
ARGENTINA sekali lagi menunjukan mental juaranya. Meski sempat tertinggal 0-1 saat melawan Inggris pada babak semifinal Piala Dunia di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, Kamis dinihari WIB, Albiceleste bangkit untuk kemudian membekap Tiga Singa 3-0.
Kemenangan itu mengantarkan Argentina ke final kedua beruntun setelah empat tahun lalu jadi juara di Qatar.
Di partai final, Argentina akan menghadapi Spanyol yang sudah lebih dulu menyegel tiket ke final seusai membekuk Prancis 2-0. Final akan dilangsungkan di Stadion MetLife, New Jersey, Minggu (19/7) waktu setempat atau Senin (20/7) WIB.
Laga dua juara

Menurut Opta, ini jadi kali pertama juara Euro dan juara Copa America bertemu sepanjang sejarah Piala Dunia.
Sejatinya duel Spanyol versus Argentina bertajuk Finalissima yang mempertemukan juara Eropa dan Amerika Latin itu berlangsung di Lusail Stadium, Qatar pada 27 Maret lalu. Namun karena konflik di Timur Tengah, laga itu harus tertunda.
Kini para penggemar sepak bola di seluruh dunia akhirnya bakal melihat Finalissima yang tertunda itu di New Jersey stadium, Senin (20/7) dini hari WIB nanti.
Berkat kerja keras

Saat melawan Inggris, Argentina sempat tertinggal lebih dulu akibat gol Anthony Gordon pada menit ke 55.
Namun dua assist Lionel Messi yang sukses dikonversi menjadi gol oleh Enzo Fernandez pada menit ke-85 dan Lautaro Martinez tujuh menit berselang membuyarkan keunggulan the Three Lions dan membuat pendukungnya menangis.
Megabintang Argentina Lionel Messi kesuksesan mereka melaju ke final berkat kerja keras dan kualitas. Dia juga menampik timnya mendapat perlakuan istimewa hingga mampu mencapai posisi seperti sekarang.
“Sungguh luar biasa kami kembali lolos ke final Piala Dunia. Mungkin ada orang yang kecewa dan mereka bisa mengatakan apa saja. Namun semua ini kami raih berkat kerja keras,” kata Messi.
Hal itu lanjut Messi mereka tunjukkan saat menghadapi Inggris. “Saat melawan Inggris kami membuktikan bisa bersaing. Kami mampu mendominasi Inggris meski sedang tertinggal. Saya bangga bisa membuat seluruh rakyat Argentina ikut merasakan kebahagiaan ini,” ujar pemain berusia 39 tahun itu.
Terlalu bertahan
Di sisi lain, Kapten Inggris Harry Kane tidak bisa menutupi kekecewaannya dengan kekalahan itu, sebab mereka telah mengerahkan kemampuan terbaik untuk membawa Inggris melangkah sejauh ini di turnamen. Penyerang Beyern Munich itu menilai timnya kalah karena memilih bermain terlalu bertahan setelah unggul lebih dulu.
Menurutnya, strategi tersebut tidak cukup untuk memenangkan pertandingan di level semifinal Piala Dunia.
“Ini mengecewakan untuk tim, staf, dan para suporter. Kami bermain bagus hampir sepanjang pertandingan. Namun, setelah unggul 1-0, kami seperti hanya berusaha mempertahankan keunggulan,” cetus Kane.
“Kami sudah bekerja sangat keras untuk bisa berada di sini. Semua pemain telah memberikan darah, keringat, dan air mata. Gagal dengan cara seperti ini benar-benar sangat menyakitkan,” ujarnya.
Gagal jalankan rencana
Kane menilai Inggris sebenarnya mampu menjalankan rencana permainan dengan baik pada babak pertama hingga awal babak kedua. Tekanan tinggi yang diterapkan membuat Argentina kesulitan mengembangkan permainan.
“Kami memberi tekanan tinggi sehingga bisa merebut bola dan mengendalikan permainan. Setelah kami mencetak gol, entah karena mereka memasukkan lebih banyak pemain ke depan atau kami tidak lagi mampu mengimbangi mereka. Serangan mereka datang bertubi-tubi. Kami terus melakukan blok, tetapi pada akhirnya itu tidak cukup,” tuturnya.
Susunan Pemain
Inggris: Jordan Pickford; Reece James (Dan Burn), John Stones (Ivan Toney), Marc Guehi, Djed Spence (Marcus Rashford); Declan Rice (Nico O’Reilly), Elliot Anderson; Morgan Rogers, Jude Bellingham, Anthony Gordon (Ezri Konsa); Harry Kane.
Argentina: Emiliano Martinez; Nahuel Molina (Gonzalo Montiel), Cristian Romero, Lisandro Martinez (Nicolas Otamendi), Nicolas Tagliafico (Lautaro Martinez); Leandro Paredes (Nicolas Gonzalez), Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, Giuliano Simeone (Rodrigo De Paul); Lionel Messi, Julian Alvarez. (*/M-01)








