
UNTUK mengantisipasi meningkatnya kebutuhan distribusi barang dari masyarakat maupun pelaku usaha, menjelang periode puncak mudik yang diperkirakan terjadi pada pekan ketiga Ramadan, berbagai langkah penguatan operasional dilakukan KAI Logistik. Hal itu guna memastikan proses pengiriman berjalan aman, lancar dan tepat waktu.
“Setiap Lebaran menjadi salah satu periode dengan peningkatan aktivitas logistik yang cukup signifikan. Kebutuhan masyarakat untuk mengirimkan barang ke kampung halaman, termasuk kendaraan pribadi seperti sepeda motor maupun hewan peliharaan serta barang konsumsi turut mendorong peningkatan volume pengiriman,” ungkap VP of Corporate Secretary KAI Logistik (Kalog), Dwi Wulandari.
Menurut Dwi, pada sisi operasional, perseroan menerapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari pemeriksaan sarana dan kelayakan operasi, inspeksi kesiapan layanan, optimalisasi proses bongkar muat, peningkatan utilisasi armada trucking.
Aspek keselamatan
Penguatan aspek keselamatan dan koordinasi di titik-titik layanan, hingga peningkatan kesiapan sumber daya operasional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses distribusi tetap berjalan dengan baik.
”Secara kapasitas kami menyediakan sekitar 400 ton untuk perjalanan pulang pergi dalam mendukung logistik selama angkutan Lebaran. Perusahaan optimis dengan kapasitas tersebut masih mampu melayani peningkatan dan lonjakan permintaan pengiriman barang,” jelasnya.
Seluruh pengiriman akan libur beroperasi ke tujuan tertentu mulai 18 Maret dan eroperasi lagi pada 25 Maret. Selain itu, perusahaan juga melakukan penyesuaian operasional untuk menjaga ketersediaan kapasitas angkutan pada periode dengan permintaan tinggi.
Jaga keandalan
“Selain memperkuat kesiapan operasional, kami juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan pengiriman barang lebih awal guna menghindari kepadatan menjelang puncak pengiriman,” paparnya.
”Kami juga terus berkomitmen menghadirkan layanan logistik yang aman dan andal bagi masyarakat selama periode Ramadan dan Lebaran. Dukungan jaringan distribusi berbasis kereta api menjadi salah satu keunggulan dalam menjaga keandalan pengiriman, terutama dalam menghadapi peningkatan kebutuhan logistik yang biasanya terjadi pada periode mudik,” imbuhnya. (zahra/N-01)








