
BERDASARKAN data keketatan program studi (prodi) tahun 2026, minat calon mahasiswa terhadap sejumlah prodi unggulan masih sangat tinggi.
Prodi Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) tercatat menjadi prodi dengan jumlah peminat terbanyak dengan 3.039 pendaftar, sementara daya tampung yang tersedia hanya 76 kursi. Tingkat keketatan program studi ini mencapai 2,50 persen.
Selain Psikologi, sejumlah prodi lain juga menjadi favorit calon mahasiswa, yakni Manajemen dengan 1.950 peminat, Ilmu Komunikasi sebanyak 1.709 peminat, Survei Pemetaan dan Informasi Geografis sebanyak 1.615 peminat, serta Akuntansi dengan 1.495 peminat.
Persaingan paling tinggi
Prodi Kedokteran menjadi prodi dengan tingkat persaingan paling tinggi. Dari total 748 peminat, hanya 15 peserta yang diterima. Dengan demikian, tingkat keketatan prodi ini berada pada angka 2,01 persen.
Tingkat keketatan tinggi juga terlihat pada sejumlah prodi lain seperti: Ilmu Komunikasi 1.709 peminat, 36 diterima. Psikologi 3.039 peminat, 76 diterima. Survei Pemetaan dan Informasi Geografis 1.615 peminat, 45 diterima.
Manajemen 1.950 peminat, 60 diterima. Teknologi Pangan 478 peminat, 15 diterima. Data ini menunjukkan bahwa prodi di bidang kesehatan, komunikasi, bisnis, dan ilmu sosial masih menjadi pilihan utama calon mahasiswa.
Dominasi Pilihan Pertama
Kepala Kantor Komunikasi Informasi dan Pelayanan Publik (KKIPP) UPI, Vidi Sukmayadi Selasa (26/5) menyatakan, mayoritas peminat memilih prodi favorit sebagai pilihan pertama. Pada prodi Psikologi misalnya, sebanyak 1.644 peserta atau sekitar 54,1 persen menempatkan prodi tersebut sebagai pilihan pertama.
“Fenomena serupa juga terjadi pada Ilmu Komunikasi yang memperoleh 833 peminat pilihan pertama atau sekitar 48,7 persen dari total peminat. Sementara pada prodi Manajemen, sebanyak 865 peserta atau sekitar 44,4 persen menempatkannya sebagai pilihan utama,” paparnya.
Di sisi lain sebut Vidi, prodi Survei Pemetaan dan Informasi Geografis menunjukkan pola berbeda. Sebagian besar peminat justru berasal dari pilihan ketiga dengan jumlah mencapai 1.236 peserta atau sekitar 76,5 persen dari total peminat.
Capai 56.670 Peserta
“Secara keseluruhan, jumlah peminat yang mendaftar ke UPI pada tahun 2026 mencapai 56.670 peserta. Dari jumlah tersebut, hanya 5.576 peserta yang berhasil diterima melalui jalur seleksi yang tersedia. Dengan demikian, sebanyak 51.094 peserta belum berhasil memperoleh kursi pada proses seleksi tahun ini,” bebernya.
Data tersebut kata Vidi, menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk melanjutkan pendidikan di UPI sekaligus menggambarkan ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi.
Persentase penerimaan secara umum berada pada kisaran 9,84 persen dari total pendaftar.
Tingginya jumlah peminat dibandingkan daya tampung menunjukkan bahwa persaingan masuk perguruan tinggi semakin kompetitif dari tahun ke tahun.
“Calon mahasiswa diharapkan dapat menyusun strategi pemilihan prodi secara matang dengan mempertimbangkan minat, kompetensi dan peluang diterima. Data ini juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi perguruan tinggi dalam melihat tren minat calon mahasiswa terhadap prodi tertentu, sekaligus menjadi dasar pengembangan kapasitas dan kualitas layanan pendidikan,” tandasnya.
Vidi menambahkan, informasi Seputar Pengumuman dan Layanan Informasi SNBT UPI Calon Mahasiswa Baru UPI yang diterima melalui Jalur SNBT Tahun Akademik 2026/2027 diumumkan melalui laman resmi SNPMB Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi pada tautan berikut: https://snpmb.bppp.kemdikbud.go.id/utbk-snbt/pengumuman-snbt.
“Untuk informasi lebih lengkap dapat menyampaikan pertanyaan melalui surel pmb@upi.edu atau melalui laman Unit Layanan Terpadu (ULT) UPI di: http://laporan-ult.upi.edu/lapor
Layanan informasi tersedia pada hari dan jam kerja,” tutupnya. (zahra/N-01)








