tri Chaerawan, pasien…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pasokan Menurun, Harga Daging Sapi di Sidoarjo Melonjak

  • August 6, 2026
Pasokan Menurun, Harga Daging Sapi di Sidoarjo Melonjak

Siswa SD Muhammadiyah 3 Ikrom Belajar Kelola Sampah dan Energi Terbarukan

  • August 6, 2026
Siswa SD Muhammadiyah 3 Ikrom Belajar Kelola Sampah dan Energi Terbarukan

PLN UP3 Pematangsiantar Tegaskan tidak Ada Kenaikan Tarif Listrik

  • August 6, 2026
PLN UP3 Pematangsiantar Tegaskan tidak Ada Kenaikan Tarif Listrik

49,65% Mahasiswa Baru FEB UGM 2026 Dapat Subsidi UKT

  • August 6, 2026
49,65% Mahasiswa Baru FEB UGM 2026 Dapat Subsidi UKT

Sanksi Mengintai Mahasiswi PPDS UGM yang Hina Pasien BPJS

  • August 5, 2026
Sanksi Mengintai Mahasiswi PPDS UGM yang Hina Pasien BPJS

Tim Gabungan Tangkap Buronan Terpidana Kasus Perzinahan

  • August 5, 2026
Tim Gabungan Tangkap Buronan Terpidana Kasus Perzinahan