Antisipasi Ancaman Kemarau Panjang, Pemkab Cianjur Revitalisasi Jaringan Irigasi

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur, Jawa Barat, serius menyikapi potensi ancaman kekeringan sebagai dampak kemarau. Salah satu langkah cepat dilakukan dengan merehabilitasi jaringan irigasi.

Bupati Cianjur Mohammad Wahyu Ferdian menuturkan, prediksi bakal terjadi potensi kemarau panjang harus ditindaklanjuti dengan mengambil langkah konkret.

Pada sektor pertanian misalnya, kata Wahyu, rehabilitasi jaringan irigasi dipandang perlu dilakukan mengingat merupakan salah satu sektor yang bakal terdampak.

“Kita lakukan pembangunan irigasi di Desa Parakantugu Kecamatan Cijati. Pengerjaannya dilakukan melalui program Gorol (Gotongroyong Lobaan),” kata Wahyu, Senin (17/5/2026).

Jaga produksi padi

Pelaksanaan pengerjaan melibatkan berbagai pihak. Antara lain pemerintah desa setempat, pemerintah kecamatan, BPBD, serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang.

BACA JUGA  Ketika Pemkab Mencoba Menjawab Harapan Masyarakat

Wahyu menyebutkan, Irigasi Parakantugu mengairi hampir 580 hektare lahan sawah. Dengan daya dukung irigasi yang bagus, Wahyu meyakini produksi padi di wilayah itu akan tetap terjaga di tengah ancaman kemarau panjang.

“Sesuai perkiraan, mulai Juni hingga beberapa bulan ke depan sampai Oktober, diprediksi bakal terjadi kemarau yang cukup panjang. Insya Allah, revitalisasi irigasi tak hanya di Parakantugu, tapi di berbagai tempat,” terangnya.

Tindak lanjut penanganan pascabencana

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Iwan Karyadi, menuturkan revitalisasi irigasi di Desa Parakantugu merupakan tindak lanjut penanganan pascabencana belum lama ini. Kondisi irigasi rusak akibat tanah longsor.

“Kami melakukan akselerasi pemulihan infrastruktur publik pascabencana di Desa Parakantugu. Pengerjaan dilakukan secara gotong berskala besar karena melibatkan berbagai elemen termasuk masyarakat,” kata Iwan.

BACA JUGA  BMKG: Kekeringan Dominasi Wilayah Indonesia Mulai Juni

Saluran irigasi memegang peran sangat vital karena mengairi lahan sawah warga setempat. Bencana tanah longsor belum lama ini mengakibatkan materialnya menutup saluran, termasuk marusak kondisi infrastrukturnya.

“Dilakukannya penanganan secara bersama-sama, diharapkan bisa segera mengembalikan fungsi irigasi secara optimal sekaligus mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau. Mudah-mudahan dengan berfungsinya kembali irigasi tidak terjadi krisis air ke lahan pertanian warga setempat,” pungkas Iwan. (Zea/M-01)

Dimitry Ramadan

Related Posts

Pengamat Nilai Joget Pejabat Sinyal Krisis Etika di Lingkar Kekuasaan Purwakarta

SEBUAH video di media sosial yang menayangkan  ibu-ibu tengah berjoget dalam sebuah kegiatan bernuansa kekuasaan menuai sorotan publik di Kabupaten Purwakarta. Pasalnya aksi itu terjadi di tengah kondisi masyarakat yang…

Lagi, Imigrasi Surabaya Gagalkan Keberangkatan Jemaah Haji Non-prosedural

PETUGAS Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya berhasil menggagalkan keberangkatan 18 Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga hendak melaksanakan ibadah haji secara ilegal atau non-prosedural via Bandara Internasional Juanda.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Pengamat Nilai Joget Pejabat Sinyal Krisis Etika di Lingkar Kekuasaan Purwakarta

  • May 18, 2026
Pengamat Nilai Joget Pejabat Sinyal Krisis Etika di Lingkar Kekuasaan Purwakarta

Antisipasi Ancaman Kemarau Panjang, Pemkab Cianjur Revitalisasi Jaringan Irigasi

  • May 18, 2026
Antisipasi Ancaman Kemarau Panjang, Pemkab Cianjur Revitalisasi Jaringan Irigasi

Menurunkan Kematian Ibu dan Bayi Melalui Pendekatan Ilmu Kedokteran dan Tradisi Budaya

  • May 18, 2026
Menurunkan Kematian Ibu dan Bayi Melalui Pendekatan Ilmu Kedokteran dan Tradisi Budaya

Lagi, Imigrasi Surabaya Gagalkan Keberangkatan Jemaah Haji Non-prosedural

  • May 18, 2026
Lagi, Imigrasi Surabaya Gagalkan Keberangkatan Jemaah Haji Non-prosedural

Di Balik Kelebihan Produksi Gas Metana TPST Bantargebang

  • May 18, 2026
Di Balik Kelebihan Produksi Gas Metana TPST Bantargebang

Liga Jabar Istimewa Ajang Talent Scouting Pemain Muda Kota Bandung

  • May 18, 2026
Liga Jabar Istimewa Ajang Talent Scouting Pemain Muda Kota Bandung