Sri Sultan Bahas Isu Kebangsaan Bersama Gerakan Nurani Bangsa

  • Blog
  • July 24, 2026
  • 0 Comments

GUBERNUR  Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekaligus Raja Keraton Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menerima silaturahmi para tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB) di Keraton Kilen, Kompleks Keraton Yogyakarta, Kamis (23/7) sore.

Pertemuan yang berlangsung lebih dari tiga jam itu menjadi ruang dialog bagi tokoh lintas agama, akademisi, dan pegiat masyarakat sipil untuk bertukar pandangan mengenai berbagai isu kebangsaan, kondisi sosial kemasyarakatan, serta penguatan tata kelola pemerintahan.

Hadir dalam silaturahmi kebangsaan tersebut Nyai Hj. Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, Alissa Wahid, Lukman Hakim Saifuddin, Erry Riyana Hardjapamekas, Laode M. Syarif, Pdt. Gomar Gultom, Prof. M. Amin Abdullah, Ery Seda, A. Setyo Wibowo SJ, dan Beka Ulung Hapsara.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan, mencerminkan semangat silaturahmi dan dialog dalam memperkuat komunikasi antarelemen bangsa di tengah dinamika kehidupan nasional.

Rangkaian silaturahmi kebangsaan

Gubernur  Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X, menerima silaturahmi para tokoh Gerakan Nurani Bangsa (GNB). (Dok.Ist)

Perwakilan GNB, Alissa Wahid usai bertemu Sri Sultan mengatakan kunjungan ke Keraton Yogyakarta merupakan bagian dari rangkaian silaturahmi kebangsaan yang dilakukan GNB dengan sejumlah tokoh nasional.

BACA JUGA  Resmikan Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto, Sultan Mau Jadi Ruang Pembentukan Karakter

GNB memandang penting bersilaturahmi dengan Sri Sultan karena kondisi kebangsaan saat ini, sekaligus mempertimbangkan rekam jejak Sri Sultan serta peran historis Keraton Yogyakarta dalam perjalanan bangsa Indonesia.

“Kami bertemu dengan Sri Sultan karena kondisi kebangsaan saat ini, tetapi juga karena dalam sejarah perjalanan bangsa Indonesia, Keraton Yogyakarta tidak pernah memiliki peran yang kecil, selalu memberikan kontribusi besar, termasuk ketika Indonesia menghadapi masa-masa genting.”

“Karena itu kami memandang penting berdialog dengan Sri Sultan dan menyampaikan berbagai pandangan serta aspirasi yang kami himpun dari masyarakat,” ujar Alissa.

Dalam dialog tersebut, delegasi GNB menyampaikan sejumlah pandangan mengenai pentingnya memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi negara, penegakan hukum yang berintegritas, peningkatan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan, serta komunikasi yang terbuka dalam penyusunan kebijakan publik.

Pertukaran gagasan

Berbagai pandangan tersebut menjadi bagian dari pertukaran gagasan dalam forum silaturahmi kebangsaan.

BACA JUGA  Gerakan Nurani Bangsa Desak Tetapkan Bencana Nasional

Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prof. M. Amin Abdullah, mengatakan salah satu isu yang dibahas adalah pentingnya memperkuat akuntabilitas publik dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Selain itu, dialog juga menyinggung urgensi pembahasan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset sebagai salah satu instrumen dalam memperkuat pemberantasan korupsi.

Sementara itu, mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyampaikan bahwa berbagai aspirasi yang diterima GNB menunjukkan pentingnya membangun dan memelihara kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.

Menurutnya, kepercayaan publik merupakan modal penting bagi terselenggaranya pemerintahan yang efektif dan demokrasi yang sehat.

Integritas aparat penegak hukum

Pandangan tersebut diperkuat mantan Komisioner KPK Laode M. Syarif, yang menilai integritas aparat penegak hukum menjadi salah satu prasyarat utama dalam membangun kembali kepercayaan masyarakat.

Adapun Pdt. Gomar Gultom menekankan pentingnya dialog dan komunikasi dalam penyelesaian berbagai persoalan kebangsaan, termasuk yang berkaitan dengan Papua.

Alissa Wahid menegaskan Gerakan Nurani Bangsa merupakan gerakan moral yang berpijak pada nilai-nilai kebangsaan dan tidak bergerak dalam ranah politik praktis.

BACA JUGA  Gerakan Nurani Bangsa Desak Tetapkan Bencana Nasional

Seluruh hasil dialog bersama berbagai tokoh bangsa, termasuk dalam silaturahmi dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X, akan dirumuskan menjadi Pesan Kebangsaan Gerakan Nurani Bangsa yang direncanakan disampaikan kepada pemerintah dan masyarakat menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus mendatang.

Perkuat ruang dialog

Silaturahmi antara Sri Sultan Hamengku Buwono X dan para tokoh Gerakan Nurani Bangsa tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ruang dialog antarelemen bangsa, merawat persatuan, serta menjaga nilai-nilai kebangsaan di tengah dinamika kehidupan nasional.

Semangat musyawarah dan saling menghormati yang mewarnai pertemuan itu menjadi fondasi penting dalam memperkokoh persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (Agt/M-01)

Related Posts

Pemkot Bandung Bangun 220 Titik Pengolahan Sampah Berbasis Kewilayahan 

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat transformasi sistem pengelolaan sampah melalui pembangunan hingga 220 titik pengolahan sampah berbasis kewilayahan. Langkah itu menjadi strategi utama untuk mengurangi ketergantungan terhadap Tempat Pembuangan…

Bekuk Australia, Indonesia Finis di Posisi Kelima AVC Cup

TIM nasional voli putri Indonesia menutup penampilan mereka di AVC Cup Women atau AVC Women’s Nations Cup 2026 dengan mengalahkan Australia pada laga perebutan peringkat kelima, Minggu (14/6/2026). Pada pertandingan…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Gasak Filipina, Timnas Voli Indonesia Segel Tiket ke Semifinal SEA V Cup

  • July 24, 2026
Gasak Filipina, Timnas Voli Indonesia Segel Tiket ke Semifinal SEA V Cup

Warga Damarsi Pertanyakan Pengusutan Kasus TKD yang Lambat 

  • July 24, 2026
Warga Damarsi  Pertanyakan Pengusutan Kasus TKD yang Lambat 

Resmikan Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto, Sultan Mau Jadi Ruang Pembentukan Karakter

  • July 24, 2026
Resmikan Laboratorium Alam SMA Kolese De Britto, Sultan Mau Jadi Ruang Pembentukan Karakter

Pemerintah Targetkan 80 Persen Sampah Tuntas pada 2029

  • July 24, 2026
Pemerintah Targetkan 80 Persen Sampah Tuntas pada 2029

Mahasiswa KKN UGM Dampingi Penyandang Disabilitas dan ODGJ Rekam KTP Elektronik

  • July 24, 2026
Mahasiswa KKN UGM Dampingi Penyandang Disabilitas dan ODGJ Rekam KTP Elektronik

KDMP Diharap tidak Menjadi Alat Politik

  • July 24, 2026
KDMP Diharap tidak Menjadi Alat Politik