
DIREKTORAT Jenderal (Ditjen) Imigrasi menyiapkan fasilitas corridor gate untuk menyambut kepulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air. Melalui inovasi itu, para jemaah tidak perlu lagi mengantre untuk menjalani prosedur pemeriksaan keimigrasian konvensional maupun autogate setibanya di bandara, karena verifikasi data telah dilakukan sebelumnya.
Saat ini, fasilitas corridor gate disiagakan di dua lokasi utama, yaitu Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Tangerang) dan Asrama Haji Sukolilo (Surabaya). Untuk wilayah Surabaya, fasilitas corridor gate sengaja dipindahkan dari Terminal 2 Bandara Juanda langsung ke Asrama Haji Sukolilo demi mendekatkan pelayanan kepada jemaah asal Jawa Timur.
Sistem di lokasi ini telah terintegrasi penuh dengan jaringan keimigrasian pusat melalui koneksi utama, jalur cadangan berbasis satelit, serta alternatif konektivitas lainnya.
Teknologi biometrik

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, menjelaskan, penerapan teknologi biometrik pada corridor gate ini memungkinkan proses pemeriksaan berjalan jauh lebih efisien dengan tetap mengedepankan aspek keamanan.
“Penerapan corridor gate pada layanan debarkasi haji merupakan upaya kami menghadirkan pemeriksaan keimigrasian yang lebih cepat, mudah, dan nyaman. Jemaah dapat segera melanjutkan proses kedatangan tanpa antrean yang panjang,” ujar Agus Winarto di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Senin malam (1/6).
Sementara itu, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Ditjen Imigrasi menyiagakan dua unit corridor gate di Terminal 2 yang dibagi berdasarkan zonasi wilayah. Gate F1 (area keberangkatan), dikhususkan untuk melayani kloter Jakarta-Lampung agar jemaah bisa langsung melanjutkan penerbangan domestik ke Lampung.
Area kedatangan Terminal 2 ditempatkan untuk melayani jemaah dari kloter Jakarta-Pondok Gede dan Jakarta-Bekasi. Sejumlah petugas dan mobile unit juga disiagakan di setiap titik demi kelancaran proses.
Transformasi pelayanan publik

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko menegaskan, seluruh kesiapan debarkasi haji—mulai dari personel, fasilitas, hingga sistem pendukung—telah berada dalam kondisi siap operasi. Langkah ini diambil sebagai wujud nyata transformasi pelayanan publik yang responsif.
“Kami siapkan corridor gate di dua lokasi tersebut agar para jemaah begitu sampai di bandara, membawa barang, bisa langsung pulang. Harapan kami proses kedatangan berlangsung cepat, aman, dan nyaman, sejalan dengan semangat ‘Imigrasi untuk Rakyat’,” kata Hendarsam. (OTW/-01)









