
SEBANYAK 441 peserta bocah berusia tiga hingga lima tahun dari berbagai provinsi di Indonesia memadati Apron Hanggar Lanudal Juanda untuk mengikuti ajang Kapten Morgan Pushbike Race 2026, Sabtu (11/4/).
Perhelatan yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-10 AL-Liting 61 (Kapten Morgan) ini sekaligus menjadi sarana edukasi bela negara bagi usia dini.
Komandan Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Danpuspenerbal) Laksamana Muda Bayu Alisyahbana menyatakan, gelaran tahun ini terasa istimewa karena skalanya yang nasional dan lokasi perlombaan yang ikonik.
”Even kali ini istimewa karena dilaksanakan di Apron Hanggar Lanudal Juanda. Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan edukasi bela negara dan pengetahuan dasar kedirgantaraan kepada anak-anak sejak dini,” kata Laksamana Muda Bayu di sela acara.
Latih keterampilan fisik dan mental

Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi dengan kategori lomba yang dimulai dari usia sangat muda, yakni tiga hingga lima tahun. Pushbike atau sepeda keseimbangan tanpa pedal ini dipilih karena dinilai sangat efektif untuk melatih keterampilan fisik dan mental dasar anak.
Lebih lanjut Bayu menjelaskan, ajang ini bukan sekadar perlombaan, melainkan investasi jangka panjang untuk sumber daya manusia (SDM) Indonesia di bidang olahraga.
”Ini adalah fondasi. Kita melatih dan membina anak-anak ini untuk jangka panjang agar siap menjadi atlet sepeda nasional yang mampu berbicara di kancah internasional,” tegas Laksamana Muda Bayu.
Pelajaran hidup

Salah satu orang tua peserta asal Makassar mengungkapkan rasa antusiasnya meskipun harus menempuh perjalanan jauh. Ia menilai ajang ini sangat menantang dan memberikan pelajaran hidup bagi anaknya.
”Ini pertama kali ikut lomba di luar Sulawesi. Pushbike mengajarkan anak bagaimana berjuang. Kalau jatuh, harus bangkit lagi untuk meraih hasil terbaik. Anak jadi tahu bahwa setiap proses butuh perjuangan,” Arsyad, orang tua dari peserta kategori usia lima tahun tersebut.
Senada, Maulana, orang tua peserta asal Semarang yang meraih juara ketiga kategori Girls 2023, menyebutkan bahwa olahraga ini sangat membantu perkembangan kognitif dan kedisiplinan anak.
”Manfaatnya sangat banyak, mulai dari fisik, cara berpikir, reaksi, hingga keseimbangan (balance). Di zaman sekarang yang serba gadget, lebih baik anak diarahkan ke sini. Ada jiwa kompetisi dan sportivitas yang terbangun,” ujar Maulana.
Tidak murah
Maulana menambahkan, untuk mencapai podium, anaknya rutin berlatih tiga kali seminggu. Baik melalui latihan mandiri maupun bergabung dengan komunitas pushbike di daerahnya.
Maulana juga menyebutkan, biaya untuk pushbike tidak murah. Sepeda termurah antara sejutaan hingga puluhan juta rupiah. Bahkan untuk velg-nya saja ada yang puluhan juta rupiah.
“Untuk awal lebih baik beli yang murah sejuta atau dua juta. Itu belum alat pelindung seperti helm ataupun pelindung lutut,” kata Maulana. (OTW/D-01)






