
SEBUAH rumah di Perumahan Surya Regency, RT 1 RW 8 Desa Karangbong, Gedangan, Sidoarjo roboh, Senin petang (16/3) akibat diguyur hujan lebat disertai angin kencang dalam beberapa hari terakhir.
Rumah roboh adalah milik Fahrurradji, 65 berada di blok D2 Nomor 17. Rumah awalnya roboh pada bagian tembok kiri dan diikuti ambruknya separoh bagian atas rumah. Tembok sisi luar perumahan juga ikut roboh setelah tertimpa reruntuhan.
Praktis, bagian ruang tamu dan dapur rumah itu roboh. Tembok yang roboh sepanjang 15 meter mengakibatkan separoh rumah terlihat terbuka menganga berbatasan dengan sawah.
“Awalnya dikira kucing atau ranting pohon jatuh di genteng, terus bunyi lagi yang kedua kalinya, ternyata rumah yang belakang roboh,” kata Yanuar, 35, salah satu tetangga korban.
Beri trauma healing

Kepala Desa Karangbong Bambang Asmuni beserta tim dari BPBD Sidoarjo datang ke lokasi. Kapolsek Gedangan Kompol Anak Agung BPW dan Danramil Gedangan Kapten Khoirul Anam bersama anggota Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga meluncur ke lokasi Senin malam itu.
Tim kesehatan juga didatangkan ke lokasi untuk memberikan trauma healing. Mereka memeriksa kesehatan suami istri pemilik rumah.
“Kami ingin memastikan warga tidak hanya mendapat bantuan fisik, tapi juga dukungan moril. Apalagi musibah ini terjadi di tengah bulan suci Ramadhan, tentu bebannya terasa lebih berat bagi korban,” kata Kompol Anak Agung.
Para petugas tersebut kembali datang Selasa pagi (17/3) untuk mengevakuasi reruntuhan material serta perabotan rumah yang masih ada di dalam rumah. Mereka bahu membahu membersihkan puing-puing bangunan roboh.
Tingkatkan kewaspadaan
Selain pendampingan psikologis, pihak kepolisian juga menyalurkan paket bantuan sosial guna meringankan beban ekonomi korban pasca-kejadian. Beruntung, meski kerusakan bangunan cukup signifikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Kompol Anak Agung mengimbau agar warga tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mengancam wilayah Sidoarjo. Seperti mewaspadai apabila ada tanda-tanda awan gelap dan angin kencang secara tiba-tiba.
Warga juga diminta memeriksa kondisi dahan pohon atau struktur atap yang sudah rapuh. Namun warga diminta tetap tenang dan segera melapor ke pihak berwajib jika terjadi keadaan darurat.
”Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Musibah ini adalah pengingat bagi kita semua untuk selalu bersyukur dan meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca yang tidak menentu,” kata Kompol Anak Agung. (OTW/M-01)








