
SEJARAH diukir tim nasional voli putra Indonesia. Untuk kali pertama skuat Merah-Putih menjuarai turnamen AVC Men’s Cup.
Hebatnya, kesuksesan Farhan Halim dan kawan-kawan di bergengsi tersebut itu didapat setelah mengalahkan Korea Selatan di partai puncak. Skornya pun tidak main-main yakni 3-0 (34-32, 25-16, dan 25-23). Kemenangan pada partai final tersebut sekaligus membalas kekalahan Indonesia di laga pertama yang takluk 0-3
Di pertemuan kedua melawan Korsel kali ini, pelatih Indonesia, Reidel Toiran melakukan perubahan komposisi pemain. Rama Fazza dipercaya menggantikan Fauzan Nibras, sedangkan Putra Hidayatullah masuk menggantikan Ahmad Gumilar. Sementara Alfin Daniel, Boy Arnez Arabi, Hendra Kurniawan, dan Farhan Halim tetap menjadi andalan sejak awal pertandingan.
Jawab keraguan

Selapas laga, asisten pelatih timnas voli putra Indonesia, Nur Widayanto, mengaku bersyukur atas pencapaian timnyaya yang dinilai berhasil menjawab keraguan banyak pihak.
“Alhamdulillah, serasa mimpi. Banyak orang yang meragukan tim ini, tetapi teman-teman menjawabnya dengan prestasi yang luar biasa, bahkan melampaui target federasi,” ujar Nur Widayanto.
Nur menjelaskan Indonesia sempat mengalami kesulitan pada set pembuka akibat servis keras para pemain Korea Selatan yang membuat pola serangan tim Merah Putih tidak berkembang.
“Pada set pertama kami sempat dikagetkan oleh servis pemain Korea yang menyulitkan. Akibatnya serangan kami tidak maksimal dan mudah dibendung blok mereka,” katanya.
Puji strategi Reidel Toiran

Namun, menurut Nur, keadaan berubah sejak set kedua. Servis-servis agresif dari Indonesia mulai menekan pertahanan lawan dan membuka peluang bagi para pemain untuk mencetak poin.
“Mulai set kedua dan seterusnya, banyak servis dari pemain kita yang menyulitkan lawan, terutama dari Boy Arnez dan Farhan Halim. Dari situ blocker kita bisa menghasilkan poin, sementara pemain belakang mendapat bola-bola bertahan yang kemudian menjadi counter attack,” ujarnya.
Nur juga memberikan apresiasi kepada Reidel Toiran yang dinilainya sukses membaca jalannya pertandingan melalui pergantian pemain.
“Yang tidak kalah penting adalah strategi Coach Toiran yang brilian. Beliau memasukkan Rama Fazza menggantikan Nibras yang underperform hari ini. Alhamdulillah Rama mampu menghasilkan banyak poin melalui serangan maupun servis. Pergantian itu benar-benar sukses,” tutur Nur. (*/N-01)






