
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meresmikan selesainya program revitalisasi 45 satuan pendidikan dan pendistribusian 1.577 unit Interactive Flat Panel (IFP) di Kabupaten Sidoarjo.
Peresmian yang dipusatkan di Aula SMP Negeri 4 Sidoarjo itu menandai keberhasilan 100 persen pelaksanaan program tahun anggaran 2025.
Proyek perbaikan sarana prasarana yang menyasar jenjang PAUD hingga SMA di Sidoarjo tersebut menelan anggaran pusat lebih dari Rp45 miliar. Selain infrastruktur fisik, pemerintah pusat juga mempercepat transformasi digital dengan menyalurkan papan interaktif digital (smartboard) guna mendukung pembelajaran interaktif.
”Kami berterima kasih kepada Pemkab Sidoarjo yang mendukung program ini hingga terlaksana 100 persen. Kami berharap sarana ini dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sidoarjo,” kata Abdul Mu’ti dalam sambutannya.
Komitmen presiden

Dalam kesempatan tersebut Abdul Mu’ti mengungkapkan, pada 2026, Kemendikdasmen awalnya mengalokasikan revitalisasi untuk 11.400 satuan pendidikan secara nasional. Namun, sesuai komitmen Presiden, target tersebut dipastikan melonjak drastis.
”Insyaallah tahun ini ada tambahan untuk 60 ribu satuan pendidikan yang akan direvitalisasi di seluruh Indonesia,” kata Abdul Mu’ti.
Sementara Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mengapresiasi dukungan pusat yang selaras dengan upaya pemerintah daerah.
Ia memaparkan bahwa pada 2025, Pemkab Sidoarjo sendiri telah menyerap anggaran rehabilitasi sekolah sebesar Rp79,5 miliar.
Transparan dan akuntabel
Dukungan daerah tersebut yaitu pembangunan SMPN 2 Tulangan Rp8,1 miliar dan pembangunan SMPN 2 Prambon Rp7,1 miliar. Selain itu revitalisasi mandiri 29 sekolah yaitu dua TK, 24 SD, dan 3 SMP dengan nilai Rp20,3 miliar.
”Untuk tahun 2026, kami telah menyediakan anggaran rehabilitasi sekolah sebesar Rp40,6 miliar,” kata Mimik Idayana.
Wabup menegaskan, Pemkab Sidoarjo berkomitmen memastikan seluruh pelaksanaan program berjalan transparan dan akuntabel.
Ia juga berharap sinergi antara pusat dan daerah terus diperkuat untuk mencetak generasi Sidoarjo yang unggul dan berdaya saing global. (OTW/M-01)







