3.408 Kasus Perceraian Terjadi di Sidoarjo Sepanjang 2025

ANGKA perceraian di Kabupaten Sidoarjo pada 2025 tercatat sebanyak 3.408 kasus. Tingginya angka perceraian yang diputus Pengadilan Agama (PA) Sidoarjo tentu saja mendorong lonjakan status janda baru.

Tren ini memicu kekhawatiran lintas sektor, dari pemerintah hingga pemerhati sosial. Lantaran dampaknya tak hanya hukum tetapi juga ekonomi dan psikologis keluarga.
‎
Rekapitulasi PA Sidoarjo mencatat 3.408 perempuan resmi menyandang status janda baru sepanjang Januari hingga Desember 2025.

Angka itu berasal dari 2.591 putusan cerai gugat yang diajukan istri dan 817 cerai talak yang diajukan suami.

Konflik rumah tangga

Dominasi cerai gugat menegaskan fenomena baru, di mana perempuan kini lebih berani mengakhiri pernikahan yang tak lagi sehat. Kaum Hawa lebih berani mengambil keputusan meski konsekuensinya berat.

BACA JUGA  Tewaskan Dua Warga, Petugas Damkar Evakuasi Sarang Tawon Vespa

‎Panitera Muda Hukum PA Sidoarjo, Bayu Endragupta, menegaskan akar utama perceraian tetap sama, yaitu konflik rumah tangga berkepanjangan. Konflik berkepanjangan karena sudah tidak ada kecocokan akibat berbagai faktor.
‎
“Mayoritas alasan yang dikabulkan majelis hakim adalah perselisihan dan pertengkaran yang terjadi terus-menerus, mencapai lebih dari tiga ribu perkara. Ini bukan keputusan instan, tapi konflik yang sudah lama tidak menemukan jalan keluar,” kata Bayu Endragupta, Kamis (1/1).
‎
Selain konflik, PA juga mencatat pemicu lain, yaitu ada 88 perkara karena ditinggal pasangan, satu poligami, dan satu KDRT.

Sinyal sosial

Meski kecil secara jumlah, Bayu menilai kasus di luar pertengkaran menjadi sinyal sosial yang tak boleh disepelekan.
‎
“Kasus seperti ditinggal pasangan atau KDRT memang sedikit, tetapi ini sinyal penting. Artinya, masih ada persoalan serius di ruang domestik yang perlu ditangani sejak hulu, bukan saat sudah di pengadilan,” ujar Bayu.
‎
Dampak dari ribuan putusan cerai itu kini mulai terlihat di lapangan. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sidoarjo menyebut banyak janda baru yang menghadapi beban ganda.

BACA JUGA  Bea Cukai Sidoarjo Musnahkan 5,9 Juta Batang Rokok Ilegal

Yaitu sebagai pencari nafkah sekaligus pengasuh anak. Pemerintah daerah pun menilai data ini layak disebut sebagai darurat sosial keluarga.

Langkah preventif

“Perceraian bukan hanya angka statistik. Ada ibu yang harus memulai dari nol, ada anak yang tumbuh dengan trauma, ada keluarga besar yang ikut menanggung beban. Ini harus jadi evaluasi kebijakan dan gerakan sosial bersama,” kata Bayu Endragupta.
‎
‎PA Sidoarjo, kata Bayu, mendorong langkah preventif 2026 bagi pasangan yang mau menikah maupun yang sudah berkeluarga. Yaitu edukasi pranikah, konseling keluarga, hingga penguatan peran lingkungan sosial untuk mendeteksi konflik sejak dini.
‎
“Kami berharap ini jadi momentum kebangkitan gerakan ketahanan keluarga. Bukan untuk menghakimi yang bercerai, tetapi mencegah pernikahan runtuh karena konflik yang sebenarnya bisa diselamatkan,” tegas Bayu Endragupta. (OTW/N-01)

BACA JUGA  Bandara Juanda Dilengkapi Tab Capsule Hotel untuk Istirahat

Dimitry Ramadan

Related Posts

Polda Jateng Utamakan Edukasi dalam Operasi Patuh Candi 2026

POLDA Jawa Tengah terus mengedepankan upaya preemtif dan preventif dalam Operasi Patuh Candi 2026 untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berlalu lintas. Melalui edukasi langsung, penyampaian imbauan, dan pembagian…

Sri Sultan Persilakan Demo Asal tidak Merusak

GUBERNUR DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mempersilakan masyarakat yang akan menyampaikan aspirasinya pada Rabu (28/10) dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda. “Kebebasan menyampaikan aspirasi tidak boleh dibatasi, tetapi juga…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Jangan Lewatkan

Polda Jateng Utamakan Edukasi dalam Operasi Patuh Candi 2026

  • October 28, 2026
Polda Jateng Utamakan Edukasi dalam Operasi Patuh Candi 2026

Turnamen Mini Soccer Cendrawasih Karsa Media Cup 2026, Perkuat Tradisi Kompetisi Antarmedia

  • October 27, 2026
Turnamen Mini Soccer Cendrawasih Karsa Media Cup 2026, Perkuat Tradisi Kompetisi Antarmedia

Sri Sultan Persilakan Demo Asal tidak Merusak

  • October 27, 2026
Sri Sultan Persilakan Demo Asal tidak Merusak

The Longest Wait, Film Kisah di Balik Perjalanan Timnas Indonesia Resmi Tayang

  • October 27, 2026
The Longest Wait, Film Kisah di Balik Perjalanan Timnas Indonesia Resmi Tayang

OJK Perketat Pengawasan Pasar Modal

  • October 27, 2026
OJK Perketat Pengawasan Pasar Modal

Polda Jateng Ajak Masyarakat Jaga Persatuan meski Berbeda Pandangan

  • October 27, 2026
Polda Jateng Ajak Masyarakat Jaga Persatuan meski Berbeda Pandangan