Diduga Cabuli Santrinya, Pengasuh Ponpes di Tengah Ilir Tebo Ditangkap Polisi

SEORANG pengasuh sebuah pondok pesantren (Ponpes) di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, AF, 37, diperiksa polisi. Pasalnya, ia begitu tega melakukan tindakan asusila kepada beberapa santriwatinya sendiri. Satu dari korbannya bahkan hamil dan melahirkan.

Akibat perbuatan bejatnya itu, AF harus berurusan dengan polisi. Ia pun kini mendekam di balik jeruii sel tahanan Polres Tebo untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Tebo.

Dari keterangan yang dihimpun dari sumber kepolisian setempat, perilaku tidak senonoh tersebut sudah dilakukan terduga pelaku AF di dalam lingkungan ponpes asuhannya, semenjak tiga tahu lalu.

Terungkapnya kejahatan seksual AF, berawal dari laporan dua keluarga korbannya kepada aparat penegak hukum di Polsek Tengah Ilir, Polres Tebo, pekan lalu. Setelah mendapatkan dua alat bukti kuat, AF kemudian ditangkap, dan digiring ke Mapolres Tebo untuk menjalani pemeriksaan yang intensif.

BACA JUGA  Minat Masyarakat Gunakan Tol Baleno Cukup Tinggi

Akui perbuatannya

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengaku pernah melakukan tindak asusila tersebut. Dan dari pendalaman penyidik, jumlah santriwati yang menjadi korban sebanyak tujuh orang. Bahkan menyebabkan dari orang dari korban hamil dan melahirkan.

Dari pengakuan korban saat dilibatkan dalam pemeriksaan ke lapangan, aksi bejat AF dilakukan di banyak lokasi di area ponpes asuhannya. Umumnya dilakukan pada malam hari, saat santri dan santriwati sudah istirahat.

Selain di ruang kelas dan rumah kediaman AF, para korban ada yang dikerjai di kandang ayam, kandang kambing dan di tengah kebun kelapa sawit.

Dikutuk masyarakat

Terungkapnya dugaan kejahatan asusila yang dilakoni AF, sangat disesalkan dan dikutuk masyarakat di Kabupaten Tebo. Warga tidak mengira, AF yang semestinya melindungi dan memberikan pendidikan moral yang baik kepada para santrinya, tega melakukan kejahatan memalukan tersebut.

BACA JUGA  Persiapan hampir Kelar, Pesta Rakyat Bhayangkara Siap Digelar

“Sungguh naif dan memalukan. Jika memang terbukti secara hukum, penegak hukum harus menggajarnya pelaku dengan hukuman berat dan maksimal,” ungkap Erwin, warga Kabupaten Tebo.
Informasi detil terkait hasil pemeriksaan kasus AF, Kabid Humas Polda Jambi Kombes Erlan Munaji, mengatakan masih munggu rilis lengkap dari pihak Polres Tebo. (SM/M-01)

Related Posts

Bungkam Vietnam, Indonesia Segel Tiket ke Semifinal

TIM nasional Indonesia memastikan tiket ke semifinal Piala AFF U19 atau ASEAN Boys Championship 2026. Kesuksesan itu didapat skuat Garuda Muda seusai membenamkan Vietnam 2-1 pada laga terakhir di Stadion…

Para Perajin Tahu-Tempe di Tasikmalaya Terpaksa Turunkan Produksi dan Naikkan Harga

PARA perajin tahu-tempe mulai merasakan dampak melemahnya mata uang Rupiah. Mereka pun terpaksa mengurangi produksi dan menaikan harga lantaran kebutuhan bahan baku kedelai impor naik jadi Rp11.100 ribu per kg.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Kalah dari Kazakstan, Tim Voli Putri Indonesia segera Evaluasi

  • June 8, 2026
Kalah dari Kazakstan, Tim Voli Putri Indonesia segera Evaluasi

Bungkam Vietnam, Indonesia Segel Tiket ke Semifinal

  • June 7, 2026
Bungkam Vietnam, Indonesia Segel Tiket ke Semifinal

Diduga Cabuli Santrinya, Pengasuh Ponpes di Tengah Ilir Tebo Ditangkap Polisi

  • June 7, 2026
Diduga Cabuli Santrinya, Pengasuh Ponpes di Tengah Ilir Tebo Ditangkap Polisi

Wamen Ekraf Dorong Inovasi Jamu Agar Masuk Pasar Global

  • June 7, 2026
Wamen Ekraf Dorong Inovasi Jamu Agar Masuk Pasar Global

Para Perajin Tahu-Tempe di Tasikmalaya Terpaksa Turunkan Produksi dan Naikkan Harga

  • June 7, 2026
Para Perajin Tahu-Tempe di Tasikmalaya Terpaksa Turunkan Produksi dan Naikkan Harga

Polda Jateng Musnahkan Narkotika dari 449 Kasus Periode April-Juni

  • June 6, 2026
Polda Jateng Musnahkan Narkotika dari 449 Kasus Periode April-Juni