
KETUA Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto melakukan penanaman bibit Kelapa Genjah bersama Bupati Sleman Harda Kiswaya dan para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Merdeka di Berbah, Sleman, Kamis.
Dalam sambutannya, Ketua Komisi IV Titiek Soeharto mengatakan penanaman bibit Kelapa Genjah ini merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan kesejahteraan petani di Sleman. “Hari ini kita menanam Kelapa Genjah yang bantuannya dari Kementerian Pertanian sebanyak kurang lebih 3.300 bibit pohon,” ungkapnya.
Titiek Soeharto menilai, pemilihan kelapa genjah merupakan langkah strategis karena masa produktivitasnya yang jauh lebih cepat dibandingkan kelapa biasa.
“Kelapa genjah lebih cepat berbuah, sekitar tiga sampai empat tahun sudah mulai menghasilkan. Tingginya tidak terlalu tinggi sehingga lebih mudah dirawat dan dipanen. Artinya, manfaat ekonominya bisa lebih cepat dirasakan oleh keluarga,” jelasnya.
Aset produktif
Titiek menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada kekompakan antara organisasi Tani Merdeka dan Gapoktan dalam merawat tanaman secara berkelanjutan.
Ia berharap kelapa genjah tidak hanya dilihat sebagai tanaman, melainkan sebagai aset produktif desa yang bisa diolah menjadi santan, minyak, hingga sabut untuk menciptakan nilai tambah ekonomi di tingkat desa.
Sementara itu, Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyampaikan ungkapan terima kasihnya atas kehadiran serta dukungan Ketua Komisi IV DPR RI di Bumi Sembada.
Dukung agrowisata
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, pusat, dan petani dapat memperkokoh sektor pertanian Sleman agar lebih berdaya saing.
Selain itu, Harda juga berharap pengembangan kelapa genjah ini nantinya bisa menjadi program unggulan berbasis kawasan, yang tidak hanya menggerakkan sektor pertanian, tetapi juga mendukung agrowisata dan ekonomi kreatif, terutama di Dusun Klampengan, Kalurahan Jogotirto, Berbah, Sleman ini.
Komoditas kelapa, katanya memiliki nilai strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian ekonomi desa. “Penanaman kelapa genjah ini diharapkan menjadi alternatif penghasil pendapatan baru bagi petani, sekaligus mendukung sektor agrowisata dan ekonomi kreatif, khususnya di Dusun Klampengan ini,” jelas Harda.
Harda juga menegaskan Pemerintah Kabupaten Sleman mendorong adanya hilirisasi produk turunan seperti gula semut dan VCO (Virgin Coconut Oil) agar manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat dirasakan secara berkesinambungan oleh masyarakat lokal. (AGT/N-01)






