Anggota Komisi VII DPR Kritik Pemangkasan Anggaran Penanggulangan Lumpur Lapindo

ANGGOTA Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) mengkritik kebijakan penurunan anggaran operasional penanggulangan bencana lumpur Lapindo.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh memberikan keselamatan masyarakat demi melakukan efisiensi anggaran.

Menurut BHS, anggaran operasional yang dialokasikan untuk mengalirkan udara dan lumpur menuju Sungai Porong dan wilayah sekitarnya mengalami penurunan yang cukup signifikan, dari semula Rp110 miliar menjadi Rp89 miliar.

“Ini terjadi penurunan anggaran dari Rp110 ke Rp89 (miliar). Nah, ini kita harapkan untuk masalah keselamatan publik jangan dikurangi,” kata BHS saat meninjau pusat semburan lumpur Lapindo, Rabu (17/6).

Harus dievaluasi

Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) saat meninjau penanggulangan bencana lumpur Lapindo. (Dok/OTW)

​Ia menegaskan bahwa seluruh proses operasional penanggulangan harus tetap dilakukan secara rutin untuk memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali.

BACA JUGA  Sumber Anggaran untuk HUT Purwakarta Dipertanyakan

BHS juga mengingatkan bahwa keselamatan dan nyawa masyarakat merupakan prioritas utama yang tidak bisa diukur dengan materi ataupun APBN.

​”Tidak boleh anggarannya dikurangi karena keselamatan nyawa masyarakat nomor satu. Harga nyawa masyarakat tidak bisa dibeli dengan anggaran. Satu anggaran APBN pun tidak bisa orang mau dikorbankan,” tegas BHS.

​Bambang Haryo pun mendesak pemerintah agar tetap fokus pada langkah perlindungan dan proteksi bagi warga terdampak. Ia meminta agar alokasi dana untuk penanggulangan lumpur Lapindo segera dievaluasi dan tidak dilakukan pemangkasan kembali.

​”Masyarakat butuh untuk menabung, jadi jangan dikurangi anggarannya. Anggaran daripada lumpur Lapindo,” pungkas Bambang Haryo.

Status kritis

Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono (BHS) saat meninjau penanggulangan bencana lumpur Lapindo. (Dok/OTW)

Sebelumnya diberitakan, kondisi tanggul penahanan lumpur Lapindo di titik 71 Kelurahan Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo, dilaporkan dalam status kritis. Ketinggian volume lumpur dan udara telah melampaui tinggi tanggul 15 meter, dan jika tidak segera ditangani akan mengancam jalur kereta api dan jalan nasional.

BACA JUGA  Pemerintah Siapkan Dana Rp4 triliun untuk Benahi Lintas Sebidang

Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo (PPLS), kini harus bekerja ekstra keras untuk mengantisipasi potensi luberan. Hal ini dikarenakan pengendapan lumpur di Kelurahan Siring melewati tanggul, sehingga mengancam rel kereta api dan jalan raya.

Bencana serupa juga terjadi di wilayah lain karena tanggul di Desa Gempolsari, Tanggulangin, dilaporkan mengalami kondisi kritis yang sama. Di beberapa titik, rembesan air lumpur bahkan sudah mulai terlihat keluar. Kondisi ini memicu kekhawatiran. (OTW/M-01)

Related Posts

Paku Alam X Minta Masyarakat Berikan Informasi Lengkap saat Disensus

SENSUS Ekonomi 2026 merupakan pendataan menyeluruh terhadap seluruh kegiatan ekonomi di luar sektor pertanian. Bagi Daerah Istimewa Yogyakarta, hasil sensus yang diselenggarakan setiap 10 tahun sekali itu memiliki nilai yang…

OJK Gandeng Persis Perluas Akses Keuangan Sampai Desa

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) bersama Persatuan Islam (Persis) memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah melalui penyelenggaraan School of Syariah (SoS) dan implementasi Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) di Auditorium…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polda Metro Jaya Sebut Penangkapan Roy dan Tifa Murni Proses Hukum

  • June 19, 2026
Polda Metro Jaya Sebut Penangkapan Roy dan Tifa  Murni Proses Hukum

Bekuk Korsel, Meksiko Segel Tiket ke Babak 32 Besar

  • June 19, 2026
Bekuk Korsel, Meksiko Segel Tiket  ke  Babak 32 Besar

Paku Alam X Minta Masyarakat Berikan Informasi Lengkap saat Disensus

  • June 19, 2026
Paku Alam X Minta Masyarakat Berikan Informasi Lengkap saat Disensus

UGM Masuk Ranking 206 Dunia Versi QS WUR 2027

  • June 19, 2026
UGM Masuk Ranking 206 Dunia Versi QS WUR 2027

Qatar Digunduli Kanada, Swiss Gilas Bosnia

  • June 19, 2026
Qatar Digunduli Kanada, Swiss Gilas Bosnia

OJK Gandeng Persis Perluas Akses Keuangan Sampai Desa

  • June 19, 2026
OJK Gandeng Persis Perluas Akses Keuangan Sampai Desa